Senin, 22 Desember 2008

maaf

maaf, semalam aku begitu marah
tak bisa kujaga sikap hormatku padamu
tak kukendalikan geram dari mulutku
hingga banyak kalimat tak pantas terurai lepas

aku tak tahan lagi
tak mampu aku berdiri tegak dengan sikap hormat
pundakku terbungkuk
punggungku terdorong dengan begitu keras

yah..mengapa seolah tak ada kemudahan
aku mengeluh
merutuk
hilang dan habis sabarku
tak peduli akan rasa hormat
dan menusukmu dengan sebilah pisau
yang keluar dari mulutku

tak kusadari, ketika ku menusukmu
aku pun tertusuk
karena kau ada di dalamku
dan aku ada didalammu
ketika aku melukaimu
maka aku melukai diriku sendiri

tak ada kalimat yang tepat untuk kubawa di pangkuanmu
selain "aku menyesal..maafkan aku"
aku malu tuk menengadah seperti biasanya
tak tahan aku berdiam lama tuk menunggu suara lembutmu
aku..terlalu kasar bagimu yang begitu mencintaiku
tak tahan aku ingin berlari dari hadapanmu
yang merentangkan tangan dengan kedua telapak yang berlubang
oh...cinta itu...sudah kusumpah serapahi semalaman
karena derita dan susah payah dunia ini

maaf, cuma itu yang bisa kuucapkan

--------
salah lagi salah lagi...kapan aku jadi benar?
--------

5 komentar:

Anonim mengatakan...

MAAF, seringkali itu hanya menjadi simbol saja khan ?
q-kiss.blogspot.com

yobel mengatakan...

kk Riris ini puisi untuk teman atau Tuhan? aku bingung baca nya.. hehehe

Riris Ernaeni mengatakan...

@Kikis, tengkyu komentarnya..rasanya puisi ini mewakili penyesalan yang sesungguhnya

@yobel...kamu pasti tahu untuk siapa puisi ini dibuat..kalo mo jeli bacanya

Petra mengatakan...

Riris,

Bukan kesempurnaan yg Tuhan cari dari diri kita. Melainkan komitmen untuk bertumbuh.

Ketika FirmanNya berkata, doa orang benar besar kuasanya. Yg dimaksud dg orang benar ini bukanlah orang yg tidak pernah melakukan kesalahan. Tetapi, orang yg sadar ketika berbuat salah, dan kemudian mengakuinya di hadapan NYA, dan pada saat itu Tuhan kita adalah setia dan adil, Ia satu2nya yang punya otoritas untuk mengampuni kesalahan kita.

Saya sendiri sering jatuh. Tapi pada saat yg sama Roh Kudus mengingatkan ayat dari Yakobus tersebut. Hendaklah engkau saling mengakui dosamu, maka engkau akan sembuh. Doa orang benar besar kuasanya.

Amin

Petra mengatakan...

Riris,

yg Tuhan inginkan dari kita bukanlah kesempurnaan. Melainkan komitment untuk bertumbuh.

Saat Ia mengatakan dalam Yakobus, doa orang benar besar kuasanya. Maka, yg dimaksud dg orang benar ini bukanlah orang yg tidak pernah melakukan kesalahan. Melainkan orang yg mau mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan dan (kalau perlu) sesama. Sebab Allah itu setia dan adil.

Setiap kita bukanlah orang yg sempurna, termasuk saya. Sering kali saya jatuh, dan Roh Kudus senantiasa setia mengingatkan saya akan ayat tsb.

Amin