Selasa, 15 November 2011

Anak Panah

Pernahkah kau mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kau melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kau melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Pasti pernah, bukan?

Kita seperti anak panah di tangan Tuhan. Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari gandewanya menuju sasaran yang dimaksudkan. Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam tabung-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam gandewa-Nya ditarik kebelakang..sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi...Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah :
mungkin Tuhan tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran.

Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan,"Apinya telah padam"
Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang "dimundurkan" karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.

Kau, aku, mereka...adalah anak-anak panah ditangan Tuhan. Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan. Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, karena semua akan indah pada waktunya.

3 komentar:

DAVID IB. RACHMADI mengatakan...

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. (MAZMUR 127:4-5)

DV mengatakan...

Taon 2006 silam aku mendapatkan hadiah ulang tahun dari anak buahku di kantor lama sebuah poster bertuliskan kira2, Anak Panah perlu ditarik belakang untuk dilepas ke depan.

Uniknya, aku tak memperhatikan poster itu sampai sekitar setahun kemudian aku mendapat cobaan yang begitu berat, aku merasa disingkirkan... dan di titik itu ada satu anak buahku berkata, "Mas Donny... kejadian yang Mas alami itu kan seperti anak panah di poster kami dulu itu.." Seketika itu lalu kuambil poster dari kardus, kubingkai dan kupasang :)

Danny Djayasentana mengatakan...

Gelora Cinta kita kepada Nya akan selalu membuat kita melesat bagai anak panah, dari yang terbelakang menjadi yang terdahulu, tetapi ketika Api Cinta itu menjadi suam suam kuku dan cahayanya menjadi pudar maka hidup itu menjadi serupa dengan dunia ini dan Aku memuntahkanNya.