Jumat, 04 September 2009

Pencarian Pintu Surga

“Surga itu apa to, Bu? Dimana letaknya?” seru saya menginterupsi pembicaraan ibu dan teman-temannya di ruang keluarga waktu itu.

Ibu menjawab,”Surga itu tempatnya orang-orang yang berbuat baik seumur hidup mereka di sana tidak terlalu panas tidak terlalu dingin. Tempat yang sangat indah dan semua manusia sangat ingin tinggal di saha. Letaknya ? (seperti kurang yakin) mungkin ada di atas langit, tempat Tuhan bersemayam.”

“Tuhan? Siapa DIA? Mengapa DIA tinggal di dalam Surga?”sambung saya

“Tuhan itu yang mempunyai Surga. DIA menciptakan dunia dan isinya termasuk Ibu, Bapak, Nenek, dan juga Kamu. DIA sangat berkuasa, karena DIA Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha Menciptakan, dan Maha Segalanya.”jelas ibu

“Apakah semua orang bisa masuk ke Surga dan bertemu Tuhan, Bu? Bagaimana caranya? Saya sangat ingin ketemu DIA ….ingin minta dibikinin Rumah Gedong yang Gede, minta dibikinin Ajimat yang membuat saya sakti.”

“Oh tentu tidak semua orang bisa masuk ke Surga dan Menemui Tuhan, Nak! Hanya orang-orang yang hidupnya suci dan berbuat baik saja yang bisa. Orang-orang yang hidupnya jahat atau nakal pasti masuk ke neraka. Kita yang masih hidup ini hanya bisa memanjatkan doa-doa kita kepada-NYA!”

“Jadi, Bu kalau aku nakal, aku masuk neraka? Dan tidak bisa ketemu sama Tuhan?”

“Ya, anak-anak nakal dan orang-orang jahat tidak bisa masuk ke Surga. Karena Tuhan hanya menyukai anak-anak yang manis dan orang-orang yang baik, itulah sebabnya disediakan Surga bagi mereka. Kamu tahu, setiap perbuatan itu ada timbangannya, itu yang akan diperhitungkan”

“Ada tidak cara menghapuskan catatan kesalahan-kesalahan kita hingga bersih, Bu?” tanya saya

“Tentu tidak ada cara.. bahkan orang yang baik pun akan tetap menjalani masa2 hukumannya jika sempat berbuat yg tidak baik. Makanya kamu jangan jadi anak yang nakal!! Semua catatan itu tidak bisa dihapus oleh apapun juga”

Itu adalah sedikit dari sekian banyak tanya jawab saya dengan Ibu yang waktu itu memeluk KEPERCAYAAN KEJAWEN tentang Tuhan, Dosa, Ketidakpastian DOA dan Pengampunan, juga tentang Surga.

Percakapan itu membuat saya masygul. Bahkan perasaan saya kepada Tuhan jadi abu-abu, di satu sisi sangat mengagumi kemahaan-NYA, di sisi lain saya merasa seram jika ingin mendekatiNYA. Mengapa? Dalam bayangan saya.. Tuhan itu seperti Kaisar China yang berkuasa tapi bengis. Imajinasi kanak-kanak saya melukiskan Tuhan itu sosok yang tinggi gendut, hanya duduk - duduk di kursi mengamat-ngamati perbuatan-perbuatan manusia lantas mencatatnya di buku tebal-NYA. Saya benci bayangan ini, trus berpikir betapa kejamnya Tuhan dan bertanya buat apa manusia diciptakan kalau hanya untuk masuk neraka dan mengalami siksaan-Nya?

Pikiran itu muncul karena saya merasa bahwa betapa sulitnya untuk menjadi anak yang baik dan manis. Semakin saya ingin berbuat baik, semakin besar kekuatan untuk berbuat sebaliknya.

Semakin saya ingin menjadi anak yang hormat kepada orang tua, malah semakin terdorong untuk memberontak. Semakin saya ingin dan berusaha untuk lepas dari kebiasaan saya ‘misuh’ (mengumpat) semakin kuat dorongan untuk melakukannya. Semakin saya mencoba untuk tidak melawan orang tua sehebat itulah dorongan kekuatan (yang entah darimana datang) untuk malah melakukan tindakan perlawanan.

Keadaan ini membuat Frustasi, saya marah mengapa harus lahir ke dunia, jika tidak pernah bisa berbuat baik. Rasa frustasi, kemarahan ini bukan karena begitu agamawi, saya frustasi tidak bisa menjadi anak yang baik semata-mata takut adanya neraka

* * *
Masuk Sekolah Dasar, seperti kakak-kakak saya yang lainnya, Ibu memilihkan Agama Kristen menjadi agama saya. Alasannya? Biar ada yang ngajari kalau ada kesulitan di pelajaran agama.

Karenanya saya mulai mengikuti Sekolah Minggu. Lagi-lagi kebingungan menghinggapi saya…mengapa? Di Sekolah Minggu selalu diajarkan betapa baiknya Tuhan, betapa Tuhan itu mengasihi saya..dan seterusnya.

Saya jadi bertanya dalam hati, kalau Tuhan itu baik dan mengasihi saya? Mengapa DIA senang sekali mencatat kesalahan-kesalahan manusia? Kalau Tuhan itu pengasih, mengapa disediakan neraka bagi manusia-manusia yang tidak pernah meminta-NYA untuk diciptakan?

Sejak saya kelas 1 SD hingga kelas 6 SD terus menerus bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan baku seperti ini :

1. Adakah sesuatu di dunia ini yang bisa memberikan kepastian hidup sesudah mati?
2. Apakah Doa kita benar-benar didengarkan Tuhan?
3. Apakah Surga itu kemustahilan ataukah sesuatu yang bisa dimiliki manusia?
4. Apakah Pengampunan Dosa itu meliputi dihapuskannya catatan-catatan tentang perbuatan dosa kita?

Dan selama itu pula hati dan kepala saya tidak bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan.
Hingga di suatu saat, saya menggugat Tuhan dengan doa yang sedikit kurang ajar, seperti ini,
”Tuhan, kalau Engkau tidak mau membuat aku mengerti dan memberi kepastian tentang pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mengganggu dan menyiksaku.. maka aku gak mau percaya kalau Tuhan itu Ada, aku gak mau jadi orang Kristen, karena jadi Kristen itu gak enak karena tiap hari diledeki teman-temanku!! Jadi Tuhan, kalau sampe kelas 1 SMP aku gak menemukan jawaban itu..lebih baik aku jadi Atheis!!!!”

Atas kebaikan-NYA doa terjelek yang pernah saya panjatkan itu didengarkan-Nya. Akhir kelas VI saya mulai bisa mengerti Firman yang disampaikan di Sekolah Minggu.

Saya tahu Tuhan memberikan hikmat untuk memahami Firman-NYA bukan karena takut dengan ancaman saya…tapi karena memang DIA senang memberikan hikmat kepada siapapun yang memintanya. Seperti tertulis :

Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

Sejak saat itu saya merasa lebih mudah mengerti pemberitaan Firman Tuhan tiap minggunya. Tapi..perasaan dosa masih mengikat dengan kuat, saya belum memperloleh kepastian tentang penghapusan dosa, belum memperoleh kepastian tentang adanya petunjuk jalan ke Surga.

Saya merasa ini adalah perjalanan Panjang dalam mencari “Pintu Surga”

* * *
Memasuki SMP, saya bertekat untuk sungguh-sungguh berdoa agar saya bisa menemukan kepastian tentang penghapusan dosa, petunjuk jalan ke Surga, dan kepastian didengarkannya doa-doa kita.

Tak disangka di minggu pertama saya kelas 1 SMP guru Sekolah Minggu membahas tentang kebiasaan anak-anak (saya) yang sering memberontak kepada orangtuanya. Minggu kedua membahas tentang betapa berdosanya jika kita (saya) menggunakan mulut untuk mengumpat, minggu ketiga tentang kebiasaan-kebiasaan buruk saya yang lain.

Mengikuti kelas selama 3 minggu itu rasanya seperti dilucuti, ditelanjangi, dan dipermalukan. Di sabtu malam minggu ke tiga (keesokannya akan sekolah minggu di minggu ke-4) saya berdoa, “Tuhan, selama 3 minggu ini aku merasa ditelanjangi, hati ku hancur karena dosa-dosa yang sudah disebutkan oleh guruku! Tuhan kan tahu betapa tersiksanya hati ku atas dosa-dosa itu? Tuhan kan tahu..gak usah diajarin di Gereja saya juga tahu…saya tahu semua kesalahan itu akan berujung pada hukuman!! Apakah tidak ada solusinya???” doa saya sambil terisak

Sebenarnya pagi itu saya tidak berhasrat untuk ke sekolah minggu, malas rasanya jika harus ditelanjangi lagi. Beruntunglah rasa penasaran dan dorongan lembut dari dalam hati membawa saya terus melangkah ke gereja. Karena merasa sudah ditelanjangi, saya memilih untuk duduk di pojok belakang kelas dengan hati yang sangat sedih, terpukul, dan tersudut..

“Selamat Pagi Adik-Adik semua!! Apa kabar nich? Setelah tiga minggu berturut-turut kita membahas tentang dosa, adakah di antara kalian yang tersiksa hatinya? Yang sedih karena merasa tidak layak di hadapan Tuhan?”

Saya hanya menunduk, sambil menahan airmata saya sekuat tenaga.

“Jika ada yang merasa ditegur, dilucuti, bahkan ditelanjangi! Bersyukurlah…karena Tuhan berkenan menyadarkan kita dari dosa dan kesalahan kita! Itu pertanda hati kalian lembut untuk menerima kebenaran Firman Tuhan!”

“Hiks..?! Apa?? Saya salah dengar kali ya ?”seru saya dalam hati sambil terus memasang telinga untuk mendengarkan

“Ada kabar baik bagi kalian yang merasa berdosa, ada kabar baik bagi kalian yang merasa terancam Neraka, ada kabar baik bagi kalian yang merindukan keselamatan! “

Hati saya melonjak, “Hah, yang bener nich? Aku bisa diampuni? Aku bisa masuk Surga? Bisa Selamat dari api neraka? Dengan cara apa yaa??. Buruan dong dijelasin?!” saya sudah tak sabar menanti penjelasan berikutnya.”

“Adik-adik yang terkasih, Tuhan Mengasihi kita yang berdosa, bahkan kelahiran, kematian, dan kebangkitan-NYA adalah untuk orang yang berdosa. DIA mencari orang berdosa untuk diselamatkan..DIA tidak mencari orang yang sudah benar dan suci !”

1Ti 1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,"

“Karena kasihNYA, DIA mau mengampuni kita dan menjadikan kita suci dihadapanNYA. Pengampunan Total !”

Yes 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

“Dan karena kita mau mengakui dosa-dosa kita! DIA adalah Allah yang setia dan Adil, DIA mengampuni kita bahkan tidak lagi mengingat-ingat kesalahan kita!”

Heb 8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

“Lagi..karena kasih-NYA pada kita, DIA menyediakan diri-NYA sendiri menjadi jalan bagi kita untuk mencapai Surga! Sehingga bagi orang yang percaya kepada-Nya, Surga adalah sebuah kepastian!”

Joh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

“Sekarang!! Adakah yang mau menerima Pengampunan itu? Adakah yang mau menerima YESUS sebagai TUHAN dan Juru selamat? Mari kita berdoa!!”

Hari itu juga…rasanya semua ikatan yang menyiksa saya bertahun-tahun terlepas. Saya merasa lega, karena mengetahui kalau ternyata saya dikasihi-NYA. Dan bagi orang-orang yang dikasihi-NYA telah disediakan janji-janji pastiNYA

HIdup saya berubah..sekarang jauh lebih mudah untuk melakukan hal-hal baik yang menyenangkan Tuhan.. untuk Tuhan dan Tuhan saja.

Saya tahu, kalau saya selamat bukan karena ibadah saya, bukan karena perbuatan baik saya, melainkan karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dalam hidup saya.

Jalan ke Surga tidak bisa dibangun oleh kebaikan, amal, ibadah..Tidak.!!.Melainkan karena karunia-NYA saja..karunia yang diberikan hanya kepada orang-orang yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya.

Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Saya bersyukur, karena ini semua! Dalam Yesus ada kepastian, Dalam Yesus ada keselamatan, Dalam Yesus adalah Surga yang kekal.

Hari itu pencarian saya terhadap Pintu Surga sudah berakhir, Saya bukan saja bertemu pintu Surga..saya bertemu Pemiliknya..yang dengan tangan terbuka mau menerima saya sebagai anak-NYA.

Hari ini dan seterusnya saya berjalan bersama-NYA hingga pada hari dimana saya bisa bersama-sama DIA di kerajaan Surga.

(Tulisan ini adalah kesaksian pribadi, untuk kalangan sendiri, dan tidak untuk diperdebatkan antar lintas agama!)

17 komentar:

Domba dan Embikannya mengatakan...

katanya sorga ada di telapak kaki ibu.....

DV mengatakan...

Wah, tulisanmu dalam!
Pencarian makna Tuhan memang tak kenal hari :)
Ia selalu berproses sejak kita hidup sampai mati.

Riris Ernaeni mengatakan...

@ Om Domba :hm..berarti surga kadang-kadang bau jempol ya, Om?!! Hehehe..Piss

@ DV : masing-masih orang memiliki kisah yg berbeda ketika dia menemukan titik balik hidupnya. Dan aku sedang terdorong sharing tentang hal ini.

Femikhirana mengatakan...

Sama dong kita kelas 6 hehehehe...
Terima kasih sudah berbagi untuk mengingatkan :)

Riris Ernaeni mengatakan...

@Femi : kelas VI itu aku baru bisa nangkap Firman Tuhan, kelahiran baru sih baru di kelas I SMP.

yobel mengatakan...

tiada yang lebih indah selain mendapat mahkota kehidupan di surga..

p u a k™ mengatakan...

Waah.. sudah sampai mencari ya.. aku masih membenahi diri nih buuk..

Well..aku menikmati setiap kejadian dalam hidupku sebagai bukti Tuhan bersama ku.. yaa...begitulah.. berat ini.. berat.. :D

Q - Kiss mengatakan...

Agree with DV, proses pertumbuhan yang tiada henti pengenalan akan Dia...

ajahn mengatakan...

Hi, it's nice article. Happy blogging

Budy mengatakan...

Ris,
Si Maxi sering ngusek-ngusek (tau gak yah artinya..??) kaki mama nya.. berarti si Maxi anak yang tau mencari pintu sorga yah
ha ha ha ha...!!!

Riris Ernaeni mengatakan...

@Budy : aduh Maxi emang ga ada tempat yg lebih enak buat diusek2 selain kaki?? hehehe..pasti ikutan bapaknya..hahahah

Dianpra mengatakan...

Salam kenal Riris,

Selamat ya sudah menang CIBFest ....

Saya juga masuk 10 besarnya, tapi memang tulisan ini lebih mantapz ...

Riris Ernaeni mengatakan...

@Dianpra : terima kasih ya? Btw, judul tulisanmu apa ya?

nancy mengatakan...

Saya sangat diberkati dengan tulisan ini. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya bukan kita yan gmemilih Dia tapi Dialah yang telah memilih kita. Tanpa kehendak Tuhan tidak ada yang sanggup memahami keberadaanNya karena kita manusia yang sangat terbatas.

Bersyukur untuk kisah dan tulisan yang menjadi kesaksian ini. Anda layak dapat bintang!!!

Riris Ernaeni mengatakan...

@ Sister Nancy : Makasih GBU

Seiri Sekeguchi mengatakan...

Surga hanya ada di bawah kaki YESUS saja
dan takkan terbantahkan....
Amin

JJ mengatakan...

no wonder you won the competition.
very good sharing, Ris... :)