Rabu, 11 Februari 2026

Sabetan Lidi Pagi Hari

Senin masih pagi sekali aku sudah rapi berseragam putih-putih. Sudah sarapan tinggal menunggu becak langganan mengantar ke sekolah. 

Karena gabut aku ke halaman belakang rumah. ART sebut saja mbak Min sedang menyapu daun-daun kering yang berserakan. Entah bagaimana tiba-tiba saja aku ingin iseng (dengan keisengan yang salah). Mengambil sebuah lidi blarak (daun kelapa yang kering) lalu menyabet-nyabetkan ke kaki mbak Min. Sekali melihat dia menjingkat kaget aku tertawa (menurutku) gerakannya lucu seperti anak kecil main lompat tali. Dia beberapa kali bilang,"Sakiit lho Dik. Sudah sakit lho!" 

Dan aku masih tertawa-tawa. Adegan itu berhenti setelah Ibu memanggil dengan nada yang lembut, tegas, tapi mengerikan

"Mbak Min, tolong bawa ke sini lidinya!" kata Ibu. Mbak Min menurut sambil sesekali mengusap betisnya. 

Ibu melambaikan tangan ke arahku, aku mendekat... daaan? "Psaat.. ppsaat... psaat!" Lidi yg tadi aku pakai menyabet mbak Min disabetkan ke dua betisku. Aku menjerit-jerit kesakitan. Mbak Min menjerit terkejut dan meminta Ibu berhenti menghukumku. Alih-alih kasihan.. Ibu masih melanjutkan hukumannya kepadaku. 

Puas membalaskan sakitnya mbak Min kepadaku, Ibu berkata lembut tapi tegas. 

"Sakit? Lha rumangsamu mbak Min gak sakit ta kamu sabetin? Inget baik-baik, jangan nyubit kalau gak mau dicubit, jangan mukul kalau ga mau dipukul!" 

Pelajaran itu sangat membekas di hati. Sejak itu saya berhati-hati dalam berbicara dan bertindak. Bukan karena takut dihajar sama Ibu, lebih kepada pengertian kulit sama kulit jika aku sakit saat disakiti maka orang lainpun akan sakit saat aku sakiti. 

Saya dibesarkan dengan gaya VOC? Iya..Tapi saya menuliskan ini dengan hati yang bersyukur sekalipun orangtua saya  pada waktu saya kecil belum hapal bunyi hukum kasih, namun sudah menerapkannya dalam kehidupan kami sejak kecil. 

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 

Kebalikannya :

Berarti juga segala sesuatu yang KAMU TIDAK KEHENDAKI supaya orang lain perbuat kepadamu ya jangan kamu perbuat. 😊 

Semoga kita semakin bijak saat berinteraksi dengan sesama kita. **RIS

Jumat, 06 Februari 2026

Tangguh

Aku menamainya Tangguh. Satu dari 8 anak ayam yang menetas dari induk ayam yang pertama. Dia bukan anak ayam yang bagus fisik dan bulunya. Juga bukan anak ayam yang bisa terbang di usia yang masih muda. Dia justru menetas dalam kondisi yang berkebutuhan khusus.

Lehernya tidak bisa langsung tegak, seringkali dia terjatuh saat menyusul anak-anak ayam lain yang ikut induk. Awal kehidupan setelah menetas dia sering tercebur di tempat minum karena ketidakmampuannya menjaga leher tetap tegak. Cenderung lunglai dan berputar. Setiap dia berciap panik aku mencoba menolong untuk membangunkan dari posisi jatuhnya. 

Tangguh sangat menyukai kehangatan matahari pagi. Itulah sebabnya aku tidak lagi memisahkan dia dari gerombolan induknya. Semakin hari lehernya semakin tegak, tidak lagi lunglai. Dia juga makin besar dan gesit bahkan tumbuh menjadi ayam remaja yang cantik.

Kalau diingat-ingat proses pengeraman induk Tangguh dan saudara-saudaranya juga melalui proses yang di luar nalar. Saat induk yang lain mengerami di tempat yang aman, Ibu tangguh mengerami telur-telurnya di tanah berumput dekat tembok kami. Kami tidak memindahkan telur-telir itu karena berisiko si Induk mogok mengerami. Yang bisa kami lakukan adalah memasang penutup agar tidak kepanasan ataupun kehujanan. 

Atap penutup darurat itu tidak mampu menghalangi masuknya air hujan dari bawah sudah bisa dipastikan telur2 itu juga pernah dierami di tanah basah yang dingin. Logikanya tidak akan ada yg menetas. Namun nyatanya? Dari 11 telur yang dierami menetas 8.

Ini hanya catatan sederhana, tentang rezeki seringkali seperti takdir yang tidak bisa dibatalkan ataupun dikejar. Logika seharusnya telur dierami di tempat yg kering dan hangat. Nyatanya kalau sudah rezeki ya tetap saja bisa menetas. Secara logika ayam yg sudah kena tetelo kecil harapan untuk hidup bahkan tumbuh normal. Nyatanya... Tangguh bisa sembuh dan tumbuh normal layaknya saudara sepenetasan.

Adakah hari2 ini kita melewati jalan-jalan yang sulit dan terlihat mustahil? Adakah kita merasa tidak ada lagi harapan?

Ingat satu perkara, selama kita masih percaya bahwa Tuhan ada dan berkuasa selama itu juga kita bisa menembus kemustahilan. Bagian kita mengupayakan tang terbaik, selebihnya Tuhan yg menyelesaikannya bagi kita semua. Amin

Kamis, 29 Januari 2026

Yang Tidak Terpecahkan

 Menembus Batas- 

Bpk. Yohanes Sulistiono 

Seringkali di dalam hidup ini kita bergadapan dengan masalah-masalah yang tampak rumit, dan kusut. Semua nasalah tampak begitu besar, berat, dan terlihat mustahil. Namun sebagai orang percaya kita diberi kuasa untuk menembus batas, mengatasi kemustahilan, dan memecahkan yang tidak terpecahkan. 

Orang percaya bisa memecahkan yang tidak terpecahkan, mengatasi hal2 yang mustahil karena : 

1. Orang percaya punya akses kepada kekuatan Illahi. Sehingga orang percaya mungkin untuk melakukan hal yg mustahil.

Markus 9:23 (TB)  Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" 

(Yoh 14:12 - 14) dalam ayat ini kita melihat ada keistimewaan yang diberikan bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yaitu : 

▪︎melakukan pekerjaan-pekerjaan besar seperti yang Yesus kerjakan saat berada di dunia

▪︎jika kita meminta sesuatu di dalam nama-Nya, Tuhan Yesus akan melakukannya. 

2. Manusia dibuat hampir mirip dengan Allah. 

(Mazmur 8 : 4-6a) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, 

Dalam hal apakah Allah membuat manusia hampir sama seperti Allah? Ini bukan menyoal pada bentuk fisik tapi lebih kepada sifat Allah yang : berdaya cipta, memiliki akal budi, dan secara naluriah memiliki spirit moral yang baik sehingga mampu membedakan mana yang benar dan salah. (Kej 1: 26) 

3. Orang percaya dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Mzm 8 : 6b) 

Apakah keistimewaan  kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada orang percaya? 

Apa untungnya dikaruniai kemuliaan Allah?

▪︎Ketika Adam belum terputus hubungan dengan Allah, dia diberi kemuliaan Allah. Sehingga memiliki kuasa penuh untuk mengelola bumi, dan berkuasa atas hewan2. Adam memiliki kuasa untuk memerintah alam semesta. Kata-kata Adam memiliki kuasa untuk memerintah hewan-hewan baik yang jinak maupun buas. 

Kita sudah diperdamaikan dengan Allah oleh karya salib Yesus. Kita dipulihkan agat kita dapat menghadapi dunia. Perkataan orang percaya adalah perkataan yang berkuasa. Ingat, apa saja yang kita minta di dalam nama Tuhan Yesus, DIA akan melakukannya bagi kita. 

▪︎▪︎Nilai2 kerajaan Allah ada dalam diri kita. Nilai-nilai apa? 

- mengampuni saat disakiti (seperti Allah mengampuni kita)

- tetap berbuat baik meskipun berhadapan dengan orang jahat

- menjaga kesucian saat berhadapan dengan godaan

- teguh berdiri di atas kebenaran 

Roma 5:1-2 (TB)  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan ALLAH 

Jika hidupmu sedang tidak baik-baik saja. Ingatlah hidupmu sudah dibayar lunas dengan darah yang mahal. Tuhan mengasihimu dan sudah memberi kuasa bagimu untuk memecahkan yang tidak terpecahkan, menembus batas yang merintangi, dan menciptakan keajaiban debgan perkataan dan perbuatan kita. Selamat menikmati kasih dan kuasa Tuhan. **Ris**





Minggu, 21 Desember 2025

Damai Sejahtera Yang Mempersatukan

Bpk. Pdt. Yakob Kristianto

GPdI Magetan 

Ringkot oleh : Riris Ernaeni

Efesus 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 

Siapakan Dia? Yesaya 9:6 (TB)  (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 

Gereja sebagai Tubuh Kristus, seringkali bagian tubuh yang tidak kelihatan itu memiliki peran yang penting dan menentukan. Masing2 memiliki tugas dan panggilan dalam pelayanan kepada Tuhan. Namun semua disatukan dalam damai sejahtera Allah 

Yang dipersatukan oleh Raja Damai adalah :

1. Mempersatukan manusia dengan Allah. Kalau dulu tercerai oleh dosa, dengan pengampunan yg dikerjakan di atas Kayu Salib membuat kita terhubung langsung dengan Allah, dan olehnya kita bisa memanggil Allah dengan sebutan,"ABBA BAPA" 
1 Domba untuk semua bangsa sudah membuat kita layak mendapatkan kasih karunia Allah.

Ibrani 9:22 (TB)  Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 

2. Mempersatukan manusia dengan manusia. Ketika kita percaya Yesus maka manusia memiliki pendamaian dengan sesamanya. Ketika Tuhan mengampuni dan menghapus dosa kita maka kewajiban kita adalah mengampuni dosa sesama kita. 

_Matius 18:32-33 (TB)  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?_ 

Orang yang sering menyakiti bisa jadi tidak ada damai sejahtera dalam hatinya. Orang yg menjadi trouble maker sesungguhnya⁹ sakit jiwanya (orang yang waras tidak akan menyakiti sesamanya) 

POV pribadi :
Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti" - segala kejahatan dan angkara murka akan luluh dan kalah oleh cinta kasih dan kelembutan 

Allah adalah penjamin hidup kita :
1. Pengampunan untuk dosa dan salah kita
2. Kesembuhan untuk penyakit
3. Kecukupan hidup
4. Jaminan masa depan

 Selamat menyambut Natal dalam damai sejahtera Allah



Senin, 18 Agustus 2025

Semboyan Yang Terkoyak

Oleh : Riris Ernaeni

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Pekik membahana 
melintasi generasi, waktu, dan  ruang
menembus 8 dekade Indonesia 

Merdeka!
Pemantik semangat jiwa
sekaligus menyemai tanya, benarkah?
Benarkah kita telah merdeka? 

Jika perbedaan menjadi masalah
minoritas menjadi objek penderita
rumah ibadah dirusak
persekusi  dimana-mana
mayoritas jumawa
yang (merasa) kuat seolah berkuasa
bebas berbuat suka-suka
di jalanan, di rumah ibadah, di sekolah
bergerak liar merusak tanpa rasa bersalah 

Hukum hanya wacana
Seolah tanpa daya membekuk pelanggar
Hukum kehilangan tenaga
Tidak bisa mengembangkan payung perlindungan 

Media sosial menjadi ajang berkomentar
tak peduli salah atau benar
tak peduli memicu amarah atau memadamkannya
tak peduli adab dan kesopanan 

Semboyan Bhineka Tunggal Ikha terkoyak
Persatuan Indonesia di tepi jurang kehancuran
Kemanusiaan Yang adil dan beradab hanyalah sila yang dihapalkan
Semua luruh menjadi abu-abu
Dirusak ambisi atasnama Ketuhanan Yang Maha Esa 
Mari kita bangkit menjadi Pendoa
Yang mengupayakan kesejahteraan tempat kita tinggal
menjahit yang terkoyak
Mengokohkan yang lemah
Menyerukan semangat 
Satu INDONESIA


---DoaHT,180825---