Minggu, 22 Februari 2026

Kekuatan Menghadapi Masa Depan

Ringkot Minggu, 22 Feb 2026 

Bpk. Pdt. Ranly Kojo

Yesaya 41:10 (TB)  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. 

Pada dasarnya kehidupan manusia bergerak maju dengan harapan tentang masa depan dan keadaan yang lebih baik. Tetapi pada realitanya tidak semua mendapatkan ekspektasi positif. Masa depan bukan sekedar semangat optimisme, kita tidak bisa menyanggah bahwa masa depanpun masih ada misteri dan ketidakpastian. 

Ada beberapa hal di luar prediksi, kekuatiran, ketakutan terhadap perubahan, dan keadaan yang melemahkan semangat juang kita. 

Kita tidak kebal terhadap kekuatiran dan kecemasan. Iman Kristen mengajarkan kita untuk menghadapi masalah kita dengan keberanian. Bukan meniadakan kenyataan. Tuhan memerlukan percaya dan iman kita. Dengan iman dan percaya inilah memberi kita kemampuan untuk menghadapi kenyataan hidup. 

Ayat ini ditulis saat Israel menghadapi ketidakpastian karena dalam masa pembuangan sehingga tidak mampu melihat masa depan. Firman Tuhan yang disampaikan ini bukan janji yang kosong tetapo sebuah deklarasi Illahi atau pernyataan Allah tentang sumber kekuatan mereka dalam menghadapi ketidakpastian hidup. Waktu itu mereka miskin, terlantar, dan sulit beribadah. 

Kekuatan menghadapi masa depan datang dari siapa yang menyertai kita dan bagaimana Allah bekerja membela kita. Bukan dari keadaan yang baik dan bersahabat. 

Dua kekuatan dari Allah untuk menghadapi masa depan dengan iman : 

1. Kekuatan kita hadir dari penyertaan Allah, bukan dari kepastian situasi di sekitar kita. 

Ulangan 31:8 (TB)  Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." 

Alkitab - Allah tidak pernah menjanjikan hari esok tanpa masalah. Dia berjanji untuk selalu menyertai, memampukan, dan memberikan kemenangan - Ebenhaezer. Roma 8:28, jika Allah hadir dalam hidup kita sesuatu yang baik pasti terjadi. 

"Jangan Takut sebab AKU menyertai engkau(Al-tira ki immekha-ani)" bukan sekedar kata basa basi tapi sebuah instruksi atau perintah. Karena Allah bersama dengan orang2 pilihan-Nya. 

Allah yg berkuasa dan ada di tempat tinggi. Allah yg berkuasa ini juga hadir dalam hodup kita sehari2. Allah tidak pernah jauh Dia ada bersama kita untuk melakukan hal2 baik. 

2. Bertumbuh dari pertolongan dan peneguhan Allah dalam hidup kita 

2 Korintus 12:9 (TB)  Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

Ketika kita tidak mampu dan berserah penuh pada Tuhan maka terjadi kesempurnaan pertolongan Allah yang memenangkan kita. 

Kata meneguhkan dalam Yes 41 : 10 - merupakan tindakan aktif Allah dalam memberi kekuatan dalam hati kita. Allah tidak selalu menolong dengan mengubah keadaan tetapi seringkali Allah memilih untuk menambahkan kekuatan serta kapasitas iman dalam hidup kita dalam menghadapi permasalahan kita. Sehingga dalam setiap peristiwa yang kita hadapi akan membangun pribadi yang baru dan makin kuat. Jadi andalkan Tuhan 


~ kata - Menolong engkau ~ Tuhan memberikan jalan keluar 

~ Memegang ~ kita digandeng, tidak dibiarkan sendiri dan disertai oleh kasih Tuhan

Kesimpulannya : 

Kenyataan hidup dan masa depan tidak selalu ramah dan sesuai dengan harapan kita yang baik. Ingat satu hal harapan dan masa depan kita ada di tangan Tuhan 

Dua hal yang menjadi kekuatan kita :

~ kekuatan kita dari penyertaan Allah

~ dari pertolongan dan peneguhan Tuhan









Iman Yang Berdaya Guna

Bpk. Pdt. Petrus Suyanto 

Menara Doa, 21 Feb 2026 

Iman yang produktif adalah iman yang berdayaguna, berhasil guna, atau berbuah.

Matius 8 : 5 -13  

Oleh karena Iman perwira Kapernaum, maka terjadi mukjizat kesembuhan dalam tubuh hambanya. Imannya mengatakan bahwa apa yang dikatakan Tuhan Yesus pasti terjadi. Karena perkataan Tuhan Yesus adalah FIRMAN yang Ya dan amin. 

Ciri-ciri iman yang produktif :

1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yg kita harapkan - Perwira tadi meletakkan harapannya pada perkataan Tuhan Yesus. Perwira tadi percaya bahwa Yesus punya kuasa untuk menyembuhkan. 

Dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat - perwira tadi percaya jika Tuhan Yesus berkata "sembuh" maka Hamba Perwira tadi pasti sembuh. 

Percaya kepada sumber yang dipercaya. Siapakah sumber percaya kita 

2. Berani melangkah atas dasar Firman Tuhan. 

3. Percaya pada otoritas - Dia percaya bahwa Tuhan Yesus berkuasa atas segala sesuatu yang diciptakan-Nya. Dia ada di dalam kita, kemanapun kita pergi ada bersama2 dengan kita. 

4. Mencari hingga mendapatkan Yesus. Saat menghadapi kesesakan hidup dan butuh pertolongan, datang pada Yesus. Bukan mengandalkan kekuatannya sebagai pejabat yang berkuasa. 

Kepada siapa kita percaya menentukan keadaan iman kita. Percaya kepada Firman Tuhan akan menghasilkan iman yang berdaya guna karena iman yang hidup lahir dari pendengaran akan Firman Allah. ***Ris





Rabu, 11 Februari 2026

Sabetan Lidi Pagi Hari

Senin masih pagi sekali aku sudah rapi berseragam putih-putih. Sudah sarapan tinggal menunggu becak langganan mengantar ke sekolah. 

Karena gabut aku ke halaman belakang rumah. ART sebut saja mbak Min sedang menyapu daun-daun kering yang berserakan. Entah bagaimana tiba-tiba saja aku ingin iseng (dengan keisengan yang salah). Mengambil sebuah lidi blarak (daun kelapa yang kering) lalu menyabet-nyabetkan ke kaki mbak Min. Sekali melihat dia menjingkat kaget aku tertawa (menurutku) gerakannya lucu seperti anak kecil main lompat tali. Dia beberapa kali bilang,"Sakiit lho Dik. Sudah sakit lho!" 

Dan aku masih tertawa-tawa. Adegan itu berhenti setelah Ibu memanggil dengan nada yang lembut, tegas, tapi mengerikan

"Mbak Min, tolong bawa ke sini lidinya!" kata Ibu. Mbak Min menurut sambil sesekali mengusap betisnya. 

Ibu melambaikan tangan ke arahku, aku mendekat... daaan? "Psaat.. ppsaat... psaat!" Lidi yg tadi aku pakai menyabet mbak Min disabetkan ke dua betisku. Aku menjerit-jerit kesakitan. Mbak Min menjerit terkejut dan meminta Ibu berhenti menghukumku. Alih-alih kasihan.. Ibu masih melanjutkan hukumannya kepadaku. 

Puas membalaskan sakitnya mbak Min kepadaku, Ibu berkata lembut tapi tegas. 

"Sakit? Lha rumangsamu mbak Min gak sakit ta kamu sabetin? Inget baik-baik, jangan nyubit kalau gak mau dicubit, jangan mukul kalau ga mau dipukul!" 

Pelajaran itu sangat membekas di hati. Sejak itu saya berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Bukan karena takut dihajar sama Ibu, lebih kepada pengertian kulit sama kulit jika aku sakit saat disakiti maka orang lainpun akan sakit saat aku sakiti. 

Saya dibesarkan dengan gaya VOC? Iya..Tapi saya menuliskan ini dengan hati yang bersyukur sekalipun orangtua saya  pada waktu saya kecil belum hapal bunyi hukum kasih, namun sudah menerapkannya dalam kehidupan kami sejak kecil. 

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Kebalikannya :

Berarti juga segala sesuatu yang KAMU TIDAK KEHENDAKI supaya orang lain perbuat kepadamu ya jangan kamu perbuat. 😊 

Semoga kita semakin bijak saat berinteraksi dengan sesama kita. **RIS

Jumat, 06 Februari 2026

Tangguh

Aku menamainya Tangguh. Satu dari 8 anak ayam yang menetas dari induk ayam yang pertama. Dia bukan anak ayam yang bagus fisik dan bulunya. Juga bukan anak ayam yang bisa terbang di usia yang masih muda. Dia justru menetas dalam kondisi yang berkebutuhan khusus.

Lehernya tidak bisa langsung tegak, seringkali dia terjatuh saat menyusul anak-anak ayam lain yang ikut induk. Awal kehidupan setelah menetas dia sering tercebur di tempat minum karena ketidakmampuannya menjaga leher tetap tegak. Cenderung lunglai dan berputar. Setiap dia berciap panik aku mencoba menolong untuk membangunkan dari posisi jatuhnya. 

Tangguh sangat menyukai kehangatan matahari pagi. Itulah sebabnya aku tidak lagi memisahkan dia dari gerombolan induknya. Semakin hari lehernya semakin tegak, tidak lagi lunglai. Dia juga makin besar dan gesit bahkan tumbuh menjadi ayam remaja yang cantik.

Kalau diingat-ingat proses pengeraman induk Tangguh dan saudara-saudaranya juga melalui proses yang di luar nalar. Saat induk yang lain mengerami di tempat yang aman, Ibu tangguh mengerami telur-telurnya di tanah berumput dekat tembok kami. Kami tidak memindahkan telur-telir itu karena berisiko si Induk mogok mengerami. Yang bisa kami lakukan adalah memasang penutup agar tidak kepanasan ataupun kehujanan. 

Atap penutup darurat itu tidak mampu menghalangi masuknya air hujan dari bawah sudah bisa dipastikan telur2 itu juga pernah dierami di tanah basah yang dingin. Logikanya tidak akan ada yg menetas. Namun nyatanya? Dari 11 telur yang dierami menetas 8.

Ini hanya catatan sederhana, tentang rezeki seringkali seperti takdir yang tidak bisa dibatalkan ataupun dikejar. Logika seharusnya telur dierami di tempat yg kering dan hangat. Nyatanya kalau sudah rezeki ya tetap saja bisa menetas. Secara logika ayam yg sudah kena tetelo kecil harapan untuk hidup bahkan tumbuh normal. Nyatanya... Tangguh bisa sembuh dan tumbuh normal layaknya saudara sepenetasan.

Adakah hari2 ini kita melewati jalan-jalan yang sulit dan terlihat mustahil? Adakah kita merasa tidak ada lagi harapan?

Ingat satu perkara, selama kita masih percaya bahwa Tuhan ada dan berkuasa selama itu juga kita bisa menembus kemustahilan. Bagian kita mengupayakan tang terbaik, selebihnya Tuhan yg menyelesaikannya bagi kita semua. Amin

Kamis, 29 Januari 2026

Yang Tidak Terpecahkan

 Menembus Batas- 

Bpk. Yohanes Sulistiono 

Seringkali di dalam hidup ini kita bergadapan dengan masalah-masalah yang tampak rumit, dan kusut. Semua nasalah tampak begitu besar, berat, dan terlihat mustahil. Namun sebagai orang percaya kita diberi kuasa untuk menembus batas, mengatasi kemustahilan, dan memecahkan yang tidak terpecahkan. 

Orang percaya bisa memecahkan yang tidak terpecahkan, mengatasi hal2 yang mustahil karena : 

1. Orang percaya punya akses kepada kekuatan Illahi. Sehingga orang percaya mungkin untuk melakukan hal yg mustahil.

Markus 9:23 (TB)  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 

(Yoh 14:12 - 14) dalam ayat ini kita melihat ada keistimewaan yang diberikan bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yaitu : 

▪︎melakukan pekerjaan-pekerjaan besar seperti yang Yesus kerjakan saat berada di dunia

▪︎jika kita meminta sesuatu di dalam nama-Nya, Tuhan Yesus akan melakukannya. 

2. Manusia dibuat hampir mirip dengan Allah. 

(Mazmur 8 : 4-6a) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, 

Dalam hal apakah Allah membuat manusia hampir sama seperti Allah? Ini bukan menyoal pada bentuk fisik tapi lebih kepada sifat Allah yang : berdaya cipta, memiliki akal budi, dan secara naluriah memiliki spirit moral yang baik sehingga mampu membedakan mana yang benar dan salah. (Kej 1: 26) 

3. Orang percaya dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Mzm 8 : 6b) 

Apakah keistimewaan  kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada orang percaya? 

Apa untungnya dikaruniai kemuliaan Allah?

▪︎Ketika Adam belum terputus hubungan dengan Allah, dia diberi kemuliaan Allah. Sehingga memiliki kuasa penuh untuk mengelola bumi, dan berkuasa atas hewan2. Adam memiliki kuasa untuk memerintah alam semesta. Kata-kata Adam memiliki kuasa untuk memerintah hewan-hewan baik yang jinak maupun buas. 

Kita sudah diperdamaikan dengan Allah oleh karya salib Yesus. Kita dipulihkan agat kita dapat menghadapi dunia. Perkataan orang percaya adalah perkataan yang berkuasa. Ingat, apa saja yang kita minta di dalam nama Tuhan Yesus, DIA akan melakukannya bagi kita. 

▪︎▪︎Nilai2 kerajaan Allah ada dalam diri kita. Nilai-nilai apa? 

- mengampuni saat disakiti (seperti Allah mengampuni kita)

- tetap berbuat baik meskipun berhadapan dengan orang jahat

- menjaga kesucian saat berhadapan dengan godaan

- teguh berdiri di atas kebenaran 

Roma 5:1-2 (TB)  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan ALLAH 

Jika hidupmu sedang tidak baik-baik saja. Ingatlah hidupmu sudah dibayar lunas dengan darah yang mahal. Tuhan mengasihimu dan sudah memberi kuasa bagimu untuk memecahkan yang tidak terpecahkan, menembus batas yang merintangi, dan menciptakan keajaiban debgan perkataan dan perbuatan kita. Selamat menikmati kasih dan kuasa Tuhan. **Ris**