Catatan seorang murid yang mencoba meneladani langkah SANG GURU dalam setiap langkahnya. Meninggalkan jejak yang baik, untuk generasi yang sekarang dan yang akan datang.
Selasa, 23 Februari 2010
Berkat Rumah Tangga
Berkat rumah tangga sangatlah beragam, yang utama adalah terpeliharanya kerukunan, damai sejahtera, saling menghormati, dan memiliki hubungan yang konstruktif di antara anggota keluarga. Sedangkan kelimpahan berkat financial serta kepemilikan yang lainnya merupakan bonus dari berkat utama yang saya sebutkan di atas.
Tulisan ini tidaklah murni dari hasil pemikiran saya, melainkan diadaptasikan dari khotbah Bpk. Pdt. Ishak Tulus yang berkunjung melayani di Gereja tempat kami digembalakan. Ada beberapa ayat yang saya tambahkan untuk melengkapi…Mudah-mudahan menjadi berkat bagi kita semua.
Pintu masuk berkat dalam Rumah tangga terletak pada Pria yang takut akan Tuhan (Mzm 128 : 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.). Karena Pria di dalam Rumah Tangga adalah penerima otoritas dari Tuhan untuk memimpin, mengayomi, dan memberikan teladan. Secara jasmani Pria memang wajib memberikan nafkah bagi keluarganya, bukan? Nafkah lahir dan nafkah batin.
Pria yang takut akan Tuhan akan memiliki pola pikir, ucapan, keputusan, dan tindakan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Singkat kata, mereka ini adalah orang-orang yang menjadi pelaksana Firman Tuhan. Dan para pelaksana Firman sudah barang tentu hidupnya dekat dengan berkat-berkat yang sudah dijanjikan-Nya
Ulangan 11:26-27 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: (27)berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
Pria-pria yang takut akan Tuhan ini bisa berdiri kuat sebagai imam dan kepala rumah tangga ketika dia didukung oleh Wanita-wanita bijaksana yang ada di sisi mereka. Wanita bijaksana yang tahu berbuat baik dan selalu menebarkan kebaikan bagi seisi rumahnya. Dia ibaratnya pohon anggur yang subur di dalam rumah (Mzm 128 : 3 : Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu )
Ada 3 (tiga) kesalahan pria dan 3 (tiga) kesalahan wanita dalam bersikap yang menyebabkan ketegangan atau konflik dalam rumah tangga bahkan bisa menyebabkan keretakan.
1. Tiga kesalahan Pria
a. Tidak berhasil menomorsatukan isterinya
tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memberhalakan isteri/suami ataupun keluarga. Hanya mengajak kepada teman-teman semua untuk mulai mengingat bahwa ketika seseorang menikah maka Loyalitasnya pertama-tama harus ditunjukkan kepada pasangannya.
Banyak sekali perceraian yang timbul karena para pria lebih sibuk mengurusi hobbynya, memperhatikan teman-teman, bahkan ada juga yang lebih memperhatikan keluarga orangtuanya daripada isterinya.
Padahal dalam Firman Tuhan, Isteri merupakan jaminan bagi terjawabnya doa-doa para suami. Doa para suami akan menjadi terhalang ketika hati para isteri tersakiti. Seperti yang dituliskan Rasul Petrus
(I Petrus 3 : 7)
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
b. Tidak menjadi pemimpin rohani di dalam rumah
Banyak pria begitu bersemangat menjadi pelayan atau aktivis rohani di luar rumah. Banyak juga yang berbangga hati karena bisa atau dipercaya mempimpin kegiatan rohani di mana-mana, namun sayang…banyak juga yang tidak menyadari tugas utamanya sebagai Imam yang memimpin kerohanian keluarga.
Pada tangan pria terletak otoritas untuk menyalurkan berkat surga kepada anak dan isteri. Jadi para Pria, jangan lupa untuk duduk di bawah kaki Tuhan secara teratur, jadilah Imam bagi Isteri dan anak-anakmu. Salurkan berkat melalui tangan yang terkatub dalam doa..dan yang kau tumpangkan ketika mengucapkan berkat bagi mereka.
c. Tidak menghargai isteri dan pendapat-pendapatnya
seringkali karena merasa pintar, kuat, dan memiliki otoritas maka para suami tidak menjaga sikap hormat dan menghargai kepada isterinya. Dengan kata lain seringkali meremehkan pendapat-pendapat isteri. Padahal, sebagai seorang penolong isteri diberikan kelebihan yaitu : intuisi (kemampuan untuk menangkap pesan dari Tuhan secara tajam dan akurat)
1Petrus 3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
2. Tiga Kesalahan Isteri
Wanita yang bijaksana, isteri yang baik adalah wanita yang tahu dan terus menerus berbuat baik bagi keluarganya.
(Ams 31:12, 27-29) Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. (27)Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. (28) Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: (29) Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
Banyak wanita begitu terlihat baik dan manis bagi banyak orang di luar rumahnya, namun seringkali berubah menjadi monster yang bawel bagi suami, anak, dan bahkan asisten rumah tangganya.
Wanita yang baik menurut Alkitab, bukan hanya mampu berbuat baik bagi orang lain, tapi juga bagi keluarganya… Berikut ini adalah 3 kesalahan para wanita yang jamak terjadi :
a. Gagal untuk Tunduk dan Hormat kepada Suami
Suami, seperti apapun keadaannya, entah dia bergaji lebih tinggi atau lebih rendah dari isteri, ataukah memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau lebih rendah dari Isteri, tetaplah harus dihormati sebagai kepala keluarga.
Mengapa? Karena sebagai kepala, suami ditempatkan Tuhan sebagai wakil-Nya. Atasnya diberikan Otoritas atau proteksi. Isteri-isteri yang memilih untuk tidak tunduk dan hormat kepada suaminya sama halnya memilih untuk hidup di luar perlindungan Tuhan (mohon dicatat : di luar perlindungan Tuhan).
Col 3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan
Eph 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
b. Gagal mengembangkan kecantikan dalam dan luar
Sudah menjadi kewajiban bagi para isteri untuk menjaga penampilan (luar)nya agar tetap tampil menarik di rumahnya. Sedap dipandang mata oleh suaminya, bukan melulu menjadi konsumsi public yang melihatnya. Namun tak dapat dipungkiri, banyak isteri (termasuk saya..masih harus belajar)…yang memilih tampil cantik hanya pada saat hendak bepergian ataupun bekerja, namun tampil seadanya bahkan jauh dari kesan rapi dan cantik bagi suaminya sendiri.
Selain kecantikan luar…ada hal lain yg juga ikut menentukan ketenangan di dalam rumah tangga, yaitu : kecantikan dalam. Pertumbuhan karakter yang baik, pengikisan karakter yang buruk.
c. seringkali berharap suaminya seperti perempuan
jujur saja, saya lemah di area ini. Seringkali saya menuntut suami sesigap dan secekatan wanita dalam membantu saya mengurus anak,juga menuntut pria memiliki cara berpikir dan berperasaan seperti wanita.
Ini salah satu hal yg sering memicu konflik. Saya dan banyak wanita rasanya harus belajar lebih banyak bahwa wanita diciptakan berbeda dengang pria, begitu pula sebaliknya..agar saling melengkapi dan menyempurnakan. Bukan untuk disamakan sehingga malah memicu konflik yang tidak diperlukan.
Jika pria dan wanita dalam rumah tangga mau belajar memperkecil ketiga kesalahan tersebut, rasanya akan mudah mewujudkan rumah tangga yang adem tentrem dan melimpah dalam kasih sayang. Semoga kita memiliki semangat untuk senantiasa bebenah diri menjadi manusia yang dewasa seutuhnya, menuju kesempurnaan karakter Kristus. Amin.Ini ada puisi yg indah Tulisan teman saya Femi, tentang Pria dan Wanita semoga makin membuat kita mengerti tentang peran pria dan wanita dalam rumah tangga.
Rabu, 25 November 2009
Sayaaang, Mamaa !!
“Farrel, kamu sayang Mama tidak?” tanya suami saya menginterupsi keasyikan Farrel (si Sulung) yang tengah mengacak-acak flashcard nya
“Enggak !” jawab Farrel dengan gaya cadelnya
Suami saya langsung terbahak-bahak dan berseru,”Wah, mamamu bisa patah hati tuh cintanya tak kau balas!”
Berhubung lelah mengamankan si Bungsu, Joshua yang tidak bisa diam saya hanya tersenyum terus duduk leyeh-leyeh (duduk setengah rebahan). Entah Farrel yang baru dua tahun itu menyadari bahwa jawabannya bisa saja melukai perasaan saya atau hanya suatu kebetulan dia menatap saya sambil tersenyum, lalu duduk di atas pangkuan saya dan memeluk erat. Saya membalasnya dengan usapan lembut di punggungnya…dia lalu mengangkat wajahnya menatap tepat ke mata saya. Kedua tangan mungilnya membelai lembut pipi saya sambil berkata,”Sayaaang mamaa! Muaaahh!” Lalu dia memeluk saya lagi lebih erat dari sebelumnya, saya pun membalas,”Mama juga sayang Farrel !”
Sekali lagi dia menepuk pipi saya, mengerling nakal dan memberikan kecupan kilat..Muaach..dan kembali meneruskan bermainnya.
Kalimat-kalimat yang keluar dari mulut Farrel memang masih terbatas. Bahkan kadang-kadang saya perlu waktu untuk menterjemahkan bahasa bayinya. Tapi pelukan dan kecupan nya mewakili banyak kata yang belum bisa dia ungkapkan dengan jelas. Bahkan kalau boleh jujur, getaran cintanya terus terbawa kemana pun saya pergi.
Betapa perbuatan dan sikap nyata jauh bermakna daripada kata-kata. Di sekeliling kita, banyak yang terbuai kata cinta hingga buta melihat suatu kenyataan yang sebaliknya. Banyak pula yang akhirnya menyadari ketika semuanya terlambat dan ada harga yang terlalu mahal untuk menebusnya.
Bagaimana dengan kita? Apakah perbuatan kita relevan dengan apa yang kita ucapkan? Ataukah jauh bumi dengan langit?
Apakah kita adalah orang yang membiarkan pasangan kita kesepian karena lebih asyik mengurusi hobi kita.. padahal mungkin di menit yang baru saja berlalu, kita mengucapkan,”I Love You?”
Apakah kita adalah orang yang gemar mengecewakan pasangan kita karena mengingkari janji, namun di saat yang sama mengucapkan betapa kita setia kepadanya?
Apakah kita orangtua yang gemar membohongi anak-anak kita, namun di saat yang sama mengajari mereka untuk jujur dan terbuka?..hati-hati, kejernihan hati dan kepolosan mereka tetap bisa menangkap ketidakjujuran kita lho
Apakah kita orangtua yang selalu menghimbau anak-anak untuk rajin beribadah, sementara kita sendiri enggan untuk melakukannya?
Masih banyak hal bertolak belakang yang tak mudah disebutkan satu per satu di sini, namun saya yakin…kita sudah sama-sama dewasa untuk bisa menelaahnya, bukan? Bahwa kita dituntut bukan hanya handal berbicara tapi tak mampu berbuat dengan baik. Karena perbuatan kita adalah bukti dari pengertian yang kita ucapkan.
^^^
Duh, sakit dua hari membuatku tak mampu merangkai kata-kata dengan baik, mudah-mudahan bisa ditangkap maknanya, ya?
Jakarta, 23 November 2009
^^^
Selasa, 17 November 2009
Mengenal bukan Mengira-Ngira
Iblis : “Tuhan seru sekalian alam, saya menuntut manusia ini menjadi teman abadi saya di Neraka. Karena selama hidupnya telah melakukan penyembahan berhala dengan cara meminta pertolongan kepada dukun dan dewa-dewa asing!” Bukankah tertulis :
Ephesus 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Demikian tuntutan yang dia bacakan bagi arwah manusia yang sedang di meja peradilan Negeri kekekalan.
Lalu diputar-Nya lah video rekaman kehidupan. Benar di sana manusia tersebut memang melakukan dosa yang didakwakan Iblis kepadanya.
Tuhan : “Melihat rekaman hidupnya yang tidak sempat mengakui dosanya dan bertobat, AKU mengabulkan tuntutanmu, Iblis!”
Manusia : “Tunggu dulu, Tuhan !! Jangan sampai ANDA salah memutuskan, rasanya ada yang terlewat dalam menilai video rekaman hidupku ini!”
Tuhan : “Pembelaan apa yang ingin kau ajukan, Manusia?”
Manusia : “Tuhan, semasa hidupsaya memang sering ke dukun untuk meminta pertolongan. Saya juga sering mengunjungi dewa-dewa asing tak dikenal. Karena menurut saya itu tidak salah.”
“Menurut pendapat saya, Tuhan bisa memakai siapa saja untuk memberikan pertolongan termasuk para dukun dan dewa-dewa asing itu”
“Jadi menurut saya (lagi menurutnya) apa yang saya perbuat tadi tidak bisa dikategorikan sebagai dosa yang membawa saya kepada kebinasaan. Tidak bisa, Tuhan!! Mohon ditinjau ulang!”
Tuhan : “Lho, apa kamu tidak mendengar pasal dan ayat yang dituntutkan Iblis tadi?”
Manusia : ”Iya, saya mendengarnya. Tapi kan saya tidak tahu kalau ada ayat yang menuliskan demikian? Saya bertindak berdasarkan perasaan dan keyakinan saya seperti yang saya sebutkan di atas!”
Tuhan : “Mengapa kamu sampai tidak tahu bukankah semua sudah tertulis dalam kitab suci, dan bukankah seringkali sudah didengungkan oleh hamba-hambaku di atas mimbar? Duhai manusia, hokum-Ku bersifat Mutlak dan Kekal tidak ada satupun yang bisa membatalkannya. Sekarang, enyahlah kamu dari hadapan-Ku!”
~ ! ~
Ilustrasi di atas hanyalah mewakili satu dari sekian banyak dosa yang tampaknya bukan dosa. Sesuatu yang tampaknya abu-abu karena menurut nalar atau pemikiran kita bisa dibenarkan.
Masih banyak hal lain yang tampak begitu rancu, sampai-sampai ada pernyataan seperti ini,”Dosa itu hanya TUHAN yang bisa menilainya. Kamu tidak bisa menilai apakah perbuatanku DOSA atau tidak bukan!”
Jika pernyataan tersebut adalah untuk menyatakan bahwa hanya Tuhan yang berhak menghakimi, maka saya setuju. Namun jika manusia sampai tidak tahu apakah yang diperbuatnya itu berdosa atau tidak. Maka sesungguhnya dia sedang mengira-ngira sebuah jalan untuk suatu tujuan yang masih semu juga.
Pendapat, perasaan dan keyakinan kita bukanlah kebenaran yang sesungguhnya. Bersifat subyektif dan tidak bisa dijadikan suatu pembelaan jika kelak kita ada di hadapan tahta-Nya..
Namun sayang sekali, seringkali kita memilih untuk berjalan berdasarkan pendapat, keyakinan dan perasaan kita tentang kebenaran tanpa mencari dasar yang menjadi pijakannya yaitu Firman Tuhan dalam terang pimpinan Roh Kudus.
Ketika kita mengira-ngira apakah sesuatu itu berkenan atau tidak berkenan kepada Tuhan, sebenarnya kita sedang berjalan dengan kebenaran yang kita ciptakan sendiri dan belum tentu sesuai dengan kehendak Allah. Dan kita tentunya tahu, jika kita berjalan di jalan yang tidak dikehendaki-NYA maka akhir dari perjalanan hidup kita adalah di dalam penghukuman
Pro 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Itulah sebabnya, perlu bagi kita untuk mengenal siapa TUHAN yang sebenarnya. Bukan dari kata orang, bukan dari hasil analisa kita (yang belum tentu benar), bukan pula dari penciptaan karakter Tuhan yang kita buat berdasarkan pendapat pribadi. Anda tahu, ini bisa berakhir kepada kebinasaan.
Hos 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
Kenali – lah TUHAN dari surat-surat cinta-NYA…di dalam Alkitab. Kenalilah DIA dalam persekutuan pribadi dan persekutuan jemaat raya. Kenalilah DIA ketika masa sukar datang menindis kita. Juga dimasa suka ketika hidup terasa ringan bersayap.
Pengenalan akan Tuhan itu sebuah proses yang berlangsung terus menerus. Dan diperlukan sikap yang konsisten didalam membangun hubungan pribadi dengan-NYA. Dibutuhkan kerelaan menyisihkan waktu terbaik untuk berdoa, kesediaan untuk menyediakan waktu terbaik untuk menyelidik Firman-NYA, dan ketaatan yang penuh di bawah pimpinan Roh Kudus.
Jika hidup manusia adalah sebuah perjalanan menuju kepada kekekalan, maka :
• Doa kita adalah sarana komunikasi untuk mendapatkan petunjuk dari Sang Pemilik Kekekalan itu.
• Alkitab adalah PETA yang menunjukkan jalan mana yang mesti kita tempuh, juga pelita bagi hati kita.
• Roh Kudus adalah Penolong bagi kita agar kita senantiasa berkemenangan
Semakin kita intens dalam berdoa, menyelidik Firman, dan akrab bergaul dengan Roh Kudus percayalah bahwa kita akan mengenali TUHAN melalui kacamata yang benar. Dan kita akan dipimpin-NYA melalui jalan-jalan yang benar bukan sesat.
Tuhan dan Firman-NYA adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita mencintai Tuhan tapi tidak mencintai Firman-NYA. Karena Tuhan dan Firman-NYA dalah SATU
Joh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Perhatikan kalimat ini : dan Firman itu adalah Allah. Firman = Allah, Allah = Firman. Saya tidak mengatakan Alkitab itu adalah Allah, saya mengatakan FIRMAN itu adalah ALLAH (mohon koreksi jika penafsiran saya salah – khususnya kepada yang berkompeten di bidangnya)
Mungkin seorang pembaca akan bertanya di dalam hatinya,”Ris, kamu sudah sukses mengenal Allah?’
Saya akan menjawab dengan jujur,”Belum sepenuhnya mengenal. Bahkan seringkali saya terkaget-kaget jika mendapati karakter-NYA yang di luar dugaan saya sebagai manusia. Masih sering terkaget-kaget ketika mendapati bahwa apa yang selama ini saya anggap benar, ternyata salah besar!”
Ketika saya menulis ini pun, ada seruan lembut di hati saya,”Masihkah kamu bergairah menyelidiki Firman itu, Riris?”
Ketika saya menulis ini..ada pertanyaan lembut di hati saya,”Masihkah kamu memiliki hati yang rela untuk dididik, diajar, dan dipimpin oleh Roh Kudus?”
Ketika menulis ini sebenarnya saya pun sedang diajar untuk seperti yang saya tulis. Saya menyadari siapa saya. Bahwa saya manusia yang masih dalam proses penyempurnaan namun masih jauuh dari sempurna. Dan setiap ayat Firman Tuhan yang saya pakai dalam tulisan saya ibaratnya pedang bermata dua…bukan hanya untuk teman-teman pembaca, tapi juga untuk saya yang menulis :
Ibrani 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Dan saya rasa setiap umat-NYA yang belajar melayani DIA akan bertekad seperti Rasul Paulus :
1Co 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Mudah-mudahan sedikit “latihan” menulis saya kali ini bermanfaat bagi teman-teman semua. Sehingga kita makin mengenal Allah secara pribadi bukan mengira-ngira atau berpijak dari pendapat orang lain, melainkan menyelidik dan mengalami kehadiran Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Mudah-mudahan kita tidak lagi mengira-ngira kebenaran, tapi menemukan kebenaran yang sesungguhnya .. hidup dan menghidupi kebenaran itu senantiasa.
Roh Kudus kiranya memberikan pencerahan dan penerangan ini lebih jauh kepada kita semua, melebihi segala akal, daya dan kemampuan saya untuk menyampaikan maksud dalam tulisan ini. Amin
Senin, 02 November 2009
Mama Dei
Sekalipun beliau bukanlah wanita karier dengan segala titelnya, tapi ada banyak hal unik dan penting yang bisa aku pelajari dari pribadinya. Sebagai seorang ibu, sangat menyayangi putra-putranya. Terasa sekali bahwasanya dalam berbagai kesempatan berusaha adil dengan kedua putranya. Sebagai seorang istri, beliau adalah wanita yang sungguh-sungguh melayani dan mengabdi kepada suami. Sebagai seorang oma, beliau adalah oma yang cerdas untuk cucu-cucunya. Sebagai anggota majelis gereja, beliau tetap menempatkan posisinya sebagai hamba yang siap sedia melaksanakan tugasnya.
Ketika pertama berjumpa (sebelum kami menikah), sama sekali tidak tampak usaha nya untuk membuat jarak. Bahkan sebaliknya, sebagai calon mertua Mama Dei terasa sangat hangat dan bisa menerima saya apa adanya. Rasanya adeeem getoo. Ketakutan, kejaiman, bahkan jarak musnah begitu saja ketika kami ketemu. Langsung klik dan klop. Seperti teman asyik untuk diajak ngerumpi, belanja, sampai dengan curhat.
Ketika kami menikah, dan beliau sempat tinggal bersama kami ketika kelahiran anak kami yang pertama, tentunya beliau banyak melihat kekurangan saya sebagai menantu. Tapi sama sekali tidak memihak kepada anaknya jika kami berselilisih paham. Bahkan seringkali beliau memberikan pandangan2 yang mendamaikan. Ketika saya tersudut dengan pola pikir suami yang salah, beliau tampil sebagai pembela dengan cara yang lembut dan penuh damai.
Pokoknya jauh deh dari image2 mertua yang seram. Usut punya usut ternyata beliau itu memelihara saat teduh dengan cara yang simpel. Berdoa, baca firman, menghapal ayat dan praktek.
Pantaslah kalau beliau menjadi wanita kecintaan banyak orang, paling tidak : suaminya, anak-anak, mantu-mantu, juga cucu-cucunya. Pantaslah kalau roh yang lemah lembut itu makin tampak nyata dan membuat kami-kami ini segan untuk membangkang, karena beliau selalu bernaung dalam otoritas Allah. Sebelum bicara, sebelum menasihati, sebelum bertindak, beliau senantiasa menyertakan TUHAN. Tidak mengandalkan kepintaran yang pas-pasan. Tapi sungguh merupakan contoh nyata kehidupan yang mengandalkan Tuhan.
Saya berharap, bisa seperti beliau. Menjadi Istri dengan roh yang lemah lembut dan perkasa. Dimana hati dan pikiran dipenuhi hikmat untuk berkata-kata, entah itu menasihati, menghibur, ataupun mendorong orang lain. Saya juga rindu memiliki kehidupan yang menjadi suratan terbuka bagi banyak orang. Suratan yang menuliskan banyak hal yang baik dan patut dijadikan teladan
Mama Dei tetaplah manusia biasa yang masih jauh dari sempurna. Tapi keseriusannya memenuhi panggilan sebagai wanita bijak, cukup memberikan energi dan pengaruh yang positif bagi saya seorang aktivis gereja... untuk terus menerus melakukan koreksi atas kekurangan karakter saya.
Tuhan Yesus, terima kasih, Kau berikan aku mama mertua yang bisa menjadi alat pengajaranMU menjadi wanita yang Engkau kehendaki. Berkati beliau, supaya terus hidup dalam naungan kasihMU dan tinggal dalam otoritasmu dalam setiap jam dan waktu. Supaya bukan hanya kami2 yang merasakan dampak dari kehadiran Mu atas nya, tapi setiap orang yang dia sentuh boleh semakin mengenal kehendakMU dalam suratanMU yang terbuka
Mama Dei, terima kasih : sudah mau terima saya sebagai menantu, dan mau mengajari saya banyak hal tanpa mama ajari. Doakan saya, supaya saya benar-benar menjadi Kristen seperti mama. Hidup untuk Kristus dimanapun dan apapun panggilan saya
I Petrus 3 : 1-5
1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
***
Kamis, 15 Oktober 2009
IKAN ASIN
Setelah menikah, ikan menjadi santapan hari-hari keluarga kami. Pasalnya suami berasal dari Manado, dan terbiasa menyajikan menu ikan dalam hariannya. Mau tidak mau saya melakukan koreksi selera, bahkan mulai belajar mengolahnya. Ikan yang saya sukai adalah ikan Tuna, selain tanpa duri, rasanya seperti daging sapi.
Untuk urusan memasak ikan – ikan itu, saya banyak belajar dari suami yang lebih piawai memasak masakan Manado. Mulai dari persiapannya untuk menghilangkan bau amis, hingga cara pengolahannya supaya tidak hancur ataupun terlalu mentah.
Ada kejadian yang cukup membuat pipi saya memerah ketika belajar memasak ikan laut. Sewaktu makanan sudah tersaji di meja dan suami menjadi jurinya, alisnya sempat mengerut, terus dia bertanya,”Gak pakai garem ya? Kok hambar?”
“Loh? Emang harus pakai garam? Bukannya semua ikan laut itu asin?” Jawab saya
“Kok bisa kamu berpendapat kalau semua ikan laut itu asin?” tanya suami
Dan saya pun menjawab dengan PeDe nya..”Lha, kan air laut itu asin, makanya semua yang dari laut pasti asin!”
Dan….meledaklah tawa suamiku waktu itu. Yah, saya baru tau kalau tidak semua ikan laut otomatis menjadi ikan asin. Hanya ikan laut yang melalui proses penggaraman sajalah yang menjadi ikan asin.
Ya .. ya.. pada akhirnya saya tahu, bahwa ternyata tidak semua telah saya ketahui..hehehe…
Seperti ikan laut yang tidak otomatis menjadi ikan asin, demikian jugalah manusia tidak bisa otomatis mengalami perubahan. Entah perubahan ke arah yang lebih baik ataupun ke arah yang lebih buruk. Semua tergantung pada pribadi masing-masing, apakah mau terpengaruh atau tidak.
Apakah kita mau menjadi pribadi yang “mati” untuk hal yang buruk atau hal yang baik. Jika kita menyadari bahwa perubahan pribadi itu tidak datang tiba-tiba, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga hati dan pikiran kita dengan penuh kewaspadaan.
Pro 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Sehingga kita bukan menjadi pribadi yang mudah hanyut dan tersesat, tetapi menjadi pribadi yang kuat dan membawa pengaruh yang baik. Bukan menjadi pribadi yang mudah diracuni, tapi pembawa penawar bagi yang keracunan. Bukan menjadi ikan mati yang diasinin, tetapi menjadi garam yang mencegah atau memperlambat proses pembusukan. Bukan orang yang mudah terseret dalam godaan malam, tapi menjadi terang bagi yang sedang tersesat.
Mat 5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Kamis, 08 Oktober 2009
Bencana Vs Murka Tuhan
Berhubung saya sedang larut dalam perasaan duka, dan sibuk dengan tissue dan airmata yang ikut jatuh, saya jadi tidak terlalu berminat berdiskusi atau menanggapi grenengan taman saya itu.
Benarkah bencana alam ini terjadi karena amuk murka-Nya? Begitu mudah marahkah DIA sehingga DIA membinasakan apa yang sudah DIA ciptakan? Hm…saya kok jadi punya analisa berdasarkan sedikiiiiiit pengetahuan saya tentang Alkitab yang berkaitan dengan hal ini.
Ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, maka sifat kekekalannya berubah menjadi kefanaan. Begitu juga tanah atau bumi yang ditingali mereka dan anak cucu mereka (termasuk kita) mewarisi kefanaan itu. Itulah sebabnya semua manusia akan mengalami kematian, dan segala yang ada dunia ini akan mengalami kebinasaan.
Jadi bencana, penderitaan, peperangan, adalah sesuatu yang sudah tertulis beribu abad yang lalu. Sekarang ini tinggal penggenapannya. Bahwa semua itu terjadi sebagai awal dari penderitaan zaman akhir.
Mat 24:6b sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Kalau boleh meminjam istilah bengkel, bencana alam itu seperti awal dari kerusakan mesin. Baru awal menuju kebinasaan yang sesungguhnya (baca : awal dari sekian banyak tanda kiamat)
Ketika kekekalan berubah menjadi kefanaan, maka berlakulah tanggal kedaluwarsa. Dan saya sangat meyakini bahwa segala sesuatunya sudah tercatat dalam buku-NYA. Bahwa di Padang akan terjadi gempa pada tanggal 30 Sept 2009 pukul 17.16 WIB sudah tercatat dalam buku-NYA sebagai tanggal kerusakan bumi di daerah Sumatera Barat. Dan jiwa-jiwa yang melayang bersamaan di tanggal tersebut juga sudah digariskan-NYA sebagai hari akhir perjalanan para musafir itu di bumi ini. Terbukti ada banyak cerita tentang orang-orang yang terselamatkan dari gempa tersebut melalui hal-hal kecil seperti yang tertulis di sini
Saya masih sangat meyakini bahwa kelahiran, jodoh, dan kematian seseorang adalah misteri Ilahi yang hanya diketahui oleh DIA dan para staff-Nya. Mengapa ada banyak orang di Sumatera Barat pada waktu itu di jam yang sama meninggal dunia serentak? Hanya DIA yang mengetahuinya..dan mengapa masih banyak orang yang hidup lolos dari jerat maut yang dibentangkan oleh gempa itu, tentunya Dimaksudkan-Nya untuk sesuatu hal yang baik.
Kalaupun pada akhirnya bencana itu memberikan kesempatan bagi para korban yang masih hidup untuk mengintrospeksi diri; saya menyebut hal ini adalah kebijasanaan yang diberikan TUHAN kepada manusia dalam menyikapi hal-hal buruk yang terjadi dalam hidupnya untuk kebaikan hidup selanjutnya.
Rom 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah
Saudaraku,
Lempengan bumi boleh saja meregangkan ototnya
Dan daya yang dihasilkannya boleh saja memporakporandakan segala yang hidup dan yang mati di permukaan ranah Minang
Kerentaan dunia ini boleh saja menyebabkan aus-nya poros bumi
Namun ketahuilah…semua ini sudah di gariskan sejak awalnya
Bukan karena Tuhan marah
Bukan karena Tuhan bosan dengan kita
Bukan…
Lihat lah dengan mata hatimu
Bahwa DIA tengah membentangkan tangan-Nya untuk memelukmu, menghiburmu, membebat luka dan trauma di hatimu
Lihatlah dengan keyakinanmu
Bahwa DIA pun ikut menangis bersamamu
Ikut merasakan dukamu
Ikut merasakan perih di hatimu
Atas kehilangan sanak keluarga
Atas terseraknya susunan impian-impianmu
DIA tahu ada ibu yang patah hatinya karena kehilangan anak dan suami
DIA tahu ada calon pengantin yang kehilangan mempelai lelaki atau perempuannya
DIA tahu..bahkan peduli dengan apa yang kalian rasakan
DIA tahu banyak anak yang harus menjadi yatim piatu
DIA tahu..tapi tak kan berdiam membiarkan kalian menjadi yatim piatu
Aku Cuma bisa berdoa, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan-Nya yang maha dahsyat bagi kalian
Sehingga kalian tetap sanggup tersenyum dan tegap menyongsong masa depan cerah yang sudah dipersiapkan-Nya bagi kita.
Amin.
Jumat, 02 Oktober 2009
Jakarta Bertabur Batik
Aneka rupa motif batik yang dikenakan dari yang sesuai pakem hingga yang sudah dimoderenisasi. Batik sesuai pakem yang saya maksud adalah batik-batik yang saya kenali, seperti : sido luhur, sido mukti, klawung, barongan, kembang jeruk, cirebonan, dan batik encim. Warna-warna yang dikenakanpun macam-macam dari yang original hingga yang sudah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain motif batik jawa, banyak juga yang melenggang dengan motif daerah yang tak kalah cantik, seperti motif ulos, songket palembang, dayak, kupang, dan lain sebagainya.
Jika dulu Batik hanya dikenakan di saat-saat resmi atau formal, kini tidak lagi. Desainnya pun sudah lebih berani dan lebih sesuai dengan tuntutan zaman.
Ternyata, batik tidak mengurangi kecantikan dan kegantengan para pemakai muda yang banyak saya temui pagi ini. Bahkan menurut saya…menambah kecantikan, kegantengan, dan lebih elegan.
Aura kebanggaan di wajah-wajah anak negeri pagi ini seperti menambahkan cahaya di wajah mereka.
Diam-diam saya bersyukur, bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman “kecurian” budaya oleh negeri tetangga. Saya bersyukur, karena ancaman itu akhirnya membawa penyadaran diri kepada seluruh anak negeri bahwa negeri ini kaya budaya. Budaya – budaya yang dulu malu diakui dan dibiarkan teronggok di sudut negeri, tiba-tiba menjadi begitu tampak berkilau dan berarti ketika ada bangsa lain yang coba-coba mencurinya dan mengakui bahwa itu miliknya.
Saya bersyukur, pada akhirnya pemuda-pemudi Indonesia pun sempat “mendidih” ketika negeri tetanga itu hendak mengklaim bahwa batik, tari pendet, bahkan musik-musik tradisional negeri ini menjadi milik mereka.
Dan hari ini ketika saya melihat banyak orang berlengggak – lenggok dengan busana batik, ada semangat persatuan yang muncul di dada saya, dan rekan-rekan saya yang mengakui perasaannya…hm…Darah saya seperti berseru-seru,”Yes, We are Indonesian..And Love Indoneisa Full !”
Mudah-mudahan, bukan hanya batik yang akhirnya kita cintai. Tapi juga tari-tarian tradisional, seperti : tari Serimpi, Tari Bondan, Tari Piring, Tari Tor-tor dsb…juga Musik-musik gamelan, angklung, kulintang, dsb..juga budaya-budaya negeri sendiri yang tak tersebutkan di dalam tulisan ini.
Yuk, kita lakukan apa yang bisa kita lakukan! Tidak perlu menunggu hingga ada yang mau ngaku-ngaku!! Mari kita mulai menginventarisir budaya kita dan mengamankannya. Dengan menginventarisir, kita akan sempat mempelajari dan mengamankannya dari tangan-tangan usil. Jadi tak perlu kita terkesiap dan merasa kecolongan lagi!
Bagaimana rekans? Apakah ada rasa bangga hari ini? Mari kita lanjutkan di aspek budaya Indonesia yang lainnya!!
Selamat Hari Batik!! Mari kita cintai negeri ini lebih dalam dari pada hari – hari yang telah lalu.
Jakarta, 2 Oktober 2009
Jumat, 28 Agustus 2009
Ya Rabi, ajarku bersyukur
menyadarkanku yang tersilap
mengajariku untuk memberikan harga yang tepat
bagi permata-permata yang kunilai seperti batu apung
dan emas perak yang kuanggap sama dengan perunggu
terlahir dari mataku yang tak henti melihat keindahan dunia
yang dimiliki sesamaku, namun aku tidak
tersebab rasa iriku hingga kubilang : ku tak beruntung
sering ku bertanya padaMU
mengapa kau beri mereka segala kepemilikan itu
dan tak mengizinkan ku memilikinya hingga aku merasa miskin?
aku iri dengan apa yang mereka miliki
aku iri dengan segala kemilau yang menghiasi
aku marah….merutuk tak henti
Kau Diam ..dan menjawab dengan caraMU
mereka datang kepadaku dan berkata
betapa beruntungnya aku
memiliki permata-permata
memiliki emas perak yang murni
bahkan bertanya, bagaimana bisa ku mendapatkannya
Oh oh..oh..rupanya leherku terlalu tinggi mendongak
Sehingga tak melihat berkat-berkat yang kupunya
berkat-berkat yang hanya bisa kudapatkan karena Engkau berkenan memberikannya
berkat-berkat yang jauh lebih elok dari apa yg selama ini kuingin memilikinya
Oh, tidak…ternyata aku tidak miskin
aku hanya tak mampu melihat harta kekayaanku
semua tertutup debu iriku, diikotori rasa tidak bersyukurku
ku menginginkan apa yang tidak aku punya
dan tidak mensyukuri apa yang aku punya
--------------------------------------
Ya Rabi, ajariku bersyukur bahkan disaat kehidupan tak memberiku alasan untuk bersyukur…karena pada hakikatnya setiap orang diberikan kebahagiaannya sesuai dengan takaran yang telah KAU tetapkan..dan semua itu terbaik bagi yang menerimanya. Sungguh Rabi, tak ada yang lebih bijak dari Engkau, Tak ada yang lebih berkuasa membuatku mengerti selaindari pada Mu
-------------------------------------
1Tim 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Senin, 10 Agustus 2009
Surat Untuk Anak-Anakku
Mengandung, melahirkan, merawat dan mendidik kalian adalah kesempatan dan anugerah yang sangat indah. Doa menjadi kegemaran kami untuk segala kebaikan kalian. Mengusahakan yang terbaik untuk kalian sekuat tenaga kami menjadi suatu semangat yang selalu baru tiap hari .
Maafkan kami, jika sebaik-baiknya usaha kami tentunya tidak bisa sepenuhnya memenuhi semua keinginan kalian..yang kami hanya bisa berjanji untuk mengutamakan kebutuhan kalian.
Bukan balasan materi yang kami harapkan untuk cinta yang kami taburkan di sepanjang usia kalian..bukan..kami berharap kalianpun mencintai kami , mencintai diri sendiri, juga mencintai sesama kalian
Kami tidak pernah meminta kalian untuk selalu menjadi juara kelas..tidak nak, tapi jadilah juara atas setiap persoalan hidup yang kalian hadapi. Jadilah juara atas kemarahan kalian, jadilah juara atas nafsu angkara murka, jadilah juara atas pikiran kalian sendiri.
Kebanggaan kami tidak akan luntur ketika kalian mengalami kegagalan, karena kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kami justru akan sangat bangga jika kalian tetap berjuang dan berjuang dan berjuang hingga cita-cita kalian berhasil meskipun harus melewati beberapa halangan, rintangan, bahkan kegagalan. Yang penting bagi kami adalah bagaimana kalian berusaha dengan penuh tanggungjawab…Jadilah pribadi yang ulet
Jadilah orang yang jujur dan bisa dipercaya didalam menjalani proses demi proses kehidupan yang akan kamu jalani. Hindarilah segala bentuk kecurangan, itu hanya akan membuat kesengsaraan batin dan hanya menerbitkan kebahagiaan dan kebanggaan semu.
Jadi … jangan hanya berpikir tentang hasil akhir..pikirkan lah tentang strategi jitu dan sportif dalam setiap proses aspek hidupmu.
Nak,
Kami tidak menuntut kalian menjadi seperti yang kami inginkan, kami mau menjadi sahabat dan partner bagi kalian di dalam mencari tujuan hidup dan cita-cita kalian. Jangan memilih jalan hidup dari kata orang..jangan pula memilihnya kerena dipilih oleh kebanyakan.
Ketahuliah Nak, bahwa masing-masing orang diciptakan untuk suatu alasan. Oleh sebab itu hiduplah dekat dengan sang Pencipta supaya kau tau alasanNYA menciptakanmu. Supaya kamu tahu apa pangggilan hidupmu…dan hiduplah di dalam panggilan hidup yang sudah digariskanNYA, niscaya kalian akan menuai keberhasilan hidup.
Nak,
Bersyukurlah jika Tuhan membekalimu dengan otak yang cerdas, pikiran yang tajam dan kritis, serta kecerdikan yang melebihi teman-temanmu. Tapi ingatlah satu hal..bahwa tidak semua masalah di dunia ini bisa diselesaikan dengan akal manusia belaka..Ada hal-hal lain yang hanya bisa diselesaikan dalam sujud doa yang tiada putus-putus.
Jika engkau ingin beruntung…hiduplah dekat dengan Sumber Keberuntungan. DIA hanya akan memberikan keberuntungan dengan orang-orang yang dekat denganNYA.
Sedari kalian muda hiduplah dekat denganNYA, kenali apa mauNYA dan hiduplah senantiasa dalam perjanjianNYA. Hanya itu yang membuat segala usahamu berhasil.
Aku dan papamu tidak bisa mendampingi kalian 24 jam sehari 60 detik dalam semenit, Tapi TUHAN ada di sisi kiri kananmu, depan belakangmu, bahkan atas bawahmu di sepanjang waktumu…jadi jangan dukakan hatiNYA dengan hal-hal yang tak disukaiNYA
Muliakanlah DIA senantiasa dengan mulutmu, dengan perbuatanmu, dengan segala hal yang ada padamu. Jangan menjadi orang yang tidak mempercayai keberadaanNYA….karena ini akan sangat mendukakan hati kami yang membesarkan kalian dengan doa-doa dan percaya kami kepadaNYA.
Nah…Nak…sekian dulu surat kami….lain kali jika ada uneg-uneg yang lain, kami pasti akan menyurati kalian kembali.
teriring doa dan cinta kami…
Mama dan Papa
Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. (Mzm 127 :3)
Kamis, 25 Juni 2009
Cium Tangan Cium Kening
1. Bagi Isteri
Ketika saya mencium punggung tangan suami, mengingatkan posisi seorang isteri. Bahwasanya seorang isteri wajib tunduk dan hormat kepada suami. Karena bagaimanapun keadaannya, suami tetaplah wakil Allah yang ditempatkan di sisi kita untuk melindungi, mengasihi, dan mengayomi kita.
Efesus 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
Bukan sekedar tunduk dan hormat, tapi juga menjaga kehormatan suami dengan tidak membeberkan aib atau kekurangan suami kepada khalayak ramai. Menjaga harga diri keluarga dengan cara memperhatikan tutur kata dan perilaku supaya menjadi orang yang bisa dipercaya di segala masa.
Amsal 31 : 11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Dengan mencium tangan suami, saya pribadi berharap terus menerus memperbaiki diri untuk menjadi wanita yang bijaksana. Ingat bahwa menjadi isteri berarti menjadi penolong bukan perongrong. Itu juga berarti harus rela dan bergembira ketika kami harus berbagi penghasilan (tidak membebankan semua urusan rumah tangga ke pundak suami) seperti ayat ini :
Ams 31:12, 17-18 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
Setinggi apapun status pendidikan dan jabatan seorang wanita di kantornya, di mata Allah posisinya tetaplah sebagai penolong, yang WAJIB hormat dan tunduk kepada yang ditolong yaitu suaminya.
2. Bagi Suami
Ketika membalas cium tangan dengan kecupan lembut di kening, mengingatkan posisinya sebagai kepala dan imam dalam rumah tangga. Kecupan lembut itu mewakili kalimat : aku mencintaimu isteriku, dan aku akan terus menjaga janji nikah kita hingga akhir hayat (masih ingat dengan janji nikah?). Mengingatkan posisinya sebagai pelindung bukan “petinju” yang melukai hati keluarganya.
1Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Ternyata jika seorang suami tidak bisa menghormati bahkan menyakiti hati isterinya, doanya akan terhalang alias tidak didengarkanNYA. Saya yakin bahwasanya hal ini juga berlaku bagi para isteri yang menyakiti hati suaminya. Karena sepasang kekasih mengikrarkan diri untuk menjadi suami isteri, maka di mata Tuhan menjadi satu daging.
Maka dari itu, 1Co 7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
Mudah-mudahan dengan menghayati falsafah cium tangan antar suami isteri ini, kami tetap mengingat posisi dan tanggung jawab kami. Sehingga saya tidak menjadi wanita yang mengepalai suami (meskipun atasnama emansipasi bisa dibenarkan), pun suami tidak lalai dalam menjalankan fungsinya sebagai Imam dan Kepala keluarga, sehingga tidak akan terjadi penyalahgunakan wewenang yang diberikan Tuhan kepadanya. Dia senantiasa menyadari bahwa suami adalah pelindung bukan ‘petinju’, dan dia adalah Imam , wajib hukumnya bagi seorang suami untuk hidup dekat dan takut kepada Tuhan. Karena tugas seorang imam adalah menjadi perantara antara yang diimami dengan Tuhannya.
Saya berharap, berangkat dari hal kecil yang didasari kebenaran alkitab ini…keluarga kami mampu berdiri teguh dalam berbagai keadaan, cuaca, dan kondisi. Saya sungguh berharap, rumah kami menjadi surga tempat dimana kami bisa berbagi kasih. Menjadi tempat yang selalu kami rindukan untuk senantiasa berkumpul. Amin
........tak terasa sebentar lagi memasuki usia pernikahan yang ke tiga. Masih banyak yang harus saya pelajari untuk menjadi wanita yang berkenan kepada Tuhan, masih banyak ego yang harus dipangkas untuk menjadi isteri yang rendah hati........
Selasa, 16 Juni 2009
Presiden dan Lilin-Lilin Natal
Sekarang ini, saya ingin bertanya kepada anda (juga anda Pak Butet)….jawablah dengan jujur di dalam hatimu.
1. Jika anda Presiden, bisakah anda mencegah segala macam bentuk kecelakaan baik di darat, laut, maupun udara?
2. Jika anda Presiden, apakah anda berkuasa untuk mencegah alam murka dan menolak segala bencananya?
3. Jika anda Presiden, apakah anda yakin TIDAK AKAN menambah jumlah hutang Negara?
4. Jika benar BLT itu dari dana hutang, saya juga ingin bertanya kepada anda (jika anda Presiden) apakah anda akan tetap TIDAK MENAMBAH hutang dan membiarkan rakyat menjerit karena kekurangannya?
5. Jika anda Presiden, bisakah anda mengentaskan semua kemiskinan di negeri ini?
Apa jawaban anda? Saya akan menjawab semua pertanyaan saya tersebut dengan jawaban TIDAK.
Rasanya tidak adil jika kita mempersalahkan seorang Presiden, untuk hal-hal yang terjadi di luar kekuasaannya. Dan rasanya jika kita berharap seorang Presiden (yang nota bene masih doyan nasi alias manusia biasa) bisa menuntaskan semua masalah di negeri ini.. maka kita tergolong orang-orang yang terkutuk
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Yeremia 17 :5
Ingat teman, Presiden bukan Tuhan, kemampuannya terbatas dan saya yakin, siapapun yang menduduki kursi kepresidenan mereka akan berjuang sepenuh hati, jiwa, dan raga untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini.
Dan sesuai dengan Firman Tuhan, dunia ini tidak akan tambah baik tapi akan terus bertambah sulit, maka percayalah : Siapapun Presidennya…TIDAK AKAN membuat dunia ini jadi lebih mudah. Karena sudah ditentukan demikian adanya dari sononya. Lantas mengapa harus ada Presiden? Supaya negeri ini tetap ada yang mengendalikan alias tidak liar.
Daripada kita sibuk mengkritik Presiden dan para pemipin untuk melakukan perubahan, mengapa kita tidak mencoba untuk mendayagunakan diri kita untuk menjadi berkat bagi orang lain? Maukah kita mengadakan perubahan sekalipun keciil?
Kita ini diumpamakan sebagai terang dan garam bagi dunia. Apakah kita sudah menyalurkan api terang itu untuk menerangi dan menghangatkan dunia ini? Sudahkah kita menggarami dunia untuk memperlambat proses pembusukan total di sana?
Pernahkah kita mencoba dengan sengaja memperhatikan lingkungan kita, dan mencoba berbuat sesuatu yang bisa kita lakukan? Ketika marak terjadi malnutrisi hingga gizi buruk pada banyak balita di negeri ini, benarkah tidak ada orang sekitar yang mampu berbuat sesuatu untuk membantunya?
Mari kita lihat kulkas kita.. adakah kelebihan tahu atau tempe yang bisa kita bagikan bagi tetangga kita yang tidak bisa memberikan makanan bergizi bagi anaknya. Adakah kelebihan beras yang bisa kita bagikan kepada mereka yang jelas-jelas kelaparan? Dan kepada kita yang sudah kelimpahan harta financial..pernahkah terpikir untuk memberikan fasilitas modal (total diberikan atau sekedar pinjaman tanpa bunga) bagi mereka yg kesulitan supaya mengalami peningkatan kesejahteraan hidup?
Berbuat baik itu mudah…tapi menjadi sulit ketika kita dihadapkan dengan ego kita. Sebegitu mudahnya sampai-sampai pikiran rumit kita seringkali tak mampu memikirkannya.
Temans, jadilah seperti lilin-lilin natal. Bagi anda yang pernah mengikuti perayaan natal yang masih menggunakan lilin dalam acara malam kudus, pasti bisa meresapi maksud saya. Ketika nyanyian malam kudus dikumandangkan biasanya lampu di ruangan dimatikan. Saya ingin bertanya, apakah semua jemaat menggunakan korek api untuk menyalakannya? Tidak, yang terjadi di sana adalah kesediaan untuk berbagi api kepada pemegang lilin yg belum menyala…begitu seterusnya sehingga ruangan gelap itu penuh dengan kerlap-kerlip yang indah.
Mungkin kita sudah memiliki lilin yang menyala (baca : banyak kelebihan) cobalah menyalurkan api itu kepada lingkungan yang memerlukannya. Mereka yang memerlukan bantuan itu ibaratnya jemaat dengan lilin yang belum menyala; memiliki potensi tapi tidak memiliki fasilitas untuk mengembangkannya. Apa salahnya kita membantu mereka dengan apa yang kita punya?
Mungkin terbetik dalam pikiran anda? Saya ini apanya pak SBY?.. saya bukan apa-apa beliau. Bukan saudara, juga bukan tim sukses beliau. Tulisan ini juga bukan untuk membela ataupun mengasihani beliau..saya hanya ingin mengajak teman-teman memandang suatu masalah dari sudut yang lain. Dan mudah-mudahan…tulisan yang sedikit belepotan ini bisa menginspirasi teman-teman untuk berbuat lebih bagi negeri kita tercinta ini.
Terlepas dari segala kekurangan dan kesalahan yang sudah diperbuat Presiden kita…rasanya menjadi bagian kita untuk tetap menghormati beliau sebagai pemimpin negeri ini, seperti tertulis :
Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. (Roma 13 : 2)
Tulisan saya ini juga tidak untuk menggiring teman-teman pada pencontrengan capres cawapres tertentu. Silahkan saja mencontreng yang sesuai kesukaan dan hati nurani masing-masing. Karena siapapun yang akan menjabat sebagai PResiden dan Wakil Presiden nantinya ; kita harus tetap memiliki semangat untuk melakukan perubahan. Percayalah, bahwa masing-masing kita dikaruniai Tuhan untuk memberikan warna bagi dunia yang sudah rusak ini. Mari kita warnai dengan perubahan-perubahan kecil yang bisa kita lakukan. Hal-hal kecil yang terkumpul akan menyajikan mozaik hidup yang indah bukan?
Senin, 08 Juni 2009
Mari kita MenyambutNYA dengan Sukacita
Menjadi seorang ibu juga berarti belajar mengenal sedikiiiiiit dari cinta Tuhan kepada kita yang majemuk.
Menjadi seorang ibu juga memberikan saya kesempatan untuk mencintai Tuhan lebih dalam lagi dari hari-hari yang telah lalu.
Yang membuat saya senang di saat pulang kerja adalah ketika kedua anak saya menyambut dengan muka yang gembira. Si kecil meloncat-loncat minta di gendong, sementara si sulung menarik-narik tangan saya ingin menunjukkan atau menceritakan sesuatu. Sambutan antusias itu yang membuat saya merasa semangat, padahal ketika masih di angkutan umum rasanya letih tak terkira..dan memimpikan kasur dan bantal. Tapi keadaan itu berbalik total ketika melihat tingkah polah anak-anak yang polos itu.
Tak jarang si kecil langsung berlari membuntuti kemanapun saya pergi, si sulung pun sering menggedor pintu kamar mandi kalau saya kelamaan (menurutnya) melakukan ritual mandi.
Cinta tulus dan sambutan antusias mereka membuat saya bergairah menemui mereka. Bukan itu saja, keriangan mereka menyambut saya (yang seringkali tidak membawa buah tangan bagi mereka) mengingatkan tentang sikap hati saya kepada Tuhan. Mengajari saya tentang sikap yang seharusnya kita bawa ketika kita menjumpaiNYA baik dalam doa-doa pribadi ataupun dalam ibadah raya.
Apakah kita bersukacita ketika akan menjumpaiNYA? Ataukah kita datang kepadanya dengan perasaan yang tawar hanya untuk menjalankan ritual keagamaan saja?
Banyak orang datang kepada Tuhan dengan suatu tujuan : entah itu berkat, pertolongan, kesembuhan, kebahagiaan, dan sebagainya. Ini tidak salah, karena Tuhan adalah pemilik dari segala yang baik. DIA adalah sumber berkat, pertolongan, kesembuhan, bahkan harapan.
Tapi, pernahkah kita berpikir, jika kita datang hanya karena tujuan tertentu itu membuat hubungan kita denganNYA akan rentan dengan kekecewaan dan berujung kepada penolakan serta berakhir dengan pemberontakan? Mengapa? Karena seringkali Waktu Tuhan itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Sehingga, banyak orang yang gugur imannya ketika dalam masa penantian.
Lalu, bagaimanakah seharusnya sikap kita di saat mendatangiNYA?
1. Seperti Anak-Anak
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."(Luk 18 :17)
Anak-anak menyambut orang tuanya karena mereka mencintainya dan percaya bahwa orangtuanya pun mencintai mereka. Anak-anak kecil (kecuali yang sudah dibiasakan) bergembira bukan karena apa yang dibawa oleh mama papa mereka..mereka bersukacita murni karena kedatangan mama papanya. Anak-anak itu juga tahu bahwa semua kebutuhan mereka diperhatikan dan diusahakan sebaik-baiknya oleh orangtua mereka. Itu sebabnya mereka tidak pernah kelihatan murung ataupun berbeban berat..mereka PERCAYA sepenuhnya
Demikian pula dengan kita, ketika kita datang kepadaNYA datanglah karena kita mencintaiNYA dan kita yakin DIA pun mencintai kita. Marilah kita belajar untuk menghampiriNYA dengan sikap bahwa Tuhan adalah pribadi yang menyenangkan untuk kita hampiri. Dan PERCAYA bahwa ketika kita menghampiriNYA segala kebutuhan kita diperhatikanNYA.bahkan.lebih dari itu sukacita kita pun akan meluap-luap karenaNYA.
2. Datang Dengan Sukacita
Mzm 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
Seringkali orang datang dengan sikap yang terbalik..menginginkan sesuatu dari Tuhan, lalu bergembira ketika keinginannya terkabulkan. Apa yang terjadi jika keinginannya tidak dikabulkan atau di pending sementara waktu oleh Tuhan? Orang-orang yang beribadah kepada Tuhan dengan maksud dan tujuan melulu untuk berkat dan pertolongan…akan mudah bersungut-sungut dimasa penantiannya dan mudah sekali meninggalkan imannya karena kecewa ketika mendapati jawaban doanya berbeda dengan yang dia harapkan.
Dari ayat ini kita belajar, bahwa kalau kita bergembira karena TUHAN, maka DIA akan memberikan kepada kita apa yang dinginkan hati kita. Kegembiraan karena Tuhan ini tidak muncul dengan sendirinya. Butuh proses untuk belajar untuk mengenalNYA. Dan hal ini hanya bisa kita dapatkan ketika kita terus menerus mencari WajahNYA..bukan semata-mata TanganNYA, sobat.
Psa 27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Ada apa dengan wajah Tuhan, sehingga tertulis Firman Carilah Wajah-KU? Di dalam wajah setiap manusia memancarkan “Ekspresi” yang mewakili isi hati. Kita tentunya akan dengan mudah menebak dan membedakan mana isi hati orang yang bergembira dan mana yang berduka, manakah yang sedang berkenan atau kah mana yang tidak? Demikianlah dengan mengenali WajahNYA diartikan mencari tau tentang hal-hal yang DIA ingin kita lakukan dan mana yg tidak. Jika kita terbiasa mengenali ekspresi Tuhan melalui FirmanNYA, maka dengan mudah kita akan bergembira karenaNYA. Dan kalau DIA sudah disukakan karena kita..maka yakinlah.. TanganNYA yang kita harapkan akan dengan ringan terlulur memberikan pertolongan bagi kita.
Ada apa di dalam tangan Tuhan ?
Pro 3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
3. Datang Karena Ingin Bertemu Tuhan (Ini lebih dari Cukup)
Seringkali, dalam masa pergumulan yang sangat berat, saya tidak sanggup berdoa dengan bahasa sehari-hari. Saya tidak punya kalimat yang tepat untuk mengadukan situasi dan kondisi yang sedang saya hadapi.
Ketika masa itu tiba..saya datangi DIA karena saya ingin bertemu dengan DIA. Karena saya tahu, ketika saya merindukanNYA, mencariNYA seperti permata, saya akan menjumpaiNYA. Dan ketika saya berjumpa denganNYA saya tahu..bahwa DIA bukan pribadi yang tidak peduli dengan masalah saya. Saya tahu, Pribadi yang saya cari dan temukan adalah Pribadi yang sangat perhatian dan mencintai saya. Sehingga..ketika saya bertemu denganNYA…cukuplah itu untuk mengatasi semua masalah saya…hati yang terbelenggu beban dilegakanNYA..asa yang mulai pupus dihidupkanNYA kembali..iman yang mulai hancur dibangunNYA menjadi utuh.. dan ketika iman saya utuh…saya tahu..sesuatu yang dahsyat terjadi dalam hidup saya dan teman-teman semua.
Yesasa 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Selalu ada harapan baru ketika kita berjumpa denganNYA…datanglah kepadaNYA dengan sukacita dan mulut yang penuh dengan puji-pujian.
Senin, 25 Mei 2009
Mengapa Orang Percaya Menderita?
Tulisan saya mengenai ,”Apakah Tuhan Benar-Benar Diam” menuai beberapa komentar dan pertanyaan. Baik itu komentar di dalam blog ataupun melalui jalur pribadi (email ataupun sms). PErtanyaannya tentu saja masih seputar mengapakah Tuhan membiarkan orang-orang percaya mengalami penderitaan dalam bidang : keuangan, kesehatan, keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya.
Kita tidak menutup mata bahwa krisis global yang baru-baru ini menyerang bagai angin topan melancarkan serangannya tanpa pandang bulu. Tak peduli apakah dia adalah orang benar, ataukah seorang yang tidak mengenal kebenaran. Sebagai akibatnya, muncullah penderitaan-penderitaan dalam banyak bidang. Yang lebih parah lagi timbulah rasa tawar hati. Perlukah kita tawar hati ketika kepahitan hidup merundung kita? Untuk apakah Tuhan membiarkan kepahitan (baca : penderitaan) itu menimpa kita?
Yohanes 15 : 1-8, ayat ini mengingatkan kita tentang tujuan hidup anak-anak Tuhan. Tujuan hidup kita adalah supaya berbuah bagi Tuhan. Sedangkan yang dimaksud dengan berbuah adalah melakukan perbuatan baik :
Titus 3 : 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
Efesus 2 : 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
1. Penderitaan yang Menimpa Orang Kristen Yang Belum Berbuah
Ada banyak orang Kristen yang hidup santai tanpa tujuan. Beragama Kristen tapi tidak memancarkan sinar Kristus dalam kehidupan kesehariannya malahan memilih untuk tetap melakukan hal-hal yang tidak diperkenan oleh Tuhan (baca : berdosa). Tidak memiliki kerinduan untuk mengenal Allah dan kebenaranNYA lebih dalam lagi. Kepada orang-orang ini Tuhan melakukan tindakan pendisiplinan. Supaya mereka menyadari makna panggilannya sebagai murid Kristus. Bagi orang-orang seperti ini, penderitaan ibaratnya suatu proses pembersihan benalu (dosa, kebiasaan buruk yang melilit dan mengikat) pada carang-carang anggurNYA.
Apakah Tuhan kejam? Tentu saja tidak, mari kita renungkan ayat ini :
Ibrani 12 : 5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
Ibrani 12 : 6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Jika Tuhan adalah Bapa, maka sebagai anak kita pasti menerima peringatan ketika kita bersalah. Ketika kita mengabaikan peringatan, maka Tuhan akan menghajar kita dengan kasihNYA, tidak juga cukup dihajar..maka tak segan Tuhan menyesah kita dengan penderitaan yang jauuh lebih berat.
Ketika Tuhan memperingatkan, menghajar dan menyesah kita karena kesalahan kita, bukan untuk membuat kita menderita tapi justru menyelamatkan kita dari murka Allah yang membinasakan kita. Karena Allah itu setia dengan janji NYA dan tidak bisa mengingkari satu pun dari janji-janji dan peraturan yang DIA buat. JIka Tuhan membiarkan kita terus menerus hidup di dalam dosa, maka sesungguhnya TUHAN sedang membiarkan kita memilih jalan kebinasaan. Bukankah Upah dosa adalah maut?
Dan sebaliknya : ketika kita sadar dan bertobat karena peringatan, hajaran, dan sesah yang DIA berikan.. maka selain kita selamat dari maut yang kekal; kita bisa menikmati seluruh janji-janji Allah. Bukankah hanya orang-orang yang hidup benar akan menikmati janji Allah?
Yoh 15 : 7; Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
2. Penderitaan Yang Menimpa Orang Kristen Yang Sudah Berbuah
Tak jarang pula kita mendapati orang-orang Kristen yang sudah hidup saleh mengalami penderitaan. Mereka sudah benar-benar memperhatikan hidup mereka, bahkan t erlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Tapi mengapa masih juga mengalami penderitaan?
Penderitaan yang diizinkan menimpa orang saleh, berguna untuk menguji keimanan dan kesalehannya. JIka dia tahan uji, maka orang -orang ini akan naik ke tingkat yang lebih tinggi.
1Kor 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
1 Kor 3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Kenaikan tingkat ini bisa berupa :
- Pengenalan Allah yang semakin dalam dan tinggi
- Berkat-berkat jasmani
- Hikmat yang lebih tinggi dari pada sebelum mengalami penderitaan
Jadi temans, tidak semua penderitaan terjadi karena kesalahan atau dosa kita. Bisa jadi penderitaan itu dipakai Tuhan supaya kita berbuah lebih banyak (baca : naik tingkat rohani ke level yang lebih tinggi)
Penderitaan yang terjadi bisa juga dipakaiNYA untuk mempersiapkan kita menerima berkat-berkat yang lebih besar. Karena dalam penderitaan umumnya orang akan tekun mencari DIA, dan dalam pertemuan dengan Tuhan akan menghasilkan pengertian yang baru tentang kebenaran FirmanNYA. Pengertian ini akan membawa dampak kepada perbaikan karakter seseorang. Dan karakter yang dewasa menghasilkan keteguhan iman dalam segala cuaca dan kondisi. Sehingga..ketika ujian yang datang berupa berkat (hujan) tidak akan membuatnya terhanyut dan jauh dari TUHAN.
Sebagai penutup ingin saya sampaikan. Apapun motivasi Tuhan mengizinkan penderitaan menimpa seseorang (entah karena bersalah atau karena sedang diuji) semua dilakukanNYA karena kasihNYA, karena kerinduanNYA memberkati kita yang jauuh lebih besar daripada kerinduan kita untuk mendapatkan berkatNYA. Tuhan memakai segala sesuatu untuk mendatangkankebaikan bagi orang-orang yang mengasihi DIA.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.u
Roma 8 : 28
Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua!
Kamis, 07 Mei 2009
Apakah Tuhan Benar-Benar Diam ?
Setelah berteriak-teriak (baca : Berdoa Sungguh-sungguh) untuk mendapatkan keadilan, ternyata keadaan tak jua segera membaik. Bahkan kalau boleh jujur ada yang merasa "dibiarkan" oleh Tuhan. Seolah Tuhan tidak peduli dengan kesesakan kita, seolah Tuhan juga tidak jijik dengan perbuatan jahat lawan kita. Diam..hening..tak bergeming.. mungkin itu yang membuat kita merasa "diabaikan".
Benarkah Tuhan mengabaikan kita? Ataukah Tuhan sudah kehilangan Otoritasnya untuk membalas orang-orang yang berbuat jahat terhadap kita? Jika semua jawabannya TIDAK, lantas mengapa Tuhan seolah membiarkan orang-orang baik dan benar menderita karena kesemena-menaan sesamanya?
Hari ini, bacaan alkitab setahun saya sangat menghibur dan menjawab pertanyaan2 saya. Setidaknya saya tahu bahwa sesungguhnya TUHAN tidak cuek dengan apa yang kita alami dan rasakan. DIA juga bukannya tidak peduli dengan kejahatan orang2 di sekeliling kita.
Mzm 10 : 1-13
menceritakan betapa banyak kejahatan yang dialami oleh Raja Daud; Bahkan saking jahatnya mereka berbuat seolah2 Tidak Ada Allah, kalaupun ada..Allah Tak lagi berotoritas untuk menuntuk balik kelakuan jahat mereka kepada para yatim dan kaum tertindas.
Tapi bersyukurlah, ternyata Allah kita adalah Allah yang tidak pernah berbayang perubahan. Dia tetaplah Allah yang berpihak kepada orang-orang benar yang tulus hatinya. Dia mengerti sungguh kesusahan dan sakit hati kita
Pslm 10 : 14 Tetapi Engkau melihatnya; Kauperhatikan kesusahan dan sengsara, dan selalu siap untuk menolong. Orang yang tak berdaya menyerahkan diri kepada-Mu, Engkau selalu menolong orang yang miskin. (Alkitab terjemahan bebas : IBIS)
Mengapa? Karena kita ini adalah biji mata yang sungguh berharga bagi TUHAN. Dalam pasal yang lain Pemazmur menuliskan Bahwasanya sekalipun banyak rancangan jahat yang ditujukan bagi orang benar, tidak akan menghancurkan orang benar. Semua rancangan jahat itu akan berbalik menikam mereka seperti senjata makan tuan.
Psa 37:14 Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
Psa 37:15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan.
Intinya : Tuhan tidak pernah tinggal diam jika orang benar diusik. Dia juga tidak pernah kehilangan otoritas untuk melakukan pembalasan. Hanya saja...waktuNYA seringkali tidak sesegera yang kita inginkan.
Isa 30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
Jadi temans, kalau sekarang ini Tuhan seolah diam dengan segala hal buruk yang kita alami. Sesungguhnya dia tidak benar2 diam. DIA ada bersama - sama dengan kita dan turut merasakan apa yang kita rasakan. Bekerja dari dalam menguatkan kita, memproses kita, dan menjadikan kita manusia baru melalui tahapan yang sama sekali tidak enak bagi daging kita.. Supaya kita : lebih intim dengan Tuhan, belajar sabar, menjadi pribadi dengan karakter yang lebih indah, dan lebih siap mendapat berkat yang lebih besar?
Wah..apa hubungannya dengan berkat yang lebih besar? Berkat yang besar disiapkan untuk orang2 yang telah siap dan matang. Kesiapan dan kematangan ini yang membuat seseorang tidak menjadi goyah ketika hidupnya penuh dengan berkat2 baik itu berkat jasmani ataupun rohani.
Tuhan tidak akan memberikan berkat tanpa mempersiapkan terlebih dulu penerimanya. karena ketidaksiapan menerima berkat, justru bisa membinasakan. Kesiapan yang dimaksud cenderung mengarah kepada kesiapan karakter sang penerima berkat.
Mau terima berkat besar? Jangan berontak ketika Tuhan memproses kita melalui hal2 yang tidak enak, temans! Lakukan saja apa yang menjadi bagian kita, selebihnya..biarkan Tuhan bertindak bagi kita.
-----------setelah susah payah merangkai kata2, mudah2an tulisan sederhana ini menguatkan dan menjadi berkat bagi kita semua----
Rabu, 18 Februari 2009
KEKUATAN CINTA
"sebuah penyederhanaan hukum yang rumit"
Cinta, suatu tema yang tak lekang dipeluk panasnya zaman; juga tak lapuk oleh hujan dalam musimnya. Cinta memiliki kekuatan yang maha dahsyat, sanggup memutarbalikkan suatu keadaan dan hukum yang berlaku di dunia ini. Cinta... yang karenanya bisa timbul perang..juga perdamaian.
Hanya cinta Tuhan dan cinta kepada Tuhan yang sanggup menciptakan segala keindahan, menaklukkan benci dan dendam, mengubah sengketa menjadi perdamaian, dan mengubah permusuhan menjadi persahabatan yang erat, bahkan sanggup mentobatkan ribuan pendosa.
Ya, dalam pelayananNYA, Tuhan Yesus mengajarkan KASIH sebagai hukum yang utama dan terutama. Suatu hukum baru (karena terlahir di zaman perjanjian baru) untuk menyempurnakan hukum yang lama (Hukum taurat).
Mat 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Seperti kita ketahui semua, bahwa YESUS sebagai manusia sudah menjalankan misiNYA dengan sempurna. Melaksanakan seluruh hukum TUHAN (baca hukum taurat) dengan sempurna tanpa cacat cela. Diharapkan, dari kesempurnaanNYA timbul semangat untuk meneladani kehidupan Kristus yang sempurna pula. Manusia diminta melaksanakan hukum taurat dengan sempurnaa????? Mungkinkah??
Dalam satu diskusi, kami bertanya kepada mentor, mengapa sih mesti ada hukum kasih setelah Tuhan Yesus hadir ke dunia ini? Bukankah itu hanya akan membuat orang berprasangka kalau Tuhan itu akan meniadakan hukum taurat? Mengurangi isinya (dari 10 menjadi 2) ?? Ho ho ho...tunggu dulu.. ternyata sebenarnya Hukum Kasih bukan hukum baru untuk meniadakan yang lama. Tetapi suatu hukum sederhana untuk memungkinkan pelaksanaan hukum yang rumit (10 hukum taurat).
apa sih isi hukum taurat? 4 hukum taurat yang pertama (Keluaran 20 : 3-8) tentang kewajiban kita kepada Tuhan. 6 hukum taurat yang kedua (Keluaran 20 : 12-17) berbicara tentang kewajiban kita kepada sesama manusia. Setahu saya setelah membaca lanjutan dari kitab keluaran ini, banyak sekali peraturan yang ditulis oleh Musa (diilhami Allah sendiri mestinya) jangan ini jangan itu, jangan begini jangan begitu... disertai hukuman -hukuman yang menakutkan seperti dirajam, dilempari batu sampai mati, dan segala hal yang menjurus pada hukuman fisik.
Mengapa banyak sekali yang gagal melaksanakan hukum taurat dengan segala pernak-perniknya. Jika "begini" maka kamu "anu" hukumannya "itu"... dst. Karena ada dua sebab :
1. Manusia pada dasarnya mudah sekali lupa (mana sanggup disuruh menghapal segitu banyak aturan?)
2. Manusia pada umumnya tertantang untuk melakukan pelanggaran (semakin dilarang semakin diperbuat)
Itu sebabnya Tuhan Yesus menggenapi semua hukum yang rumit itu dengan satu kata yaitu "KASIH". Tuhan Yesus seolah ingin mengatakan kepada kita bahwa kita sangatlah mungkin melaksanakan semua hukum TUHAN hanya dengan KASIH. Seperti saya tulis dalam prolog saya..KASIH atau CINTA memiliki kekuatan yang maha dahsyat bahkan Salomo sendiri pernah menulis :
Kidung Agung 8 : 6b
karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Tuhan Yesus tidak mau kita melaksanakan sesuatu karena Takut Hukuman, atau berharap Imbalan (baca : pahala) Dia ingin kita melaksanakan semua Hukum Tuhan karena CINTA, karena dalam CINTA ada kekuatan untuk berubah dan mengubah. Maka dirangkumlah 10 hukum taurat yang rumit itu menjadi 2 yaitu HUKUM KASIH, yang berbunyi :
Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Inti sari dari hukum itu adalah, jika kamu ingin hidup berkenan kepada Tuhan maka laksanakanlah seluruh hukum Tuhan. Dan supaya kamu bisa melaksanakan seluruh hukum2NYA tanpa merasa "disalibkan" atau terbebani maka laksanakanlah semua hukum itu dengan hati yang penuh CINTA (KASIH)
Bukankah orang yang mencintai sesuatu atau seseorang akan memiliki energi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan orang yang dicintainya? Bukankah orang yang mencintai seseorang juga akan menjauhi hal-hal yang tidak disukai oleh orang yang dicintainya? Bukankah orang yang jatuh cinta memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan-perubahan yang baik dalam hidupnya?
Oleh sebab itu : kenalilah siapa TUHAN itu? Mintalah KASIH - NYA menyentuh hidupmu. Karena tanpa disentuh KASIH-NYA seseorang tidak akan tahu seperti apa rasanya dikasihi. Dan orang yang tidak pernah tahu bagaimana dikasihi akan sulit untuk mengasihi. Jika hatimu sudah tersentuh oleh kasihNYA.. peliharalah itu dengan saksama, supaya akan selalu ada kehidupan di sana
Pro 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Ingat satu hal lagi, bahwa hukum kasih merupakan satu hukum yang tidak terpisahkan. Jika kita mau mengasihi TUHAN, maka TUHAN mau kita juga mengasihi sesama kita manusia. Saya tegaskan, sesama manusia, bukan manusia yang kita pilih2 untuk kita kasihi.. tapi sesamamu manusia, baik itu yang berbuat baik pada kita juga kepada mereka yang sudah berbuat jahat kepada kita. Karena sia-sia kita mengatakan kalau kita mengasihi TUHAN, tapi membenci sesama kita (siapapun dia)
1Jn 4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah PENDUSTA, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
CINTA memberikan kekuatan untuk kita melakukan hal-hal yang luar biasa. Biarlah CINTA kita kepada ALLAH dan Sesama terus bertumbuh, sehingga kita semakin berkenan dan sempurna di hadapan Allah.Dan sekiranya CINTA menjadi VIRUS yang GANAS...maka terciptalah dunia baru yang penuh dengan kedamaian dan penghormatan yang sungguh kepadaNYA
Ini hanyalah renungan singkat untuk Valentine day yang baru saja lewat. Bahwa dengan CINTA kita BISA....
=====================================
Melakukan sesuatu karena CINTA jauh lebih MUDAH dibandingkan karena suatu alasan
Tidak melakukan sesuatu karena CINTA juga jauh lebih mudah dibandingkan karena suatu HUKUMAN
=====================================
Selasa, 27 Januari 2009
Memang kenapa kalau ke Puskesmas?
Yang saya lihat waktu itu : pelayanan yang kasar dan tergesa-gesa, membuat kami merasa menjadi orang-orang kelas dua atau orang-orang pinggiran. Belum lagi ngantrinya ngaujubileee...yang sakit bisa tambah senewen. Jujur ramainya pasien membuat saya berpikir ada yang salah diagnosa dan salah obat gak ya? Kalau iya bagaimana? Jadi sampai saya besar saya masih beranggapan sama tentang PUSKESMAS yaitu : Pelayanan Kesehatan Masyarakat kelas dua, dan rentan adanya malapraktik.
Hingga akhirnya TUHAN menjungkirbalikkan pikiran saya yang SALAH total sampai-sampai saya jadi mengucap syukur kepada TUHAN yang sudah memberikan kepada saya sistem pemerintahan yang baik sehingga menyediakan PUSKESMAS. (Saya tidak sedang menjadi JUBIR Partai manapun lho!!)
Begini ceritanya :
Minggu lalu sebelum gajian, uang kami sudah menipis ..(cerita lama...yang saya yakin akan segera berakhir dengan berkat melimpah). Anak kedua kami tiba-tiba ruam seluruh badan dan separuh mukanya. Didahului 2-3 hari sebelumnya demam tinggi. Yah, anak kami terserang CAMPAK. Kami panik, otak kami berputar keras memikirkan solusinya. CAMPAK kan penyakit yang tidak bisa dipandang remeh. Salah pengobatan bisa FATAL akibatnya.
Malam itu kami cuma bisa berdiam diri di hadapan TUHAN. Membawa ATM kami, Isi dompet kami, dan List keperluan yang harus kami penuhi selama seminggu sebelum gaji kami terima.
"Bagaimana ini Tuhan? Apa yang harus saya perbuat? Duit kami sudah tipis sekali. Gajian masih seminggu lagi, sementara banyak kebutuhan yang harus kami penuhi? How..Howw..How??"
Tiba-tiba dalam hati (atau pikiran) saya "Besok pagi ambil cuti, bawa ke PUSKESMAS!"
Saya bilang ke suami.."Besok kita ke PUSKESMAS!" Dan dia ACC dengan apa yang saya katakan
Pagi-pagi setelah pengambilan nomor dan pendaftaran kami berangkat ke PUSKESMAS terdekat. Jujur, ada terbesit Sedih dalam hati saya.."Ya ampun, ke PUSKESMAS? Sampai segini 'jatuh'-kah kami sehingga kami tidak mampu lagi ke RS biasanya dan ke Dr Anak langganan kami? Samapai segini 'jatuh'kah kami? Sampai-sampai harus ke pelayanan kesehatan masyarakat kelas dua?"
Dalam hati saya ada yang menginterupsi,"Memang kenapa kalau ke Puskesmas?"
Jawabannya adalah dengan flash back memory masa kecil saya tentang tempat itu. Saya tambah sedih. Setibanya di PUSKESMAS suami saya menunjuk ke arah dimana kami harus mengantri. Saya cukup terkesima dengan pemandangan di sana : "POLI ANAK DAN BALITA"..bersebelahan dengan "POLI GIZI"..ketika saya melayangkan ke lantai atas, cukup terbaca "RUANG INHALASI".."RADIOLOGY".. "LABORATORIOUM". "RUANG USG 3D" , "RUANG USG 4D"
Kelengkapan fasilitas yang hampir sama dengan RS swasta yang sering kami datangi. Tidak tahu mengapa, saya masih sedih saja (di dalam pikiran saya yang lalu, RS swasta pasti the best lah).
Ada interupsi lagi ketika pikiran saya sedang sibuk seperti itu,"Siapa sih yang menyembuhkanmu dan anakmu?"
saya merasa ada nada cemburu di sana. Saya mulai menangkap sebuah pelajaran..Bahwa dimanapun kita berobat (asal jangan ke Dukun) Tuhan lah yang sesungguhnya memberikan kesembuhan. Tak peduli di RS swasta, tak peduli di Puskesmas, di klinik Bidan... asal ada penyertaan TUHAN di sana..maka pasti ada kesembuhan. Rupanya TUHAN sedang memangkas kefanatikan saya yang salah tentang RS dan PUSKESMAS. Bahkan kalau TUHAN berkenan dan Iman kita bulat maka hanya dengan berdoa saja maka segala penyakit itu bisa disembuhkan. Mata saya mulai menghangat..tapi saya harus menahannya sekuat tenaga.
Ketika mata saya melihat sekumpulan orang yang mengantri, lagi dalam hati saya bersuara,"Kamu pikir TUHAN akan membuat mereka semua yang datang ke sini mendapatkan OBAT YANG SALAH dan SIA-SIA??" Lagi-lagi saya hanya bisa terdiam. "AKU mengasihi mereka juga lho! Yang berkerudung itu, yang pakai tanktop itu, juga kamu dan anakmu!"
Ya yaa.. saya tahu sekarang...TUHAN tidak akan membiarkan PUSKESMAS ITU berdiri kalau hanya untuk membinasakan nyawa orang. TUHAN tidak akan membiarkan PUSKESMAS ITU berdiri kalau hanya untuk memberikan obat yang sia-sia kepada banyak orang.
Ada kejutan lagi...
Ketika kami harus menebus resep, rupanya tidak boleh di tebus di apotik lain selain di PUSKESMAS. Selesai proses peracikan, saya bertanya kepada petugas,"Berapa?".. PETUGASNYA bengong..terus buru-buru menjawab, "GRATIS, BU!" Ya ampun..saya kaya TARZAN yg masuk kota jadinya.. bengong sebentar dan berlalu begitu saja lupa mengucapkan terima kasih. heheheee...
Ketika saya pulang ada nyanyian syukur, bukan karena pengobatan GRATIS itu saja..tapi karena TUHAN memberikan pengetahuan yang baru dalam memandang kehidupan ini.
Gak usah malu ke PUSKESMAS, karena ternyata TUHAN jg ada disana untuk menyertai para dokter dan para medis yang bertugas supaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dan Jangan lupa untuk berdoa bagi mereka yang melayani dalam bidang kesehatan (Dokter, Bidan, Perawat, Petugas Kesehatan yg lain) supaya mereka tetap memiliki hikmad dalam mengambil setiap tindakan, sehingga jauh dari tindakan yang malapraktik.
Mudah-mudahan ini menjadi berkat. Dan membawa info baru tentang tempat yang dulu saya pernah bersumpah untuk tidak mendatanginya.. hihihii
Selasa, 16 Desember 2008
Kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
na nanananana..nanana nana...
Reff lagu kepompong ini memberi pelajaran yang singkat dan mendalam tentang persahabatan. Memang benar, idealnya persahabatan itu membawa dampak yang baik, yaitu perbaikan karakter masing-masing pribadi yang bersahabat (mengubah ulat menjadi kupu-kupu). tak bisa kita pungkiri lingkungan juga bisa membentuk karakter kita.
Persahabatan yang baik saling mematangkan karakter seperti besi menajamkan besi, demikianlah manusia menajamkan sesamanya (Amsal 27:17) Makanya jangan sampai salah memilih sahabat, karena pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik 1Co 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Persahabatan yang sehat, akan meringankan beban kita (hal yang tak mudah berubah jadi indah), mereka adalah orang-orang yang ikut peduli dengan keadaan kita seperti tertulis dalam Pengkhotbah 4:10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!
Persahabatan merupakan satu synergi 2 orang untuk saling memberi kekuatan, bukan saling memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Pengkotbah 4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
Persahabatan itu merupakan tempat praktik teori penerimaan tanpa syarat (maklumi teman hadapi perbedaan) gak peduli gendut, tak peduli dia kurus, tak peduli hitam atau putih, tak peduli suku apa..persahabatan mengajar kita untuk menerima segala bentuk perbedaan rekan kita dengan kasih.
Persahabatan bukanlah pertemanan yang sekedar kongkow-kongkow, haha hihi..persahabatan merupakan suatu area pembelajaran untuk saling mengenal, memahami dan menerima apa adanya.
Persahabatan..akan membawa dunia pada perdamaian yang hakiki
jadi....mari bersahabat...maklumi semua teman dan hadapi perbedaan yang ada dengan jiwa besar.
Jumat, 24 Oktober 2008
Jika Otak Kita Tak Mampu Berpikir
Jika demikian keadaannya : gunakanlah LUTUTmu, mulutmu, dan airmatamu
- Lutut yang bertelut dihadapan Tuhan hingga terjadi sesutu
-Mulut yang tak lelah menguntai doa
-Airmata yang jujur lahir dari tekanan bisa meluluhlantakkan hati TUHAN,
semua itu takkan sia-sia
Ps 56:8 (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
Yakobus 5 : 16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Selalu ada harapan, selalu ada jalan keluar di dalam Tuhan Yesus. Jangan sangkali DIA karena kesulitanmu hari ini, tetaplah teguh beriman kepadaNYA.
Di luar TUHAN : orang memiliki masalah, tapi banyak di antara mereka yang tidak bisa melihat harapan dan jalan keluar (karena di luar TUHAN tidak ada jaminan)
Di dalam TUHAN : orang juga memiliki masalah, bedanya : karena ada jaminan jalan keluar dari DIA, maka selalu terbit harapan baru dalam kehidupan kita, dan ada jalan keluar bagi semua masalah kita
Peliharalah hubungan intim dengan TUHAN, maka kau kan melihat petunjuk demi petunjukNYA. Ini yang membuat kesulitan menjadikan hidup seru penuh tantangan. Dan ketika kau mengikuti petunjukNYA dengan taat...maka kau akan melihat keajaiban-keajaiban dan kejutan-kejutan sebagai paket bukti cintaNYA
Jumat, 17 Oktober 2008
Iman Yang Terlatih
Matius 6 : 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Tapi.. tetap saja kebiasaan buruk saya itu tidak hilang-hilang.
Hingga akhirnya Tuhan memasukkan saya ke dalam kurikulum sekolah "Percaya", melalui kesulitan yang benar-benar sulit.
Begini ceritanya :
Karena kesalahan kami mengambil keputusan tentang keuangan, akhirnya di bulan Maret 2008 kami mengalami kembali kekosongan lumbung. Dan ini harus kami bayar mahal karena menurut prediksi kami sebagai manusia, krisis keuangan ini baru akan berakhir tahun depan (Wow !!)
Salah satu akibat dari kelalaian itu, setiap bulannya kami sering kebat-kebit menghadapi kekurangan. Apalagi kalo ada kejadian di luar dugaan... Aduh..bisa pusing tujuh keliling saya sebagai pengatur keuangan. Tapi herannya, ada saja berkat untuk menutup kekurangan kebutuhan kami. Dengan kata lain, kami tidak pernah mengalami kekosongan BERAS, Minyak, Susu, dsb. Yah,mungkin keuangan kami belum lah kembali merdeka, tapi kami selalu melihat hal2 ajaib yang terjadi di saat krisis, bahkan di detik - detik terakhir. Seperti ketika kami harus memilih mana yang harus kami beli : Beras atau Susu Bayi? Padahal waktu itu keuangan kami sangatlah tipis, dan kedua barang tersebut adalah kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda dalam pemenuhannya. Tapi ya itu.. di detik terakhir.. ada berkat yang membuat kami bisa memenuhi keduanya.
Sejujurnya, karena kami tahu ini sebagai akibat kesalahan kami, maka kami takut untuk membawanya di dalam doa-doa kami. Menurut pendapat saya,"Haruskah Tuhan ikut bertanggungjawab atas segala yang terjadi sebagai akibat kesalahan kami?" Tapi keajaiban-keajaiban yang kami alami memperdalam pengenalan kami kepada Tuhan. Bahwa yang DIA lihat adalah seorang anak yang butuh pertolongan..bukanlah seorang anak yang telah berbuat kesalahan
Seringnya kami mendapatkan berkat dadakan yang meluputkan kami dari berbagai kesulitan, membuat kami mengaminkan :
Matius 6 : 25 - 26 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Kami aminkan bahwa kehidupan kami ada dalam perhatian Tuhan. Dan perhatian Tuhan ini dilanjutkan dengan pemeliharaanNYA. Tak peduli apakah kesulitan itu timbul karena kesalahan kami atau bukan.
Saya pribadi menjadi lebih tenang dalam menghadapi pergumulan hidup. Karena saya Tahu, Tuhan peduli.. gak hanya peduli.. DIA menolong..Saya tidak lagi ngoyo dalam membuat proyeksi masa depan, karena saya tahu Masa Depan saya ada di tangan YANG BERTANGGUNGJAWAB. Saya tak lagi pusing ketika terdesak masalah dan dibayangi ketakutan tentang bagaimana nanti, karena saya tahu.. ada Tuhan yang bisa saya percayai dan andalkan. Seringkali, iman saya mengajak berkata,"Ah, ada Tuhan ini!! Gw pasti tertolong!!"
Sebelum segala kesulitan yang kami alami ini, sulit sekali mengatakan sampai ke dasar hati,"Aku pasti ditolong Tuhan!" tapi setelah semua pengalaman kami bersamaNYA...kami bisa tertawa menatap masa depan.
Pr 31:25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
Ya, Tuhan memberikan kami pakaian berupa kekuatan dan kemuliaan. SEhingga bagi kami masa depan adalah sebuah misteri yang mesti dipecahkan bukan lagi masalah yang mesti ditakuti.
Kami tahu, saatnya akan tiba Tuhan memerdekakan keuangan kami. Dan karena kami tau, kami bersuka cita dalam menantikan pertolongan Tuhan itu. Kalau biasanya penantian adalah sesuatu yang membosankan, kali ini berisi sukacita sorga yang membuat kami kuat dan sanggup menghadapi semua. Bukan oleh kekuatan dan keperkasaan kami, tapi oleh belas kasihan TUHAN bagi kami.
Mari kita simpulkan sesuatu :
1. JAlani hari mu .. sehari ke sehari... jangan mencoba menganalisa hidup, tapi jalanilah. Karena analisa hidup hanya akan membuatnya jadi lebih rumit
2. Yakinlah bahwa hidup dan masa depanmu diberkati
3. sekalipun semua kesulitan ini timbul karena kesalahanmu...Tuhan tetap bersedia menolong, sambil mengajar hikmah aapa yang bisa kita ambil dari kesalahan itu.
4. Iman yang kuat dan terlatih tidaklah timbul dengan sendirinya, tapi hasil dari pergaulan yang intim dengan Firman Tuhan.. dan kerelaan diajar dalam media yang sukar
Iman kami bertumbuh.. dan terlatih dalam menghadapi hal-hal yang mustahil. Kami bersyukur..kesulitan membuat kami mengepakkan sayap untuk terbang ke tempat yang lebih tinggi. Beban membuat otot-otot rohani kami semakin kekar. Dan kesulitan...semakin membuat kami semakin bisa mengenal kasih TUHAN yang tak pernah bisa diukur. Mengenali DIA dari sudut2 atau sisi-sisi hidup yang berbeda.
Yah, selalu ada yang baru dan mengejutkan ketika kita menemukan DIA dari sisi yang lain