Kamis, 23 April 2015

Penyembah Yang Benar



Yohanes 4 : 23 – 24
(23)Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah- penyembah yang demikian.  (24) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , Menyembah memiliki arti kurang lebih seperti ini : menelangkupkan kedua belah tangan, kepala tertunduk dan mengucapkan puji-pujian sebagai tanda hormat. Juga memiliki arti suatu kegiatan yang menunjukkan rasa hormat.

Bapa menghendaki penyembah-penyembah-Nya adalah penyembah-penyembah yang benar, yaitu yang menyembah-Nya di dalam roh dan kebenaran. Ini memiliki arti bahwa penyembahan yang benar di mata Allah bukan hanya bicara tentang sikap tubuh saat beribadah namun juga memiliki arti sikap hati dan gaya hidup kita sehari-hari.

Allah menghendaki dalam keseharian kita senantiasa menyadari untuk menghormati DIA dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya saat melakukan ritual ibadah, bukan hanya pada saat menjalankan liturgi kebaktian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Allah melihat apa yang di dalam hati manusia, bukan hanya melihat kulit luarnya (inilah yang dimaksud dengan menyembah di dalam roh). Ada banyak orang mengaku bahwa dia menyembah Allah namun kehidupannya tidak menghormati Allah. Bagaimanakah cara kita menghormati Allah? Yaitu dengan menjadi pelaku-pelaku kebenaran Firman Allah.

·         Sebagai suami, ayah, imam dalam keluarga : menghormati Allah dengan menjalankan kewajibannya menjadi pelindung yang mencintai istri dan anak-anaknya. Menjadi pengatur mezbah keluarga dalam rumah tangganya.

·         Sebagai istri dan ibu dalam keluarga : menghormati Allah dengan tunduk kepada suami seperti tunduk kepada Kristus, serta menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.

·         Sebagai karyawan dan atau pimpinan dalam suatu perusahaan : menghormati Allah dengan cara bekerja yang jujur dan lurus. Dan senantiasa tunduk pada atasannya.

·         Sebagai seorang pelayan Tuhan, menghormati Allah dengan bergerak sesuai kehendak-Nya. Ada banyak pelayan / hamba-hamba Tuhan yang kehilangan arah pelayanannya, sehingga melakukan aktivitas pelayanan hanya sebagai rutinitas, bahkan hanya sebagai ajang unjuk kemampuan. Sehingga makin lama pelayanannya makin hambar dan tidak berdampak apa-apa bagi mereka yang dilayani. 

Dalam kehidupan sehari-hari sebagai sesama manusia, apakah kita sudah berlaku adil dengan memperlakukan sesama kita sebagaimana kita ingin diperlakukan? Ataukah tanpa kita sadari mulut kita menyemburkan bisa yang mematikan karakter teman kita? Ataukah tanpa sadar perkataan kita meruntuhkan dan bukan membangun?
 
Apakah kita sudah menjadi penyembah-penyembah yang benar, atau kita hanya sekumpulan orang yang gemar berada di rumah ibadah? Apakah kita benar-benar menjadi seorang Pengikut Kristus atau hanya menjadi orang yang bangga dengan Agama Kristen? Bapa mencari penyembah-penyembah yang benar. Penyembah yang benar berarti : memiliki gaya hidup yang benar baik ketika kita dilihat orang atau tidak. Tuhan memberkati. (RE)

Tidak ada komentar: