aku melihat jiwa yang resah...dalam kemarahanmu
aku melihat hati yang terkoyak.. dalam celoteh manjamu
aku merasakan luka yang menganga.. dalam setiap sumpah serapahmu
aku merasakan hati yang sepi dalam ucapan-ucapan pahitmu
aku merasakan..
ya...merasakan..kecewa hatimu atas janji yang cidera
anak muda,
mengapa kau tak duduk saja di sisiku
lalu bercerita dengan jujur tentang segala rasa
berbagi beban derita?
mengapa kau berlari ke sana-sini
dan mendirikan panggung sandiwara yang kau mainkan sendiri?
bukankah itu akan melelahkan jiwa dan ragamu?
mari, duduklah di sini
aku masih memiliki sepasang telinga untuk mendengarkanmu
mulut yg terkunci untuk menjaga rahasiamu
hati yang terbuka untuk menampung semua ceritamu
dan kesediaan untuk mendoakanmu di malam-malamku
jujurlah, nak
itu yang akan meringankan hatimu
kau tak sendiri, ada aku
juga mereka yang mencintaimu
.....untukmu, seseorang yang sangat aku kasihi
aku ingin mengingatkanmu tentang sesuatu...di sini :
Mat 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Catatan seorang murid yang mencoba meneladani langkah SANG GURU dalam setiap langkahnya. Meninggalkan jejak yang baik, untuk generasi yang sekarang dan yang akan datang.
Selasa, 03 Agustus 2010
Kamis, 08 Juli 2010
Song Of This Week
Adakah yang pasti di dalam hidup ini, selain kepastian itu sendiri? Tahun-tahun belakangan ini, saya sedang diajar untuk berserah penuh di dalam tangan pengasihan Tuhan.
Saya diizinkan melewati masa-masa yang pahit, tidak pasti, menanti di padang gurun yang tandus dan dingin. Bukan hal yang mudah. Saya tidak memiliki apa-apa untuk bertahan selain Tuhan. Dan untunglah satu-satunya yang saya miliki ini bisa diandalkan.
Melalui berbagai cara, ditunjukkan-Nya jalan untuk tetap kuat dan harapan untuk tetap bisa melihat hari depan yang sudah dirancangkan-Nya dengan sempurna.
Bukan hal yang mudah bagi seorang saya yang memiliki kecenderungan merencanakan segala sesuatu dengan pasti untuk belajar menjadi seorang murid yang sungguh-sungguh bersandar pada kekuatan-Nya. Namun sungguh, tahun-tahun sulit yang saya lalui bersama Yesus tidak berlalu sia-sia. Seringkali saya terkejut ketika saya menyikapi permasalahan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelum “kekeringan” ini terjadi.
Dulu saya mudah sekali jatuh dalam kekuatiran, sekarang….ketika kekuatiran itu datang mengetuk pintu pikiran saya bisa dengan segera iman saya berkata,”Hei, Ada Tuhan yang mengasihiku. Dia akan memberiku jalan keluar”
Dulu saya mudah sekali panic, ketika keadaan tiba-tiba berubah tidak seperti yang saya harapkan. Kini, saya bisa belajar dengan tegas berkata,”Tuhan tidak pernah berubah. DIA tetap sama dulu, sekarang, dan selamanya. Kalau hari-hari kemarin saya melihat pertolongan-Nya, maka kini dan nanti aku tetap dibela-Nya!”
Dulu saya mudah sekali gelisah, ketika hari – hari menjelang yang akan saya lewati ditutupi kabut. Tapi sekarang…Tuhan membuat saya berhasil mempercayai, bahwa Tangan Tuhan yang memegang hidup saya itu lebih dari cukup. Saya tidak perlu tahu seperti apakah hari-hari yang akan saya lalui? Yang saya tahu, selama saya bersama Tuhan, semua kesulitan ataupun kesukaan dan kemudahan adalah anugerah yang indah. Yang saya tahu, bersama Tuhan segala sesuatu yang masih misteri itu menjadi hal yang menyenangkan. Bersama Tuhan, sekalipun saya belum melihat seperti apakah jalan hidup saya ke depan…saya bisa tinggal dengan tenang.
Dikirimkan-Nya pasukan malaikat supranatural yang dipimpin oleh Roh untuk bekerja menggerakkan teman-teman berjaga di kiri dan kanan saya sehingga saya tidak pernah sendiri.
Dihindarkan-Nya saya dari segala keputusan bodoh, melalui orang-orang yang bersedia menyapa dan memastikan saya baik-baik saja.
Tahun-tahun pahit dan hari yang penuh ketidakpastian yang saya lewati, membuat saya mengalami lawatan Tuhan. Tahun-tahun yang memberikan pengalaman yang mendebarkan bersama Tuhan. Dan pengalaman itu, telah membuat saya lebih mengenal Pribadi-Nya yang penuh kejutan.
Dan minggu ini…..selain Firman-Nya masih menggaung di hati saya, ada satu lagu yang terus mengingatkan bahwa saya ada di dalam tangan-Nya. Bahwa…di dalam tangan-Nya ada jaminan kepastian yang tidak diberikan oleh dunia ini.
NKB049 – Tuhan Yang Pegang
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap.
Bukan surya ‘ku harapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang.
Refrein:
Banyak hal taku ‘ku fahami dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang.
Makin t’ranglah perjalanan, makin tinggi aku naik.
Dan bebanku makin ringan, makin nampaklah yang baik.
Di sanalah t’rang abadi, tiada tangis dan keluh;
Di neg’ri seb’rang pelangi, kita k’lak ‘kan bertemu.
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, mungkin langit ‘kan gelap.
tapi Dia yang berkasihan melindungi ‘ku tetap.
meski susah perjalanan, g’lombang dunia menderu.
DipimpinNya ‘ku bertahan sampai akhir langkahku.
Dulu saya sering berteriak kepada-Nya,"God, I have big problem!!"
sekarang, saya bisa berkata,"Hi Problem, I have BIG GOD!"
...Tuhan, dari hatiku yang paling dalam aku ingin menyampaikan..."Terima Kasih"
Saya diizinkan melewati masa-masa yang pahit, tidak pasti, menanti di padang gurun yang tandus dan dingin. Bukan hal yang mudah. Saya tidak memiliki apa-apa untuk bertahan selain Tuhan. Dan untunglah satu-satunya yang saya miliki ini bisa diandalkan.
Melalui berbagai cara, ditunjukkan-Nya jalan untuk tetap kuat dan harapan untuk tetap bisa melihat hari depan yang sudah dirancangkan-Nya dengan sempurna.
Bukan hal yang mudah bagi seorang saya yang memiliki kecenderungan merencanakan segala sesuatu dengan pasti untuk belajar menjadi seorang murid yang sungguh-sungguh bersandar pada kekuatan-Nya. Namun sungguh, tahun-tahun sulit yang saya lalui bersama Yesus tidak berlalu sia-sia. Seringkali saya terkejut ketika saya menyikapi permasalahan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelum “kekeringan” ini terjadi.
Dulu saya mudah sekali jatuh dalam kekuatiran, sekarang….ketika kekuatiran itu datang mengetuk pintu pikiran saya bisa dengan segera iman saya berkata,”Hei, Ada Tuhan yang mengasihiku. Dia akan memberiku jalan keluar”
Dulu saya mudah sekali panic, ketika keadaan tiba-tiba berubah tidak seperti yang saya harapkan. Kini, saya bisa belajar dengan tegas berkata,”Tuhan tidak pernah berubah. DIA tetap sama dulu, sekarang, dan selamanya. Kalau hari-hari kemarin saya melihat pertolongan-Nya, maka kini dan nanti aku tetap dibela-Nya!”
Dulu saya mudah sekali gelisah, ketika hari – hari menjelang yang akan saya lewati ditutupi kabut. Tapi sekarang…Tuhan membuat saya berhasil mempercayai, bahwa Tangan Tuhan yang memegang hidup saya itu lebih dari cukup. Saya tidak perlu tahu seperti apakah hari-hari yang akan saya lalui? Yang saya tahu, selama saya bersama Tuhan, semua kesulitan ataupun kesukaan dan kemudahan adalah anugerah yang indah. Yang saya tahu, bersama Tuhan segala sesuatu yang masih misteri itu menjadi hal yang menyenangkan. Bersama Tuhan, sekalipun saya belum melihat seperti apakah jalan hidup saya ke depan…saya bisa tinggal dengan tenang.
Dikirimkan-Nya pasukan malaikat supranatural yang dipimpin oleh Roh untuk bekerja menggerakkan teman-teman berjaga di kiri dan kanan saya sehingga saya tidak pernah sendiri.
Dihindarkan-Nya saya dari segala keputusan bodoh, melalui orang-orang yang bersedia menyapa dan memastikan saya baik-baik saja.
Tahun-tahun pahit dan hari yang penuh ketidakpastian yang saya lewati, membuat saya mengalami lawatan Tuhan. Tahun-tahun yang memberikan pengalaman yang mendebarkan bersama Tuhan. Dan pengalaman itu, telah membuat saya lebih mengenal Pribadi-Nya yang penuh kejutan.
Dan minggu ini…..selain Firman-Nya masih menggaung di hati saya, ada satu lagu yang terus mengingatkan bahwa saya ada di dalam tangan-Nya. Bahwa…di dalam tangan-Nya ada jaminan kepastian yang tidak diberikan oleh dunia ini.
NKB049 – Tuhan Yang Pegang
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap.
Bukan surya ‘ku harapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang.
Refrein:
Banyak hal taku ‘ku fahami dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang.
Makin t’ranglah perjalanan, makin tinggi aku naik.
Dan bebanku makin ringan, makin nampaklah yang baik.
Di sanalah t’rang abadi, tiada tangis dan keluh;
Di neg’ri seb’rang pelangi, kita k’lak ‘kan bertemu.
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok, mungkin langit ‘kan gelap.
tapi Dia yang berkasihan melindungi ‘ku tetap.
meski susah perjalanan, g’lombang dunia menderu.
DipimpinNya ‘ku bertahan sampai akhir langkahku.
Dulu saya sering berteriak kepada-Nya,"God, I have big problem!!"
sekarang, saya bisa berkata,"Hi Problem, I have BIG GOD!"
...Tuhan, dari hatiku yang paling dalam aku ingin menyampaikan..."Terima Kasih"
Jumat, 23 April 2010
Ban Serep
Biasanya yang namanya serep tidak berada di tempat yang utama. Seperti Ban, jika dia sedang dalam posisi sebagai serep, dia tidak berada di as tempat roda berputar.
Jika kita sedang mengendarai angkot ban serep biasanya berada di antara tempat duduk penumpang. Posisinya selain tidak enak juga tidak mengenakkan karena penumpang ngkot sudah pasti duduk sedikit angkat kaki menginjaknya. LIhat..dia diinjak-injak.
Jika kita mengendarai mobil pribadi, maka biasanya di letakkan di tempat yang paling belakang. Entahkah itu digeletakkan begitu saja atau dimasukkan dalam kabin khusus ban serep (ada yang tahu nama khusus untuk tempat ban serep apa ya?)
Ketika roda cadangan atau ban serep ini sedang menjalani hari-harinya sebagai cadangan, keberadaannya seperti tidak penting. Dia teronggok begitu saja tanpa ada yang memperhatikan bahkan memberikan penghargaan.
Namun sungguh malang jika pengemudi atau pemilik kendaraan ini tidak memperhatikan vitalitas roda cadangan sebaik roda-roda yang lainnya. Mengapa, karena di saat-saat roda utama mengalami masalah, maka roda cadangan atau ban serep ini akan sangat menolong.
Ketika roda cadangan ini bisa menggantikan posisi roda yang sedang bermasalah, kita sangat merasa berterima kasih dan baru menyadari betapa penting dan berharganya keberadaan ban serep. Namun ketika ban serep ini sedang menunggu giliran untuk menjalankan fungsinya…pernahkan kita menganggapnya begitu penting? Rasanya tidak!! Dan hanya beberapa saja yang menyadari lalu bertindak adil dengan cara memberikan perawatan yang cukup kepada ban serep supaya dia bisa berfungsi dengan baik ketika dibutuhkan.
Dalam kehidupan bekerjasama dalam suatu tim, entah itu di kantor atau di dalam komunitas tertentu. Ada orang-orang yang keberadaannya seperti roda cadangan ini. Seringkali diabaikan dan tidak dinilai penting.
Boro-boro penghargaan, seringkali karena jenis tugasnya yang tidak populer, para atasan sering memberikan diskripsi “hanya” untuk menjelaskan kepada orang-orang yang menanyakan apa tugas si “roda cadangan” ini. Misal : oh, kerjaannya hanya membuat surat, kerjanya hanya ini..itu.. Bahkan mungkin baru dihargai keberadaannya ketika dia tampil sebagai "pemain utama"
Well, kita memang tidak bisa mengelak adanya perbedaan jenjang dalam jabatan. Dan rasanya kita semua harus mulai menyadari, bahwa tidak ada yang tidak penting dalam sutu tim kerja. Semua dalam porsinya masing-masing adalah penting. Karena jika salah satu saja mogok atau tidak berfungsi dengan baik, maka saya yakin harmoni kerjanya tidak akan indah dan tentunya akan mempengaruhi mutu outputnya.
So…
Para atasan : hendaknya memberikan penghargaan yang cukup untuk anak buah dengan tugas-tugas yang tidak populer karena hanya memback up sesuatu. Supaya mereka memiliki energi tambahan untuk menjaga vitalitas mereka (semangat, skill, bahkan loyalitas) sehingga ketika mereka harus menggantikan si pemeran utama mereka menjadi pemeran utama yang prima dan menghasilkan output yang prima pula. Jangan sakiti hati mereka dengan kalimat-kalimat yang meremehkan juga dengan diskripsi yang membuat mereka merasa tidak dihargai.
Dan untuk teman-teman yang sedang dalam posisi “pemain cadangan” jangan berkecil hati..karena..energi dan kemampuan kita sama pentingnya dengan para pemain utama. Tetaplah meyakini bahwa akan ada masanya kalian semua menjadi pemeran utama dan tidak hanya duduk di kursi pemain cadangan. Anggaplah ini masa-masa persiapan untuk menjadi pemain tangguh pencetak goal yang luar biasa.
Jika para atasanmu tidak memberikan perawatan yang semestinya…..hayo…tetaplah menjaga vitalitas kalian..vitalitas yang berupa semangat, skill, dan loyalitas. Supaya masa penantian pergantian peran tidak membuatmu menjadi menurun. Supaya masa penantianmu sungguh-sungguh menjadi masa persiapan pengumpulan energi yang dahsyat. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Kolose 4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
Eph 6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
...................Jumat, 23 April 2010.......................
Jika kita sedang mengendarai angkot ban serep biasanya berada di antara tempat duduk penumpang. Posisinya selain tidak enak juga tidak mengenakkan karena penumpang ngkot sudah pasti duduk sedikit angkat kaki menginjaknya. LIhat..dia diinjak-injak.
Jika kita mengendarai mobil pribadi, maka biasanya di letakkan di tempat yang paling belakang. Entahkah itu digeletakkan begitu saja atau dimasukkan dalam kabin khusus ban serep (ada yang tahu nama khusus untuk tempat ban serep apa ya?)
Ketika roda cadangan atau ban serep ini sedang menjalani hari-harinya sebagai cadangan, keberadaannya seperti tidak penting. Dia teronggok begitu saja tanpa ada yang memperhatikan bahkan memberikan penghargaan.
Namun sungguh malang jika pengemudi atau pemilik kendaraan ini tidak memperhatikan vitalitas roda cadangan sebaik roda-roda yang lainnya. Mengapa, karena di saat-saat roda utama mengalami masalah, maka roda cadangan atau ban serep ini akan sangat menolong.
Ketika roda cadangan ini bisa menggantikan posisi roda yang sedang bermasalah, kita sangat merasa berterima kasih dan baru menyadari betapa penting dan berharganya keberadaan ban serep. Namun ketika ban serep ini sedang menunggu giliran untuk menjalankan fungsinya…pernahkan kita menganggapnya begitu penting? Rasanya tidak!! Dan hanya beberapa saja yang menyadari lalu bertindak adil dengan cara memberikan perawatan yang cukup kepada ban serep supaya dia bisa berfungsi dengan baik ketika dibutuhkan.
Dalam kehidupan bekerjasama dalam suatu tim, entah itu di kantor atau di dalam komunitas tertentu. Ada orang-orang yang keberadaannya seperti roda cadangan ini. Seringkali diabaikan dan tidak dinilai penting.
Boro-boro penghargaan, seringkali karena jenis tugasnya yang tidak populer, para atasan sering memberikan diskripsi “hanya” untuk menjelaskan kepada orang-orang yang menanyakan apa tugas si “roda cadangan” ini. Misal : oh, kerjaannya hanya membuat surat, kerjanya hanya ini..itu.. Bahkan mungkin baru dihargai keberadaannya ketika dia tampil sebagai "pemain utama"
Well, kita memang tidak bisa mengelak adanya perbedaan jenjang dalam jabatan. Dan rasanya kita semua harus mulai menyadari, bahwa tidak ada yang tidak penting dalam sutu tim kerja. Semua dalam porsinya masing-masing adalah penting. Karena jika salah satu saja mogok atau tidak berfungsi dengan baik, maka saya yakin harmoni kerjanya tidak akan indah dan tentunya akan mempengaruhi mutu outputnya.
So…
Para atasan : hendaknya memberikan penghargaan yang cukup untuk anak buah dengan tugas-tugas yang tidak populer karena hanya memback up sesuatu. Supaya mereka memiliki energi tambahan untuk menjaga vitalitas mereka (semangat, skill, bahkan loyalitas) sehingga ketika mereka harus menggantikan si pemeran utama mereka menjadi pemeran utama yang prima dan menghasilkan output yang prima pula. Jangan sakiti hati mereka dengan kalimat-kalimat yang meremehkan juga dengan diskripsi yang membuat mereka merasa tidak dihargai.
Dan untuk teman-teman yang sedang dalam posisi “pemain cadangan” jangan berkecil hati..karena..energi dan kemampuan kita sama pentingnya dengan para pemain utama. Tetaplah meyakini bahwa akan ada masanya kalian semua menjadi pemeran utama dan tidak hanya duduk di kursi pemain cadangan. Anggaplah ini masa-masa persiapan untuk menjadi pemain tangguh pencetak goal yang luar biasa.
Jika para atasanmu tidak memberikan perawatan yang semestinya…..hayo…tetaplah menjaga vitalitas kalian..vitalitas yang berupa semangat, skill, dan loyalitas. Supaya masa penantian pergantian peran tidak membuatmu menjadi menurun. Supaya masa penantianmu sungguh-sungguh menjadi masa persiapan pengumpulan energi yang dahsyat. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Kolose 4:1 Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
Eph 6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,
...................Jumat, 23 April 2010.......................
Rabu, 31 Maret 2010
Selamat Paskah
Bukan dengan barang fana, KAU membayar dosaku
Dengan darah yang mahal, tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak, KAU menebus diriku
Oleh segenap kasih dan pengorbanan-MU
Reff :
Ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama
Semuanya sia-sia, dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan pada mezbah-Mu ya Tuhan
Jadilah padaku seperti yang KAU ingini
~ ~ ~
Lagu Rohani tersebut di atas menjadi salah satu lagu kesukaan saya. Syairnya mengingatkan saya betapa berartinya karya Penebusan yang Yesus kerjakan bagi saya dan kita semua.
Bukan itu saja..sesungguhnya lagu tersebut mengingatkan kita bahwa kita ini sungguh berharga dan penting di mata Tuhan.
Tak banyak yang bisa saya sampaikan menjelang Paskah ini. Hanya ingin menghimbau agar kita lebih bersyukur dengan hidup yang Tuhan sudah berikan kepada kita juga karya Penebusan-NYA bagi kita. Di dalamnya terkandung harapan, sukacita, dan kasih yang indah.
SELAMAT MERAYAKAN PASKAH
Kiranya kita semakin mengenal dan hidup di dalam kasih-NYA
Jangan kuatir tentang masa depan, sebab jika Yesus saja diberikan kepada kita..apakah mungkin Bapa tidak memperhatikan kehidupan dan kebutuhan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Roma 8 : 32
Dengan darah yang mahal, tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak, KAU menebus diriku
Oleh segenap kasih dan pengorbanan-MU
Reff :
Ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama
Semuanya sia-sia, dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan pada mezbah-Mu ya Tuhan
Jadilah padaku seperti yang KAU ingini
~ ~ ~
Lagu Rohani tersebut di atas menjadi salah satu lagu kesukaan saya. Syairnya mengingatkan saya betapa berartinya karya Penebusan yang Yesus kerjakan bagi saya dan kita semua.
Bukan itu saja..sesungguhnya lagu tersebut mengingatkan kita bahwa kita ini sungguh berharga dan penting di mata Tuhan.
Tak banyak yang bisa saya sampaikan menjelang Paskah ini. Hanya ingin menghimbau agar kita lebih bersyukur dengan hidup yang Tuhan sudah berikan kepada kita juga karya Penebusan-NYA bagi kita. Di dalamnya terkandung harapan, sukacita, dan kasih yang indah.
SELAMAT MERAYAKAN PASKAH
Kiranya kita semakin mengenal dan hidup di dalam kasih-NYA
Jangan kuatir tentang masa depan, sebab jika Yesus saja diberikan kepada kita..apakah mungkin Bapa tidak memperhatikan kehidupan dan kebutuhan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Roma 8 : 32
Senin, 22 Maret 2010
Tiga Puluh Lima Lilin
Tiga puluh lima lilin menyala dihadapanku
Tiap batangnya mewakili tahun-tahun perjalanan hidupku
Tiap pijar api di sana mewakili cinta yang selalu menghangatkanku
Cinta dari Tuhanku
Cinta dari keluargaku
Cinta dari teman-temanku
Kupadangi liuk api dalam pijarnya
Seperti pemandu sorak yang menyemangatiku
Untuk tetap gagah berani menghadapi hidup
Kupandangi pendaran warna biru dalam pijar lilin-lilin itu
Seperti tangan-tangan yang menggapaiku
Memelukku..mengatakan bahwa Kau bersamaku
Tuhan…
Terima kasih..karena Engkau tidak pernah bosan bersama-sama denganku
Tiga puluh lima tahun, sejak aku lahir di dunia ini
KAU ada bagiku…
Baik hadir-MU secara langsung
Atau pun melalui orang-orang terbaik di sekelilingku
Tuhan,
Plis, jangan bosan menemani langkah-langkah hidupku
Meskipun tanpa sengaja aku sering “mengacuhkan” kehadiran-Mu
Seringkali tanpa sengaja aku tidak mengakui keberadaanku di sisiku
Seringkali Engkau harus berlelah mendengarku bersungut tak bersyukur
Tuhan,
Aku tahu..tanpa-Mu apalah jadinya aku..yang rapuh ini
Tanpa-Mu..apa jadinya aku yang tiada berdaya ini..
Jadi…tolong, jangan pernah meninggalkan aku
Sekiranya aku yang meninggalkan-Mu…tolong segeralah tangkapku dengan cinta-Mu
Supaya jangan aku terlalu jauh tersesat meninggalkan Mu
Tuhan,
Berkatilah teman-temanku
Yang sudah memberkatiku dengan segala ucapan baik dan doa-doa mereka di hadapan-Mu
Berkatilah teman-temanku
Yang diam-diam merancangkan sesuatu…yang membuatku tersenyum
Membuang segala kuatir dan takutku
Berkatilah mereka, perhatikanlah mereka
Cukupkanlah kebutuhan mereka, dan sertai mereka semua
Karena tanpa mereka….hidupku akan sangat hambar
Tanpa mereka…aku pasti sangat kesepian
Tanpa teman-temanku…aku akan menjadi orang yang paling malang
Karena mereka adalah yang menopangku, dan mengangkatku ketika aku jatuh
Hingga aku tak jadi tergeletak..
Berkatilah hatiku
Supaya senantiasa baru…lembut…dan bijak
Hingga hadirku bisa menjadi laksana garam dan terang bagi sekelilingku
Berkatilah umurku,
Supaya tahun depan aku bisa menambahkan satu lilin lagi untuk kunyalakan.
dan biarlah aku hidup untuk menyenangkan-Mu
hingga terpenuhi segala kerinduan-Mu atasku
dan terpenuhi segala janji-Mu bagiku
hingga tahun-tahun dalam hidupku adalah tahun-tahun keberuntunganku
Dalam nama-Mu , Yesus Tuhan aku berdoa
Amin.
1 Kor 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
terima kasih untuk Om Nyong yang sudah mengirimkan ini :
Zus Riris Kolondam yang berbahagia dalam Kristus,
Riris, selamat ulang tahun ke 35 om ucapkan - Maz.91:16
Indah sungguh rencana Tuhan bagi Riris - Yer.29:11
Roh Kudus memberi kekuatan baru untuk melakukan kehendakNya - Yes.40:31
Iman yang teguh membuat Riris menembus kemustahilan - Mat.21:21
Sejahtera dalam Kristus menyegarkan hati di segala waktu - Fil.4:7
Jakarta, 20 Maret 2010
(tambah tua nich ?!) mohon doanya ya, teman-teman
Tiap batangnya mewakili tahun-tahun perjalanan hidupku
Tiap pijar api di sana mewakili cinta yang selalu menghangatkanku
Cinta dari Tuhanku
Cinta dari keluargaku
Cinta dari teman-temanku
Kupadangi liuk api dalam pijarnya
Seperti pemandu sorak yang menyemangatiku
Untuk tetap gagah berani menghadapi hidup
Kupandangi pendaran warna biru dalam pijar lilin-lilin itu
Seperti tangan-tangan yang menggapaiku
Memelukku..mengatakan bahwa Kau bersamaku
Tuhan…
Terima kasih..karena Engkau tidak pernah bosan bersama-sama denganku
Tiga puluh lima tahun, sejak aku lahir di dunia ini
KAU ada bagiku…
Baik hadir-MU secara langsung
Atau pun melalui orang-orang terbaik di sekelilingku
Tuhan,
Plis, jangan bosan menemani langkah-langkah hidupku
Meskipun tanpa sengaja aku sering “mengacuhkan” kehadiran-Mu
Seringkali tanpa sengaja aku tidak mengakui keberadaanku di sisiku
Seringkali Engkau harus berlelah mendengarku bersungut tak bersyukur
Tuhan,
Aku tahu..tanpa-Mu apalah jadinya aku..yang rapuh ini
Tanpa-Mu..apa jadinya aku yang tiada berdaya ini..
Jadi…tolong, jangan pernah meninggalkan aku
Sekiranya aku yang meninggalkan-Mu…tolong segeralah tangkapku dengan cinta-Mu
Supaya jangan aku terlalu jauh tersesat meninggalkan Mu
Tuhan,
Berkatilah teman-temanku
Yang sudah memberkatiku dengan segala ucapan baik dan doa-doa mereka di hadapan-Mu
Berkatilah teman-temanku
Yang diam-diam merancangkan sesuatu…yang membuatku tersenyum
Membuang segala kuatir dan takutku
Berkatilah mereka, perhatikanlah mereka
Cukupkanlah kebutuhan mereka, dan sertai mereka semua
Karena tanpa mereka….hidupku akan sangat hambar
Tanpa mereka…aku pasti sangat kesepian
Tanpa teman-temanku…aku akan menjadi orang yang paling malang
Karena mereka adalah yang menopangku, dan mengangkatku ketika aku jatuh
Hingga aku tak jadi tergeletak..
Berkatilah hatiku
Supaya senantiasa baru…lembut…dan bijak
Hingga hadirku bisa menjadi laksana garam dan terang bagi sekelilingku
Berkatilah umurku,
Supaya tahun depan aku bisa menambahkan satu lilin lagi untuk kunyalakan.
dan biarlah aku hidup untuk menyenangkan-Mu
hingga terpenuhi segala kerinduan-Mu atasku
dan terpenuhi segala janji-Mu bagiku
hingga tahun-tahun dalam hidupku adalah tahun-tahun keberuntunganku
Dalam nama-Mu , Yesus Tuhan aku berdoa
Amin.
1 Kor 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
terima kasih untuk Om Nyong yang sudah mengirimkan ini :
Zus Riris Kolondam yang berbahagia dalam Kristus,
Riris, selamat ulang tahun ke 35 om ucapkan - Maz.91:16
Indah sungguh rencana Tuhan bagi Riris - Yer.29:11
Roh Kudus memberi kekuatan baru untuk melakukan kehendakNya - Yes.40:31
Iman yang teguh membuat Riris menembus kemustahilan - Mat.21:21
Sejahtera dalam Kristus menyegarkan hati di segala waktu - Fil.4:7
Jakarta, 20 Maret 2010
(tambah tua nich ?!) mohon doanya ya, teman-teman
Langganan:
Postingan (Atom)