Minggu, 21 November 2010

....Seperti Itu...

7 komentar
Seperti lilin
dalam pelukan api
seperti itu rasaku
dalam pelukan rindu

aku merasakan perih
panas
tak nyaman
bahkan tersiksa

tapi aku tidak bisa berlari
untuk sekedar menghindari

banyak orang memakiku
ingatkanku
lupakan!!
hapuskan!!
dari anganmu!!!

aku hanya tersenyum
dan berkata dalam hatiku
kamu, aku, kita
dan semua yang pernah kita kecap
tidaklah sama dengan dokumen di komputerku

menghapus jejakmu
tak semudah mendelete file di foldernya
juga dari recycle bin

kamu ada di ruang-ruang rumah kita
di jalan yang harus aku lewati
di mendung pekat
juga di mega-mega cerah

bagaimana bisa aku melupakanmu
bagaimana bisa aku tak pasrah dalam gerusan rindu?
bagaimana bisa??

seperti mentari rindu berpelukan dengan pekat malam
seperti rembulan yang rindu membelai hangatnya siang
seperti itulah yang kini kurasakan

aku kuat...namun aku juga rapuh
ketika aku berhadapan dengan satu hal
RINDU

7 komentar:

ikkyu_san says:
November 21, 2010

ooooh jangan sampai kamu lupakan dia.
bahkan kenangan itu harus diingat selalu sebagai dorongan menghadapi masa depan ya Ris...

**hugs**

EM

Riris Ernaeni says:
November 22, 2010

Mbak EM, thank u
pasti tidak akan pernah bisa dilupakan, Mbak. He is very special :D

DV says:
November 22, 2010

Aku nunggu sekian lama tulisanmu tentang dia... dan bener2 dalam...

Salut, Ris... aku tak bisa membayangkan seperti apa yang kau rasakan, tapi satu hal yang ada selalu dalam bayanganku, kamu kuat! sangat kuat malah...

Riris Ernaeni says:
November 22, 2010

Thank u, DV.
Aku berharap setelah minggu ini berlalu, aku sudah bisa menyelesaikan tulisanku tentang dia.

Butuh waktu, butuh energi khusus untuk menuliskannya. Doakan ya?

jalahati says:
November 25, 2010

puisinya bagus banget sampai aku ketularan rindu :)

Vonny says:
November 29, 2010

Puisi yang indah sekaligus sedih. Aku memang tidak dapat menyelami, but i have a heart to pray 4 u.

just info, file yang telah kita hapus dari recycle bin-pun dapat dibangkitkan lagi. Apalagi kenangan tentang orang yang kita kasihi, tentu tak mungkin terhapuskan.

And life must go on, Rin. Be strong in God.

choirul says:
Desember 03, 2010

mengapa rindu hatiku tiada tertahan...

tersiksa karena cinta