Jejak Langkah Anak Manusia
Catatan seorang murid yang mencoba meneladani langkah SANG GURU dalam setiap langkahnya. Meninggalkan jejak yang baik, untuk generasi yang sekarang dan yang akan datang.
Jumat, 06 Februari 2026
Tangguh
Kamis, 29 Januari 2026
Yang Tidak Terpecahkan
Menembus Batas-
Bpk. Yohanes Sulistiono
Seringkali di dalam hidup ini kita bergadapan dengan masalah-masalah yang tampak rumit, dan kusut. Semua nasalah tampak begitu besar, berat, dan terlihat mustahil. Namun sebagai orang percaya kita diberi kuasa untuk menembus batas, mengatasi kemustahilan, dan memecahkan yang tidak terpecahkan.
Orang percaya bisa memecahkan yang tidak terpecahkan, mengatasi hal2 yang mustahil karena :
1. Orang percaya punya akses kepada kekuatan Illahi. Sehingga orang percaya mungkin untuk melakukan hal yg mustahil.
Markus 9:23 (TB) Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
(Yoh 14:12 - 14) dalam ayat ini kita melihat ada keistimewaan yang diberikan bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yaitu :
▪︎melakukan pekerjaan-pekerjaan besar seperti yang Yesus kerjakan saat berada di dunia
▪︎jika kita meminta sesuatu di dalam nama-Nya, Tuhan Yesus akan melakukannya.
2. Manusia dibuat hampir mirip dengan Allah.
(Mazmur 8 : 4-6a) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah,
Dalam hal apakah Allah membuat manusia hampir sama seperti Allah? Ini bukan menyoal pada bentuk fisik tapi lebih kepada sifat Allah yang : berdaya cipta, memiliki akal budi, dan secara naluriah memiliki spirit moral yang baik sehingga mampu membedakan mana yang benar dan salah. (Kej 1: 26)
3. Orang percaya dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Mzm 8 : 6b)
Apakah keistimewaan kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada orang percaya?
Apa untungnya dikaruniai kemuliaan Allah?
▪︎Ketika Adam belum terputus hubungan dengan Allah, dia diberi kemuliaan Allah. Sehingga memiliki kuasa penuh untuk mengelola bumi, dan berkuasa atas hewan2. Adam memiliki kuasa untuk memerintah alam semesta. Kata-kata Adam memiliki kuasa untuk memerintah hewan-hewan baik yang jinak maupun buas.
Kita sudah diperdamaikan dengan Allah oleh karya salib Yesus. Kita dipulihkan agat kita dapat menghadapi dunia. Perkataan orang percaya adalah perkataan yang berkuasa. Ingat, apa saja yang kita minta di dalam nama Tuhan Yesus, DIA akan melakukannya bagi kita.
▪︎▪︎Nilai2 kerajaan Allah ada dalam diri kita. Nilai-nilai apa?
- mengampuni saat disakiti (seperti Allah mengampuni kita)
- tetap berbuat baik meskipun berhadapan dengan orang jahat
- menjaga kesucian saat berhadapan dengan godaan
- teguh berdiri di atas kebenaran
Roma 5:1-2 (TB) Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan ALLAH
Jika hidupmu sedang tidak baik-baik saja. Ingatlah hidupmu sudah dibayar lunas dengan darah yang mahal. Tuhan mengasihimu dan sudah memberi kuasa bagimu untuk memecahkan yang tidak terpecahkan, menembus batas yang merintangi, dan menciptakan keajaiban debgan perkataan dan perbuatan kita. Selamat menikmati kasih dan kuasa Tuhan. **Ris**
Minggu, 21 Desember 2025
Damai Sejahtera Yang Mempersatukan
Senin, 18 Agustus 2025
Semboyan Yang Terkoyak
Oleh : Riris Ernaeni
Pekik membahana
melintasi generasi, waktu, dan ruang
menembus 8 dekade Indonesia
Merdeka!
Pemantik semangat jiwa
sekaligus menyemai tanya, benarkah?
Benarkah kita telah merdeka?
Jika perbedaan menjadi masalah
minoritas menjadi objek penderita
rumah ibadah dirusak
persekusi dimana-mana
mayoritas jumawa
yang (merasa) kuat seolah berkuasa
bebas berbuat suka-suka
di jalanan, di rumah ibadah, di sekolah
bergerak liar merusak tanpa rasa bersalah
Hukum hanya wacana
Seolah tanpa daya membekuk pelanggar
Tidak bisa mengembangkan payung perlindungan
Media sosial menjadi ajang berkomentar
tak peduli salah atau benar
tak peduli memicu amarah atau memadamkannya
tak peduli adab dan kesopanan
Semboyan Bhineka Tunggal Ikha terkoyak
Persatuan Indonesia di tepi jurang kehancuran
Kemanusiaan Yang adil dan beradab hanyalah sila yang dihapalkan
Semua luruh menjadi abu-abu
Dirusak ambisi atasnama Ketuhanan Yang Maha Esa
Mari kita bangkit menjadi Pendoa
Yang mengupayakan kesejahteraan tempat kita tinggal
menjahit yang terkoyak
Mengokohkan yang lemah
Menyerukan semangat
Satu INDONESIA
Minggu, 13 Juli 2025
Pokok Anggur dan Ranting Nya
13 Juli 2025
Pdt. Faisha Sudarlin
GKJ Pamulang
Pokok Anggur Yang Benar dan Carang2-Nya
Yohanes 15:1-8
Relasi kita dengan Allah digambarkan seperti Pokok Anggur dan ranting-ranting-Nya.
1. Ranting-ranting itu akan menjadi kokoh, rimbuh, dan berbuah lebat jika melekat pada pokoknya yang menjadi sumber kehidupan.
Demikian juga kita jika kita mau terus dekat melekat dengan Tuhan, mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan, maka kehidupan kita akan akan semakin kuat dan berbuah lebat.
Jika kita timggal di luar Kristus maka kita menjadi rapuh, patah, dan mengalami kematian rohani.
Orang Percaya harus punya rasa bergantung dan melekat kepada Allah. Awal dari dosa adalah saat manusia kehilangan rasa kebwrgantungan atau kemelekatan pada Allah. Contoh : Adam jatuh saat dia termakan tipuan ular kalau dia bisa seperti Allah.
Manusia congkak dan sombong adalah manusia yang lupa bahwa segala yang dimiliki adalah karunia Tuhan. Ketika seseorang merasa tinggi merasa mampu maka rasa bergantung dan melekat kepada Tuhan menghilang sehingga timbullah kesombongan.
2. Pohon anggur dan ranting memiliki makna bahwa Allah mau memakai kita untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Kita dipersiapkan untuk menjadi alat, media, dan sarana untuk menjadi saluran berkat. Ranting adalah tempat daun, bunga yang membawa sari kehidupan dan buah yamg dapat dinikmati banyak orang.
Buah apa yang dikehendaki Allah untuk kita hasilkan?
Tuhan meminta kita mampu menyentuh kehidupan orang lain. Bukan kuantitasnya namun kualitasnya.
Seperti kisah pengerja/ pelayan kecil di Gereja kecil di Eropa memberitakan kabar baik dengan setia.
Kotbahnya (Yesaya 45:42) sangat menyentuh hati seorang Charles Spurgeon yang saat itu sedang mencari jati diri dan kepastian keselamatan dari Tuhan. Pengkotbah kecil tersebut menyapa : "Anak Muda, lihatlah kepada Tuhan. Tidak perlu ilmu yang tinggi. Lihatlah kepada-Nya dan Engkau akan diselamatkan"
Saat itu juga Charles Spurgeon menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan. Dan karena pelayannya ini Charles mengembalikan jiwa-jiwa yang sempat meninggalkan Tuhan dan kegiatan ibadahnya.
Lihatlah bahwa sekecil apapun pelayanan kita asal dilakukan dengan setia dan penuh cinta dan keyakinan akan menghasilkan dampak yang kuar biasa.