Aku menamainya Tangguh. Satu dari 8 anak ayam yang menetas dari induk ayam yang pertama. Dia bukan anak ayam yang bagus fisik dan bulunya. Juga bukan anak ayam yang bisa terbang di usia yang masih muda. Dia justru menetas dalam kondisi yang berkebutuhan khusus.
Lehernya tidak bisa langsung tegak, seringkali dia terjatuh saat menyusul anak-anak ayam lain yang ikut induk. Awal kehidupan setelah menetas dia sering tercebur di tempat minum karena ketidakmampuannya menjaga leher tetap tegak. Cenderung lunglai dan berputar. Setiap dia berciap panik aku mencoba menolong untuk membangunkan dari posisi jatuhnya.
Tangguh sangat menyukai kehangatan matahari pagi. Itulah sebabnya aku tidak lagi memisahkan dia dari gerombolan induknya. Semakin hari lehernya semakin tegak, tidak lagi lunglai. Dia juga makin besar dan gesit bahkan tumbuh menjadi ayam remaja yang cantik.
Kalau diingat-ingat proses pengeraman induk Tangguh dan saudara-saudaranya juga melalui proses yang di luar nalar. Saat induk yang lain mengerami di tempat yang aman, Ibu tangguh mengerami telur-telurnya di tanah berumput dekat tembok kami. Kami tidak memindahkan telur-telir itu karena berisiko si Induk mogok mengerami. Yang bisa kami lakukan adalah memasang penutup agar tidak kepanasan ataupun kehujanan.
Atap penutup darurat itu tidak mampu menghalangi masuknya air hujan dari bawah sudah bisa dipastikan telur2 itu juga pernah dierami di tanah basah yang dingin. Logikanya tidak akan ada yg menetas. Namun nyatanya? Dari 11 telur yang dierami menetas 8.
Ini hanya catatan sederhana, tentang rezeki seringkali seperti takdir yang tidak bisa dibatalkan ataupun dikejar. Logika seharusnya telur dierami di tempat yg kering dan hangat. Nyatanya kalau sudah rezeki ya tetap saja bisa menetas. Secara logika ayam yg sudah kena tetelo kecil harapan untuk hidup bahkan tumbuh normal. Nyatanya... Tangguh bisa sembuh dan tumbuh normal layaknya saudara sepenetasan.
Adakah hari2 ini kita melewati jalan-jalan yang sulit dan terlihat mustahil? Adakah kita merasa tidak ada lagi harapan?
Ingat satu perkara, selama kita masih percaya bahwa Tuhan ada dan berkuasa selama itu juga kita bisa menembus kemustahilan. Bagian kita mengupayakan tang terbaik, selebihnya Tuhan yg menyelesaikannya bagi kita semua. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar