Jumat, 12 September 2008

STOP MENCELA ORANG JELEK !!!

Pergaulan saya di kantor banyak dengan teman-teman lelaki. Saya sendiri satu-satunya perempuan di ruangan yang berisi 4 orang karyawan. Dalam banyak kesempatan, saya sering mendenger becandaan rekan-rekan saya tentang teman-teman yang menurut mereka berwajah minus atau pas pasan. Kalau ditanya perasaan saya mendengar celotehan tak bertanggung jawab itu pertama-tama sih sedih lama-lama tak peduli..Ketidakpedulian saya lebih mengarah kepada--saya tidak bisa melarang para pemilik mulut itu untuk berkomentar seenak jidat, kan?-- jadi buat apa saya menguras emosi saya untuk komentar-komentar yang tak jelas itu.

Sikap saya?? saya tidak pernah ikut berkomentar, kalau ada teman yang dilecehkan dengan kata-kata seperti itu. Paling cuma tersenyum kecut, sebagai tanda saya tidak suka kalau mereka bercanda seperti itu.

Hingga suatu saat seorang teman bertanya, kenapa sih kamu gak mau ikutan nyela? Kenapa sih kamu selalu senyum kecut kalo kita becanda..kan cuma becanda..emang salah ya?

Saya punya beberapa alasan mengapa saya tidak suka kalau ada orang yang bilang si ini jelek, si itu muka boros, si sono tuh culun bla bla bla belum lagi ditambah kalimat-kalimat yang melecehkan..

1. Saya takut ada PRIBADI yang marah, karena 'buatan' NYA dibilang jelek.
Teman-teman tahu kan, betapa seriusnya DIA menciptakan manusia, sampai sampai DIA menciptakan manusia baik pria ataupun wanita sesuai dengan gambar dan rupaNYA (Kejadian 1 : 27)
Bahkan pemazmur mengatakan 'Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. (Mzm 139 : 13)

Pernah melihat orang menenun? tentu pernah..ketika menenun pasti mereka fokus dengan benang dan alat tenunnya, gak bisa sambil bercanda ataupun jelalatan kemana-mana. Saya yakin, setiap manusia yang terlahir ke muka bumi ini diciptakan dengan serius oleh TUHAN. Betapa kecewa dan marahNYA kalau apa yang DIA bilang "baik adanya" itu dibilang jelek oleh hasil karyaNYA sendiri? Betapa marahNYA DIA jika kita semena-mena melecehkan hasil karyaNYA itu?

Pernah gak sih kita pikirkan perasanNYA? Sedangkan kita, jika karya kita mendapatkan kritikan saya kita ada rasa kecewa (hayo jujur, ada gak yang bener2 100% suka kritikan?)

Temans, DIA menciptakan kita dengan serius, dengan sepenuh hati dan perasaanNYA, layakkah kita mengatakan ciptaanNYA jelek? (jangan tanya saya : kalau memang DIA ciptakan kita menurut gambar dan rupaNYA, mengapa ada orang yang mukanya pas-pasan? karena saya tidak tahu jawabannya)

2. Karena saya juga tidak mau dibilang jelek
Mt 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi

Intinya, kalau saya gak mau dibilang jelek, ya saya gak mau juga ngatain orang jelek. Saya memang tidak secantik Dian Sastro, bentuk tubuh saya memang tidak seideal para model dan peragawati. Tapi saya tahu, TUHAN menciptakan saya menjadi pribadi dengan wajah yang manis (yee...kalo saya anti ngatain orang lain jelek, saya juga gak mau bilang diri saya jelek dong!) Dan ketika saya mengakui kalau saya manis...sebenarnya saya sedang memberikan pujian kepada PRIBADI yang tanganNYA sudah membentuk saya sedemikian rupa.

........Duh Ris, cuma becanda gitu lho! serius amat pembahasannya sampe bawa-bawa ayat alkitab!!, Teman..apa yang keluar dari mulut itu meluap dari hati

"Mt 15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. "

dan setiap perkataan yang keluar dari mulut kita itu harus dipertanggunjawabkan

Spontanitas dalam bercanda itu bisa kita kendalikan kalau kita senantiasa menyadari bahwa TUHAN senantiasa melihat apa yang kita perbuat, dan mendengar apa yang kita katakan.

Dan kalau kita menjauhi segala bentuk pelecehan verbal terhadap fisik seseorang, rasanya itu salah satu bentuk penghargaan kecil terhadap karya besar TUHAN.

Kalau teman-teman tidak rela memberi pujian kepada mereka yang berwajah minus atau pas-pasan..setidaknya jangan terlibat untuk menjadi "pencela" karya ajaib TUHAN.

Tulisan ini dibuat dengan kesadaran penuh, bahwa SAYA dan saudara semua diciptakan dengan serius oleh TUHAN. Dengan kesadaran penuh, bahwa karena kitalah darahNYA tertumpah. Dengan kesadaran penuh, bahwa saya berharga dimata TUHAN. Bukan karena saya merasa senasib dengan orang-orang yang ditempeli LABEL : JELEK, MINUS, CULUN, KATRO, DST.

Mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan bagi kita semua, bahwa hal yang sederhana menurut kita, penting buat TUHAN.

Saya membuat polling tentang kebiasaan teman-teman terhadap orang-orang yang dilabeli seperti tsb diatas. Mohon kerelaan dan kejujurannya untuk mengisi ya?

3 komentar:

Lex dePraxis mengatakan...

Ahahaha, kocak juga. Thanks for writing, ada benernya. :)

yobel mengatakan...

setuju...
semua yang di ciptakan Tuhan itu pasti baik.. yang selalu membedakan adalah manusia sendiri..

Tuhan selalu memajang yang indah
aku bisa kasih contoh seperti ini
coba deh kalian berfoto dengan berbagai gaya dengan HP kamera kalian.. nah terus pilih foto yang mau kalian pajang di Ruang tamu kalin
tentunya kalian pasti memilih foto yang terbaik bukan? kalian akan memajang foto yang membuat kalian terlihat keren ganteng atau cantik

nggak mungkin kalian akan memajang foto kalian diruang tamu dengan foto yang terlihat jelek atau memalukan..

sama dengan kita ciptaan Tuhan.. Tuhan hanya memajang yang terbaik.. jadi kita semua yang ada di dunia ini yang terlahir kedunia adalah pajangan Tuhan yang terbaik.. jadi kalo kita menghina satu sama lain itu berati kita menghina yang memajang kita. kalian tau dong siapa yang kalian hina???!!!!

blogecahayu mengatakan...

paling-paling deh loe, Ris!! ada aja ide loe buat nulis. Jangan terlalu serius ama idup yang dah rumit ini Coy, cepet tua. Hahahaa gak kepikiran tema gini bisa juga jadi bahan tulisan yang bagus