Jumat, 06 Agustus 2021

Di Balik Kacamata Hitam Paspampres

                (renungan ringan saat hidup terasa berat)

 Beberapa waktu yang lalu saya dengan menghabiskan waktu dengan menyaksikan chanel Youtube tentang Paspampres. Entah mengapa hari itu perhatian saya benar-benar tersita pada tayangan tentang pekerjaan Paspampres kelompok A yang menjadi tameng hidup Presiden. Mereka adalah prajurit-prajurit Infanteri terbaik yang siap mengorbankan dirinya untuk negara dan simbolnya.

                Berbadan tegap, berotot gempal, dengan potongan rambut yang cepak, mereka tampak gagah dan rapi. Hampir di setiap tugas mengenakan kacamata hitam, seolah ingin menyembunyikan tatapan mata mereka dan menjadikannya misteri bagi yang melihatnya. Di mana Presiden berada Paspampres kelompok A ini ada di sekelilingnya.

                Dengan mata yang seolah hanya lurus menatap ke depan, ternyata tetap sigap ketika ada gerakan yang tidak wajar atau tidak diperbolehkan. Secara reflek tangan merentangkan tangan untuk menghalau ataupun menjaga. Bahkan ada kejadian lucu ketika Putra Sulung Presiden nekat menerobos brikade Paspampres. Tatapan mata mereka sepertinya hanya melihat ke depan namun betapa mengejutkan ketika ada sekelebat obyek (Gibran) menerobos dari belakang, reflek seorang Paspampres membentangkan tangan dan menarik jasnya.

                Hari itu saya benar-benar penasaran dengan mata Paspampres yang hampir selalu dilindungi kacamata hitam. Hingga akhirnya menemukan satu video saat melayat salah satu tokoh Nasional. Paspamres mengenakan transparan. Berdiri di belakang Presiden dan ikut menyolati Jenasah ketika pengambil gambar mendekat, terlihat jelas lirikan tajam dan waspada. Seperti semboyan Paspampres “Setia Waspada”, demikian juga perilaku mereka menunjukkan kesetiaan, loyalitas, dan selalu waspada demi keselamatan dan keamanan orang nomor satu di Indonesia.

                Pernah membayangkan, tidak? Betapa nyamannya jika dikelilingi bodyguard  yang seperti itu?  Setia karena selalu berada di dekat kita di manapun kita pergi dan berada. Dan waspada untuk segera bertindak jika ada bahaya yang mendekat.

                Tahukah kamu, bahwa Tuhan menjaga kita lebih dari yang mereka lakukan? Karena Tuhan tidak pernah terlelap, tidak pernah lelah mengawasi, dan terus menyertai seperti janji-Nya (Matius 28 : 20b) Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Jika Tuhan menyertai maka Dia juga mengawasi kita dengan begitu ketat dan melekat, menjaga kita seperti biji mata-Nya. (Ulangan 32:10) Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Seperti kita ketahui bahwa kelopak mata kita bergerak reflek sepersekian detik sebelum benda  asing masuk ke bola mata. Demikian juga Tuhan, penjagaan-Nya bagi umat yang takut akan DIA dan hidup seturut  kehendak-Nya berlaku sempurna. Meskipun terlihat sendiri, kita diawasi oleh mata Tuhan. Dan penyertaan-Nya menjadikan kita aman dan selamat. Hari ini apa yang kita takutkan? Merasa berjuang sendirian di masa sulit seperti ini? Ingatlah bahwa Tuhan menyertai dan Dia pasti membela kita tepat pada waktunya. (Riris)

 

Selasa, 10 Desember 2019

Lahirnya Raja Mulia


Oleh : Riris E 

Di dusun kecil Bethlehem
Saat malam begitu gelap
Terbit cahaya dari Sorga
Bagi dunia yang kelam

Raja Mulia, turun ke dunia
Allah Yang Maha Mulia lahir 
menjadi manusia biasa

Ya!!! Yesus lahir ke dunia
Yesus lahir ke dunia !! 
Agar kita yang berdosa mendapatkan mengampunan
Agar kita yang tinggal dalam gelap mendapatkan terang yang mulia

Yesus lahir kedunia
Membawa kesukaan dan harapan bagi kita semua

#puisinatal

Senin, 29 April 2019

GEREJA Tidak Mempengaruhi Pertumbuhan (??)

Pernah suatu waktu seorang Pemberita Firman mengatakan bahwa jemaat yang pindah gereja dengan alasan di gereja yg lama tidak bertumbuh adalah suatu pemikiran yg salah. Karena (masih) menurutnya gereja tidak memberi efek pertumbuhan. Yang memberi pertumbuhan adalah TUHAN. (tentu dengan mengutip ayat 1Kor 3:6)

Benarkah gereja tidak mempengaruhi pertumbuhan rohani jemaat? Benarkah bahwa tanpa campurtangan gereja benih yg ditanam otomatis bertumbuh!

Mari kita perhatikan ayat ini :
(I Kor 3 : 6) Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Ketika benih disemai lalu ditanam, butuh media dan perawatan agar benih tersebut tumbuh dan berbuah. Masing-masing tanaman mempunyai karakteristik yg berbeda dan membutuhkan media yg berbeda pula untuk bisa tumbuh.

Dalam media itulah Apolos menyiram, memberi pupuk, menghilangkan gulma, membasmi hama, dan hal2 lain yg mengganggu pertumbuhan bahkan membinasakannya. Dan media itu adalah gereja dan sistemnya. Jika media tanam tidak sehat, bagaimana bisa terjadi pertumbuhan yg maksimal?

Tuhan memberi pertumbuhan juga melalui proses, butuh perpanjangan tangan, juga butuh media yg pas. Proses pertumbuhan yg Tuhan berikan bukan sulap juga bukan sihir yg sekali mengayun tongkat maka terjadi perubahan.

Kembali kepada pernyataan Pembicara tadi, seolah2 kalau pindah gereja merupakan dosa besar yg dapat membinasakan kerohanian maka kita juga harus bijak menyikapi.

Selama alasan pindah memang untuk pertumbuhan bukan karena selisih paham atau like dislike menurut saya bukan sebuah kesalahan.

Pengumpamaan tentang pohon yg cabut tanam akan mati juga kurang tepat. Di satu sisi pertumbuhan iman; kita diumpamakan sebagai tanaman. Tapi seringkali kita disebut sebagai DOMBA. Domba punya akal dan naluri bertahan hidup. Satu lagi DOMBA punya kaki yg bisa membawanya pergi ke padang yg berumput segar dan air yg jernih. Domba harus bisa menguji apakah “kandang” tempatnya dipelihara memang paling pas untuknya atau tidak. 

Hanya saja DOMBA2 juga harus bijaksana jangan sedikit2  pindah kandang. Karena di luar kandang pasti akan ada bahaya yg mengancam.

Tulisan ini hanyalah reaksi pribadi atas opini yg pernah saya dengar. Jika Ada yg ingin mengoreksi atau mengkritik, saya menerima dengan hati dan pikiran terbuka. Karena saya bukan insan sempurna yg masih butuh banyak belajar.







Sabtu, 27 April 2019

Promosi Dari Tuhan

Nas : " (ISam 16:7b) ....Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Adalah suatu kewajaran jika ingin mendapatkan promosi jabatan seseorang berupaya dengan keras agar dia tampak lebih menonjol dibandingkan para rivalnya.

Akhirnya tanpa disadari manusia terjebak dalam persaingan yg tidak sehat. Saling sikut, saling dorong, saling menjatuhkan demi sebuah PROMOSI.

Bagaimana dengan DAUD? Apakah dia dipilih TUHAN karena menjadi pribadi yang menonjol, yang KEHADIRANnya SERING DILIHAT orang? Apakah TUHAN mengurapi DAUD karena dia sering duduk-duduk sebagai anak kesayangan ISAI?

DAUD dipilih TUHAN menjadi Raja justru saat dia sedang menggembalakan ternak seorang diri jauh dari kenyamanan rumah, jauh dari kemewahan, jauh dari pandangan orang.

Dalam kesendiriannya hati dan hidupnya terpaut kepada Allah yg membuatnya mampu penjadi GEMBALA yg melawan binatang2 buas demi KESELAMATAN ternak2nya. Dalam kesendiriannya, TUHAN membentuknya menjadi pribadi yg PEMBERANI, dalam kesetiaannya menjaga TERNAK, TUHAN membentuknya menjadi seorang PEMIMPIN yg rela mati bagi rakyatnya.

Kamu sedang sendiri? Jauh dari hiruk pikuk kemewahan panggung (entahkah itu oekerhaan sekuler atau rohani)? Merasa “mati potensi”?

Sabaar....Tuhan tengah mempersiapkanmu menjadi Pribadi yg hebat. Hingga pada saatnya PROMOSI dari TUHAN datang dan tidak ada yg dapat menggagalkannya. (Riris Ernaeni)

Jumat, 14 Desember 2018

Natal Itu


Tak melulu berkisah tentang musik2 sendu ataupun ceria. Natal juga berkisah tentang tangisan. Tangis Perawan Kudus yg harus tunduk dengan ikhlas mengandung dan melahirkan Juru Selamat.

Natal juga tak selalu berkisah tentang wangi aroma masakan dan kue-kue. Natal juga berkisah tentang jiwa2 yg lapar pengampunan.

Natal tidak hanya berkisah tentang baju2 baru yang indah. Dia mengingatkan ketelanjangan manusia karena dosa.

Natal tidak hanya berkisah tentang kehangatan keluarga saat berkumpul. Natal mengingatkan kita betapa malang manusia yg terputus dari kasih Bapa.

Natal juga tidak hanya berkisah tentang panggung2 kemewahan. Dia berkisah tentang kandang hina, palungan, dan bayi yg diletakkan di sana untuk tumbuh menjadi manusia yg membawa misi keselamatan.

Natal tidak hanya tentang kado2 untuk yg kita cintai. Dia berkisah tentang KADO yg MAHA PENTING, yaitu : KESELAMATAN

NATAL adalah kabar baik awal terjadinya ,”Manunggaling Gusti marang manungsa”

Sempatkan duduk diam barang sebentar, ingatlah intisari NATAL. NATAL diadakan untuk kita yang percaya, bukan sebaliknya..., jangan sampai kesibukan menyambut NATAL malah membuat kita lupa terhadan esensi NATAL yang sebenarnya. (Riris)

Ngunut, 14 Desember 2018

Dini hari yang sunyi