Catatan seorang murid yang mencoba meneladani langkah SANG GURU dalam setiap langkahnya. Meninggalkan jejak yang baik, untuk generasi yang sekarang dan yang akan datang.
Senin, 18 Februari 2008
Menimbang Beban Hidup
Sabtu, 16 Februari 2008
Kalimat - Kalimat Indah
Kamu diuji dengan banyak perubahan, janji yang tertunda, masalah-masalah yang mustahil, doa yang tidak terjawab, kritik yang tidak layak kamu terima, dan bahkan tragedi yang tak masuk akal.
TUHAN menguji imanmu dari masalah, menguji pengharapanmu dengan bagaimana kamu menangani harta milik, dan menguji kasihmu melalui orang lain.
Jika TUHAN mengizinkan aku mengalami masa PACEKLIK, maka aku yakin DIA sedang bersiap untuk membawaku ke masa PANEN RAYA
Jika TUHAN membiarkanku berada dalam masalah, maka aku yakin DIA sedang membuka diriNYA untuk menjadi jalan keluar. Sehingga masalah membuat kita semakin mengenalNYA.
Kamis, 14 Februari 2008
Aku Bisa Menjual Yesus
Di akhir pertemuan, sang guru bertanya,"setelah kalian mendengarkan pelajaran dan sharing tadi, apakah mungkin akan terbesit di dalam hati kalian untuk menukar iman atau menukar Yesus dengan sesuatu yang menurut kalian lebih berharga? Adakah yang lebih berharga selain Yesus?"
Satu persatu ditanya, dan jawabnya,"Saya tidak mungkin menukarkan Yesus dengan semangkuk kacang merah!" tiba giliran saya, jawaban yang saya berikan membuat guru saya pucat karena beliau pikir saya tidak mengerti intisari pelajaran hari itu, mau tau apa jawaban saya?
Saya menjawab (dengan sadar, penuh rasa takut dan gentar),"Saya bisa saja menukarkan Yesus dengan apapun : entah itu jodoh, karir, atau hal-hal duniawi!"
Sekalipun laki-laki, hati guru saya hancur seketika. Dengan suara yang bergetar beliau bertanya,"Why? apakah kamu tidak mengerti tentang apa yang saya ajarkan?"
Saya menggeleng dan menjawab,"Saya mengerti Mas (ehm..Kakak kalau di sini), tapi tanpa digandeng sama Tuhan sendiri, Saya gak akan kuat mempertahankan keyakinan saya. Tanpa Roh Kudus, saya tidak bisa bertahan. Saya hanya bisa mencapai garis akhir dengan selamat, hanya kalau Roh Kudus terus menggandeng tangan saya!"
Suasana hening, guru saya tak segan menangis. Beliau pun menjawab,"Iya, benar! Dan saya senang kamu menyadari ini sedari kamu masih anak-anak! Mari kita berdoa!" Dan waktu itu hadirat Allah mencengkeram begitu kuat sekalipun kami belajar di beranda belakang rumah.
Php 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,
Guys, sampai sekarang saya masih sadar, bahwa saya bisa saja menjual Yesus demi segala kemudahan hidup duniawi. Tapi hati saya selalu meminta kepada Roh Kudus untuk menjadi Reminder yang jitu. Pemimpin yang tidak pernah menyesatkan, dan pembela iman ketika iman saya melemah dan dipenuhi keraguan. Saya bersyukur hingga sekarang saya masih mejadi milikNYA, karena saya sadar itu terjadi bukan karena kuat dan gagah saya, melainkan ada PRIBADI yang terus menjaga, menghibur, dan memberikan pertolongan ketika saya tidak sanggup menghadapi kehidupan yang sangat berat.
Ro 8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Ro 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Ayat di atas memang sangat indah, sekaligus pilihan yang paling tepat ketika iman kita diperhadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Jangan sampai salah pilih ya Guys. Tuhan Yesus sangaaat berharga dibandingkan jodoh, karier, dan segala kemudahan hidup yang mungkin kita impikan. Bertahanlah, Tuhan Yesus akan memampukan kita!!
Tuhan Yesus,
aku berterima kasih kalau sampai saat ini masih menjadi milikMU
ini semua bukan karena kuat dan gagahku
tapi karena Roh Mu yang senantiasa menolongku
masih terlalu jauh untuk mengatakan bahwa aku akan menang di garis akhir pertandinganku
tapi dengan mengadalkanMU
aku tau... aku lebih dari pemenang
Terima kasih untuk
guru-guru seperti Mas Santoso
yang begitu berdedikasi bagi anak-anak seperti aku waktu itu
Terima kasih untuk
para pendoa yang berjaga-jaga demi keselamatanku
Terima kasih untuk Roh Mu
yang senantiasa menjagaku
Terima kasih, untuk perlindunganMU
yang tak pernah lekang karena panas, dan tak lapuk oleh hujan
Tuhan, jika kesukaran datang dan aku tak bisa menahannya
ingatkan aku pada satu hal...Bahwa Engkaulah jalan keluar itu
didedikasikan untuk : para guru sekolah minggu yang setia mengajar dan mendidik anak-anak, para pendoa yang berjaga dan peduli terhadap keselamatan jiwa-jiwa, dan MY BEST VALENTINE ...JESUS CHRIST
Tuhan Yesus, Happy Valentine day ya.... biarlah kasihku padaMU terus bertambah-tambah, hingga tak ada satu pun yang akan menurunkan kadarnya
Damai Sejahtera Tanpa Alasan
Seorang teman bertanya,"Mana ada damai sejahtera tanpa sebab dengan segambreng definisi yang kamu sebutkan tadi?"
Ada :
Joh 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
dan menjadi hakku untuk memintanya kepada Bapa, ketika segala kegelisahan membuatku tidak lagi ada damai. Karena memang dijanjikanNYA bagiku, yang sudah menjadi milikNYA.
Apakah kau juga sedang memerlukannya? Mintalah, karena DIA akan memberikan dengan cuma-cuma.***
Rabu, 06 Februari 2008
Ketika Tuhan Kirim Orang2 Bermasalah
1Timotius 4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Ternyata, untuk menjadi berhikmat dan bijaksana perlu latihan dan alat-alat peraga. Orang-orang yang menurut kita menyebalkan itu adalah alat-alat peragaNYA Tuhan agar kita bisa mengalami perubahan karakter.
Untuk berhikmat dan bijaksana, diperlukan waktu yang terus menerus
Untuk berhikmat dan bijaksana, perlu memiliki hati yang rela menjadi murid yang rela diajar dan belajar dari Maha Guru, yaitu Yesus Kristus.
Kiranya Roh Kudus memampukan kita memahami signal-signal yang Tuhan kirimkan untuk kita memperbaiki diri menuju kesempurnaan karakter dalam Kristus. Juga memberikan kita semangat dan kesediaan untuk belajar memahami bahwa alat peragaNYA ada dimana-mana termasuk dalam pribadi-pribadi yang butuh disentuh (baca : bermasalah / menyebalkan)
Selamat Belajar, kiranya Hikmat Allah ada bersama-sama dengan kita.