Kamis, 01 Mei 2025

HATI-HATI, GODAAN SEORANG PENDETA

 HATI-HATI, GODAAN SEORANG PENDETA 

Diambil dari tulisan Bpk. Pdt. Samuel Jianto

Tulisan saya ambil Dari sini

1. BERSEMBUNYI DARI TUHAN

Salah satu godaan terbesar bagi pendeta adalah menggunakan pelayanan untuk bersembunyi dari dan menghindari Tuhan. Sangat mudah untuk bersembunyi di balik khotbah anda dengan mengharapkan semua orang di gereja kecuali diri anda sendiri untuk bertobat. Sangat mudah untuk menghindari ketergantungan pada Tuhan, sebaliknya bergantung pada kehebohan yang diciptakan dengan cara yang mempesona. Namun, penggembalaan, konseling, dan pelayanan perkunjungan juga merupakan cara mudah untuk melakukan pelayanan dan menolak Tuhan. Bahaya yang dihadapi para gembala sangat banyak. Berasal dari luar, tetapi banyak yang berasal dari dalam. Anda dapat melakukan hal yang benar untuk alasan yang salah. Anda bisa menjadi gembala yang sangat baik tetapi sebagai orang kristen yang sangat buruk.


2. BERSEMBUNYI DARI DOSA-DOSA DIRI SENDIRI

Godaan lain, yaitu pendeta menggunakan pelayanan penggembalaan untuk bersembunyi dari dosa, kekurangan, dan kelemahan diri sendiri. Saya mendapat cerita dari hamba Tuhan yunior (pengerja) yang sedang praktek pelayanan, dia berkata saya benar-benar tertarik dan senang untuk dibimbing dan ditantang dalam karakter saya oleh seseorang gembala dalam pelayanan. Bimbingan dan tantangan memang terjadi, tetapi tidak seperti yang saya harapkan. 

Suatu hari di pastori, secara tidak sengaja saya mendengar percakapan (dengan telepon) yang sangat tidak pantas antara pendeta ini dengan seorang wanita di gereja. Ternyata, pendeta itu terlibat hubungan seksual dengan wanita di gereja tersebut. Dalam suatu pertemuan dengan para jemaat, saya mendengar sendiri, tanpa ragu mereka semua mengatakan bahwa pendeta ini selalu ada setiap kali mereka berada di rumah sakit, atau ketika mereka membutuhkan bantuan, atau ketika anak mereka sakit. Pada dasarnya, mereka mengatakan bahwa pendeta ini adalah gembala yang baik, akibatnya mereka mengabaikan perbuatan amoral seksualnya. Berhati-hatilah bahwa pendeta bisa terjebak dalam menggunakan pelayanan penggembalaan untuk menebus dan membenarkan dosa-dosa mereka.


3. MENUTUPI KELEMAHAN DIRI ANDA

Bahaya lain bagi pendeta adalah menggembalakan domba untuk menutupi kelemahan mereka sendiri. Saya mengenal seorang pendeta yang menolak mengembangkan berkhotbahnya, tetapi malah menggunakan karunia menggembalakannya untuk menutupi kelemahannya dalam berkhotbah. Bukan hanya karena ia tidak memiliki kemampuan berkhotbah; ia tidak berusaha meningkatkan keterampilan berkhotbahnya karena ia tahu ia dapat mengandalkan penggembalaannya untuk membuat jemaat bahagia. 

Jemaatnya bahagia, ya; tetapi bertumbuh, tidak. Bahagia, ya; menjalankan misi, tidak. Yang lain mungkin tergoda untuk menghindari kepemimpinan yang kuat atas seluruh kawanan dengan tetap berada di zona nyaman peran penggembalaan mereka terhadap domba-domba secara individual. Banyak orang akan menghindari kehidupan dalam misi bersama Tuhan jika mereka tidak ditantang, dan terutama jika mereka merasa kebutuhan mereka dipenuhi oleh seorang gembala. Seorang gembala yang baik siap untuk memimpin melalui khotbah dan kepemimpinan yang kuat sebagaimana ia siap melalui perhatian dan konseling yang lembut. 

#METPAGISAHABAT

Semangat penuh harapanšŸ”„



Minggu, 27 April 2025

On His Time

 28 April 2025 

Pdt. Ishak Tulus 

Pemulihan Yang On Time 

Ayub 42:10 (TB)  Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 

Ayub bisa bertahan sampai dapat pemulihan 2x lipat . Ada 3 prinsip : 

1. Ayub 1 : 10 - yang membuat Ayub kuat lewati krisis adalah hubungannya dengan Tuhan tidak pernah krisis. 

Seberat, sebesar apapun permasalahanmu selama masih terhubung dengan Tuhan maka akan selalu ada harapan dam solusi.

Ay 21-22 - saat jatuh Ayub tetap percaya dan bersikap benar di hadapan Tuhan.

 Jaga hubungan dan keintiman dengan Tuhan agar engkau kuat dan berkemenangan saat menghadapi krisis. Lebih baik di tempat krisis tetapi bersama Tuhan, daripada  di tempat yang berlimpah namun tanpa penyertaan Tuhan. 

Setiap masalah yang diizinkan Tuhan selalu berujung pada kebaikan. 

Situasi boleh buruk, tapi perkataanmu harus tetap baik. Karena ada kuasa dalam setiap perkataan. 

Jangan terpengaruh dengan suara yang di luar. Tapi pegang baik2 Firman Tuhan. 


2. Ayub 2 : 9-10 jo Ayub 19:17.. Jaga hubungan suami istri dengan cara :

a. Bereskan cara berbicara

b. Bereskan cara mendengarkan

c. Terima pasanganmu apa adanya. Buang semua ekspektasi, bangun karakter bersama2. 

3. Ayub dipulihkan 2x setelah mendoakan sahabat2nya. Sekrisis apapun jangan sampai ada krisis hubungan karena kepahitan. Tetap memaafkan , hubungan tetap cair dan hangat. Jangan membenci atau kepahitan sama oeang lain.

Kepahitan membuat kita jauh dari pertolongan Tuhan. Membuat kita tidak layak mendapat lawatan dan berkat Tuhan.


Urip iku Urub - Jadilah Terang

 Rayon 7

23 April 2025 

Kamu adalah Terang

Bpk. Pdt. Ranly K 

Matius 5:14-15 (TB)  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 

Identitas murid Yesus adalah sebagai Terang. Terang itu harus menyala, tidak boleh padam, tidak boleh ditutupi sesuatu. 

Dalam falsafah Jawa da dikenal "Urip itu Urup" : hidup itu menyala - memberi terang dan memberikan manfaat. Bukan sekedar hadir, eksis, atau sekedar ada namu  juga memberi dampak atau pengaruh yang baik. 

Bagaimana kita bisa menyala di dunia yg gelap 

1. Kita menyala karena kita terhubung pada sumber terang seperti tertulis dalam : 

Yohanes 8:12 (TB)  Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."_ 

Kita bisa menyala jika kita selalu terhubung pada sumber terang itu yaitu : Tuhan Yesus Kristus. 

Hidup kita tidak akan bermakna dan berdampak jika kita hidup di luar Kristus. 

Kalau hidup kita selalu bersama dan bersekutu dengan Tuhan, maka seberat apapun hidup kita maka kita tetal kuat dan berkemenangan. 

2. Kita menyala lewat hidup yg berdampak* 

Filipi 2:15 (TB)  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,_ 

Dunia membutuhkan terang, terang tidak bisa hanya dibagikan di mimbar gereja. Tetapi harus kita bawa ke dalam kehidupan sehari2 : di rumah, di jalan, di tempat kerja, di manapun kita melangkah. 

Jadilah api yamg menyalakan api yang lain, buka api yang mati karena tertiup angin. 

*3.Menyala Meskipun dalam tekanan dan penderitaan* 

_2 Korintus 4:8-9 (TB)  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa._ 

Orang berhasil dalam iman akan semakin menyala meskipun dalam proses yang berat.

Kehidupan kita harus terus menyala di kehidupan sehari2. 

Kesimpulan : hidup kita adalah sebuah perjalanan bukan hanya untuk bertahan tetapi harus membakar, menyala, berdampak.





Warisan Iman

Warisan Iman

Pdt. Yusak Sudjarwo 

Agar iman bisa menjadi warisan maka tidak hanya memberi hidup yang menjadi contoh tapi juga : 

1.  Harus dengan sengaja diajarkan berulang2 kepada anak2 atau keturunannya. 

Ulangan 6:6-7 (TB)  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 

2. Diteruskan dari satu ke keturunan yang lain. Lois (nenek Timotius) kepada Eunike (ibunya) kepada Timotius (anak) 

Ibrani 12:13 (TB)  dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. 

Kita adalah teladan bagi mereka yang ada di belakang kita. Dan Gandhol Gusyi adalah kekuatan kita. Nggandhol aaat aiang maupun malam. Ini dalah kiasan hidup kita :

Siang : Rina : saat hidup terang tampak jelas segala sesuatunya. Ekonomi baii, kesehatan baik, keadaan yang baik 2 saja, dsb 

Malam : wengi : keadaan hidup yangvserba tidak jelas, ekonomi yg sulit, kesehatan yang terganggu, dan kondisi yg tidak menentu

Iman memberikan kekuatan, kemampuan, inspirasi bagi orang lain. 


3. Menghidupi Iman (Hidup oleh Iman)

Allah sanggup mengubah bencana menjadi berkat. 

4. Iman yang sama akan mendapatkan anugerah yang sama.

Sabtu, 30 November 2024

Diperkenan Tuhan

Kak  Hizkia Siswanto

Ringkot, 25 Nop 2024
Keb. Rayon 7

Berkenan = menyukai, diperkenan = mendapatkan kesukaan hati.

Kis 13:22 Daud manusia biasa yang mendapatkan perkenanan Tuhan. 

Apa yang menjadi alasan Daud menjadi orang yg diperkenan Tuhan?

1. Daud melakukan yang menjadi kehendak Tuhan.

Untuk melakukan Kehendak-Nya adalah dengan cara menjadi pelaku Firman. Bukan sekedar aktif dalam kegiatan gerejani tetapi enggan memperbaiki diri sesuai kehendak Tuhan.

Orang yang mendengarkan saja tanpa praktik melakukan Firman brarti sedang berbohong kepada Tuhan dan juga kepada diri sendiri.

Yakobus 1:22 (TB)  _Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri._

Segala karunia yg diberikan kepada kita tidak menjamin masuk dalam kerjaan Sorga. Ada banyak orang yang tampak hebat dalam kegiatan rohaninya namun kosong dalam praktik kerohanian pribadi Mereka. Orang-orang seperti ini akan tertolak Dari kerjaan Allah.

Matius 7:21 (TB)  _Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga._

_Baca juga di ayat2 sebelumnya._

2. Daud membuat Allah menyukai dirinya.

Mzm 132 : 1-7. Ada usaha yang sungguh2 untuk mengutamakan Tuhan. 

Daud membayar harga dengan tidak menikmati kenyamanan sampai bisa menemukan tempat untuk tabut Allah, untuk kediaman Tuhan. 

Sebelum mata terlelap Daud memastikan sudah memberikan waktu yang terbaik bagi Tuhan. 

Waktu terbaik kita adalah waktu yang disiapkan untuk menyembah Tuhan. Bahkan di saat lelah dan sibuk.

I Taw 28:4. Ada pengistimewaan Tuhan yang diberikan kepada Daud. 

Seperti ayah kepada anak-anaknya. Rasa sayang bisa saja sama Dan merata kepada seluruh Anak. Namun pasti ada 1 di antara Mereka yang menonjol Dan lebih disukai oleh orangtuanya.

Selain itu Daud mudah menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Bertobat dengan tidak melakukan dosa yang sama di kemudian hari.

Masa kecil bahkan sebelum diurapi Samuel, Daud sudah menarik perhatian Tuhan. Hidupnya berkenan kepada Tuhan.

Ketika menjadi Gembala, Daud menjalin hubungan yg intim dengan Tuhan. Selalu memuji Tuhan dengan kecapinya sekalipun posisi nya jauh dari Rumah.. Tuhan menjadi satu-satunya tempat dan teman Daud.

Daud mungkin bukan Anak yang tidak terlalu disayang atau dianggap oleh orangtuanya.

 POV : ketika Samuel diutus Tuhan untuk mengurapi salah satu Anak Isai. Daud tidak ditunggu oleh keluarganya. Bahkan dilupakan karena posisinya sedang di padang belantara.

Namun Daud tidak menyimpan pahit hati. Dia Memilih untuk membangun hubungan dengan Tuhan 

Mazmur 27:10 (TB) _Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku._

Daud menjaga kesetiaannya kepada Tuhan baik di waktu suka maupun duka. Baik di saat aman atupun ada ancaman. Percaya hanya kepada Tuhan tidak berubah

Ibrani 10:38 (TB) _Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."_ 

Saat ini carilah Tuhan dengan segenap hati kita karena ini masa perkenanan Tuhan kepada kita umat -Nya. Karena untuk segala masa ada batas waktunya. Ada waktu yang diperkenan untuk kita menemui Tuhan ada waktunya Tuhan menutup kesempatan bagi kita.

Yesaya 55:6
_Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!_

Amos 5:6
_Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel._