Rabu, 09 Desember 2009

Catatan Kecil Saat Sakit

Tiga pekan terakhir ini kami sekeluarga bergiliran sakit. Dimulai dari suami saya yang sedikit bermasalah dengan tekanan darahnya berbarengan dengan saya yang terserang demam.

Berhubung suami sakit, maka untuk urusan membuat susu bagi kedua batita kami terpaksa saya kerjakan sendiri kendatipun sedang demam tinggi. Dua hari istirahat di rumah, keadaan saya mulai pulih walaupun belum segar betul.

Belum lagi bernapas lega si Bungsu sakit disusul si Sulung. Waah..praktis saya sama sekali tidak pernah beristirahat dalam arti yang sebenarnya. Dan akhirnya, setelah semua kembali sehat, saya malah jatuh sakit lagi sampai ambruk berhari-hari.

Terkapar, sakit, terpaksa menyendiri dari anak-anak untuk memperkecil kemungkinan kembali tertularnya virus flu membuat saya sedih. Apalagi kalau si kecil mulai mengangkat tangannya minta gendong…waduuh..saya benar-benar mengatakan “maaf ya Dik! Mama sedang tidak bisa gendong kamu” dari hati yang sedikit hancur 

Saya yang ingin bersungut-sungut sontak teringat dengan tekad diri sendiri…yaitu belajar bersyukur dalam segala perkara. Tak mudah memang, dalam keadaan lelah, sakit, dan rindu bersenda gurau dengan anak-anak lantas saya mau bersyukur??? Tapi yang namanya sudah bertekad ya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh pula, bukan?

Berhubung saya tidak tahu bagaimana saya mesti bersyukur di tengah keadaan yang tidak memberi saya alasan untuk bersyukur, maka saya hanya berbisik kepada Tuhan,”Tuhan, apa yang harus aku syukuri dari keadaan ini? Ajari aku bersyukur di dalam keadaan yang sulit..di dalam keadaan yang membuatku sedih seperti ini.” Amin

Perlahan hati mulai menghangat. Lupa dengan untaian kalimat sungutan, pikiran saya mulai dialihkan ketika di halaman rumah terdengar gelak tawa Joshua anak kami yang kedua.. di susul kakaknya yang tengah sibuk berusaha menangkap burung-burung gereja yang sedang bermain. Tingkah polah mereka membuat saya terkikik sendirian di kamar.

Herannya burung-burung gereja itu seperti mengerti bahwa anak-anak tidak bermaksud menyakiti, mereka hanya terbang rendah menghindar lalu hinggap lagi di tanah yang sudah ditaburi sedikit beras dan remah biskuit. Seperti tahu saya perhatikan, burung-burung itu pun hinggap di pot-pot gantung dekat kamar saya ikut berayun ketika sang bayu berhembus.

Tiba-tiba saja saya merasakan kegembiraan yang tidak biasanya. Menyaksikan kegembiraan anak-anak dengan alam sekitarnya, burung-burung gereja yang tidak takut bercengkerama dengan anak-anak, matahari merayap turun berganti shift dengan rembulan dan bintang-bintang. Sungguh, hal-hal ini tidak pernah saya dapati atau nikmati ketika saya sehat.

Merasakan keindahan-keindahan yang tidak biasanya saya dapati, membuat rasa syukur saya mengalir dengan tulus. Sungguh, kendatipun sakit bukan lah hal yang menyenangkan, namun masa istirahat saya telah memberikan pengalaman yang lebih dari sekedar mencari uang, blogwalking, facebooking. Kegembiraan yang dikerjakan karena kesadaran, bahwa dalam sakitpun ada berkat yang Tuhan sediakan.

Entah karena kegembiraan atau rasa syukur, atau Karena sudah waktunya sembuh, yang jelas tiba-tiba saja saya merasa begitu segar…yang jelas pemazmur pernah menuliskan hubungan antara kegembiraan dan kesehatan :

Pro 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Mudah-mudahan setelah ini tidak ada lagi yang sakit, sehingga saya bisa menjalani hidup lebih normal lagi. Menikmati hal-hal yang luar biasa dalam keadaan sehat. Bisa menggarap beberapa draft tulisan untuk blog, sehingga tulisan blog saya tidak berisi curhatan seperti ini. Doakan ya?

9 komentar:

DV mengatakan...

Bersyukur adalah obat yang paling mujarab. Menerbitkan rasa syukur tak harus dengan hal-hal yang besar, cukup seperti yang sudah kamu lakukan, memerhatikan kebesaran Tuhan lewat burung gereja :)

Doaku sertamu dan keluargamu!

Mami ODI mengatakan...

Banyak hari yg kita lewati dgn tergesa2 yah Ris kadang suara burung yg menyapa kita setiap pagipun tidak terdengar baru ketika sakit kita merasakan indahnya suara burung dipagi hari (aku pun pernah ngalami spt itu)btw syukurlah kalian sudah sehat semua,GBU

Riris Ernaeni mengatakan...

@ DV : Thank u Don. GBU
@ Mami ODI : Yup, kita sering tergesa-gesa karena diburu waktu yang tak tentu untuk bekerja dan aktivitas yang lainnya. thank u

nanaharmanto mengatakan...

Syukurlah kalian sudah sehat dan membaik semua Mbak....
Iya bener Mbak, bersyukur dalam keadaan yang nggak enak itu susah...tapi salut mbak, kau tetep bisa bersyukur dalam keadaan sakitmu itu...eh, mungkin juga itu yang membuatmu cepet sembuh... :)

Aku sedang mencoba belajar mensyukuri hal-hal kecil di sekitarku, yang bahkan dulu nyaris tak terperhatikan...

Nice share, Mbak..

nanaharmanto mengatakan...

Syukurlah kalian semua udah kembali sehat...
Bener Mbak, bersyukur dalam keadaan yang tak mengenakkan itu sulit...aku salut mbak, kau bisa tetep bersyukur dalam sakitmu...mungkin itu yang membuatmu cepet sembuh... :)

Aku mencoba belajar mensyukuri hal-hal kecil di sekitarku, yang bahkan dulu hampir tak kuperhatikan...

hanze.asgr mengatakan...

Allah yang pengasih memberikan janji seperti ini bagi kita di dunia baru nanti:
-Yesaya 33:24 "tidak ada penghuni yang akan mengatakan 'aku sakit'"
-Yesaya 35:5 "mata orang buta akan terbuka"
-Yesaya 35:6 "orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan."
-Wahyu 21:4 "dan ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka,dan kematian tidak akan ada lagi,juga,tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu."

*Bersyukurlah jika kia dikaruniai kesehatan.
*Hargai kehidupan yang diberikan oleh Tuhan pada kita dengan menjaga kesehatan.
*Jika kita sakit,jangan berkecil hati,Allah menjanjikan keadaan yang bebas dari penyakit,kematian dan penderitaan di dunia baru nanti,kita masih punya harapan pada Bapa yang pengasih.

Domba mengatakan...

Domba likes this!

Riris Ernaeni mengatakan...

@ Hanze : terima kasih tambahannya, Bro (Sis)

@ Domba : terima kasih, OM Domba

JJ mengatakan...

Ris...tulisan mu ini membuatku terharu... karena saat ini aku sedang dalam situasi seperti kamu... bukan sakit, tapi sedang mengalami masalah.
bagaimana bisa bersyukur dalam terpaan masalah? yah kurasa Tuhan sudah membimbingku membaca tulisan mu ini... dan sekarang aku jd lebih bersemangat...
thanks ya Ris... GBU..