Rabu, 12 Agustus 2009

Yang Dia Ingat dan Yang Ingin DilupakanNYA

Menjadi anggota jejaring pertemanan di Facebook membuat saya berhasil menemukan teman-teman lama saya yang terserak di seantero negeri bahkan dunia. Bukan hanya itu, saya juga bisa lebih mengenal teman-teman yang bertemu di dunia maya; baik sesama anggota milis tertentu ataupun rekan-rekan sesame blogger.

Salah satu hal yang menyenangkan adalah ketika teman-teman SMA mendahului permintaan pertemanan dengan konfirmasi sebagai berikut : “Ini Riris anak Biologi 1? Yang dulu pendiam, pemalu, suka bikin puisi, juara nyanyi dan baca puisi, pintar biologi (lah iyalah..orang jurusan biologi kalo ga pinter biologi berarati kesasar kan?)” Ada juga yang mengingat hal yang lebih detail dari itu, seperti : dulu sering jadi tempat curhat, suka manjat pohon jambu kerikil dst..

Hal tersebut menjadi istimewa karena saya sama sekali tidak menyangka, bahwa keberadaan saya ternyata sempat memberikan “warna” bagi teman-teman lama saya. Betapa senangnya ketika menyadari ada orang-orang yang ternyata mengingat kita dan ingatan itu tidak terhapus dalam jejak gilasan waktu yang cukup lama. Diingat oleh teman lama membuat saya merasa istimewa (bukankah hanya orang-orang istimewa yang bisa meninggalkan jejak bermakna?)

Namun kita yakin bahwa ada penggalan peristiwa yang menyebabkan kita ingin melupakan seseorang karena perbuatan keji yang pernah dia lakukan dimasa lampau. Seperti dikisahkan teman saya NANAini

Kedua hal tersebut tidak bisa dihindari dari hidup kita bukan? Ada yang membuat kita mengingat seseorang (karena sesuatu yang special) ada juga yang membuat kita ingin mati-matian melupakannya (karena suatu alasan yang sulit dipahami)

Tuhan pun demikian. DIA mengingat kita secara detail, tentang siapa kita, segala hal yang kita alami (baik itu yang menyenangkan ataupun tidak), apa yang pernah kita minta kepadaNYA, Janji mana yang belum DIA genapi, dan seterusnya.

Tuhan mengingat kita dan tidak akan melupakan kita, mengapa (karena kita anakNYA, dan DIA sangat mengasihi kita)

Yes 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Tuhan bukan saja mengingat saya sebagai Riris yang dulu kurus, pendiam, pemalu, bisa ini itu, juara ini itu..Tidak…DIA mengingat RIRIS yang ini lengkap. (Doa-doa saya yang belum tuntas, cita-cita saya yg masih kandas, harapan-harapan yang masih saya perjuangkan, dan sebagainya),..DIA bukan hanya mengingat Riris, DIA mengenal saya

Mzm 139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

DIA ingat beberapa DOA kita yang masih belum dijawab (atau dijawab dengan jawaban, “TUNGGU”). Dan DIA pasti akan memberikan apa yang kita minta jika Kriteria hidup kita sudah seperti yang diharapkan. (ada berkat-berkat yang tertahan karena ketidaktaatan kita, bukan?) DIA tidak pernah lalai menepati janjiNYA

2Petrus 3:9 a Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu,

DIA ingat berapa banyak luka hati yang harus DIA bebat, Berapa banyak trauma yang harus DIA hapuskan dari ingatan anak-anakNYA supaya mereka merdeka atas trauma itu. DIA ingat bahwa hidup kita tergantung pada belas kasihanNYA dan berkat-berkatNYA..DIA ingat semua

Masalahnya.. sudahkan kita menghampiriNYA untuk bercerita (baca : berdoa) dari hati ke hati kepadaNYA..bicara dengan jujur bahwa ada luka di hati kita yang mesti dibebat, ada Trauma yang begitu mengganggu, ada berkat-berkat yang sangat kita butuhkan untuk hidup berkecukupan? Sudahkah?

TUhan itu KASIH. Semangat di dalam hatiNYA adalah memberkati dan memberikan yang terbaik bagi kita. Tak pernah direncanakanNYA hal-hal yang buruk bagi kita, semata-mata DIA merencanakan yang terbaik bagi kita dan anak cucu kita.

Hanya saja, seringkali KASIH nya tak menjadi kasih tak sampai, CINTA-NYA menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan .. ketika kita memilih untuk hidup dengan cara kita dan bukan cara DIA, ketika kita memilih hidup dengan tidak taat dan hanya menuruti paradigma yang sudah terlanjur melekat bertahun-tahun, ketika kita memilih untuk lebih mempercayai manusia daripada TUHAN…Ketika KASIH_NYA menjadi kasih tak sampai, dan CINTA-NYA menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan, jangan heran dan bertanya mengapa hidupku begini dan begitu?

Selain begitu banyak yang DIA kenal dan ingat. Ada hal yang ingin DIA lupakan dari kita. Rasanya bukan hanya DIA yang ingin melupakannya…kitapun ingin. Bukan hanya melupakan, tapi ingin membuang jauh-jauh hingga tak terlihat lagi.

Apakah itu?

Dosa kita

DIA bukan saja ingin melupakan DIA mau. Mengapa? Supaya kita bisa terus layak hidup dekat denganNYA menikmati pertolongan-pertolonganNYA dan terbebas dari tuduhan atau dakwaan rasa bersalah (baik dakwaan si iblis ataupun pikiran kita). Dakwaan yang seringkali membuat kita tidak layak untuk bersujud di hadapanNYA.. Dakwaan yang membuat kita memilih untuk mundur menghindariNYA.. Dakwaan yang membuat hidup kita stuck.. Dakwaan yang membuat kita ingin melupakanNYA.

Bukankah ini menjadi berita baik bagi kita, bahwa Allah mau melupakan secara tuntas dosa-dosa kita?
Mzm 103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Ingat lagu :

Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku
Takkan KAU ingat lagi pelanggaranku
Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku
Takkan KAU perhitungkan kesalahanku

Tak ada dosa yang terlalu besar hingga Tuhan tak sanggup mengampuni dan melupakan teman, caranya mudah…yaitu ‘mengakuinya dengan jujur dan terbuka’ di hadapanNYA

1Yoh 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Tuhan baik…dan caranya begitu simpel dalam menyelesaikan dosa kita. Hanya saja manusia seringkali memilih berkutat dengan pikiran rumitnya dalam menerima janji “kepastian pengampunan”NYA.

Datanglah, hampirilah DIA..karena DIA merindukan kita, mengingat kita dalam setiap pergerakan waktuNYA merasakan segala penderitaan kita dan ingin membebaskan kita dari segala hal yang menekan jiwa kita.

Datang dan akuilah segala dosa yang membuat kita tersiksa karena ikatannya, terimalah pembebasan berupa pengampunan TOTAL dari ALLAH. ***

9 komentar:

DV mengatakan...

Tulisanmu seperti biasanya, bagus dan menyentuh.

Kali ini lebih menyentuh karena kamu menyelipkan lagu kesukaanku sejak dulu, Sejauh Timur dari Barat.

Jadi ingat dosa-dosa... hiks...

Nancy mengatakan...

Nice psoting Ris. Hidup ini singkat, time flies, saat ini ada kisah yg terjadi 10, 20 atau 30 thn lalu. Rasanya bangga, jika ada yg mengingat kita karena prestasi atau kebaikan hati. Meningatkan kita juga akan hari esok yg masih panjang yang perlu kita gores dengan kisah-kisah special masa kini. Keep writing.

Riris Ernaeni mengatakan...

@ DV : makasih yaa, ingat dosa itu bagus..berarti kamu ingat untuk bertobat..(hayooo..mulai deh aku)

@Sis Nancy : Komentarmu membuatku lebih termotivasi mengukir karya nyata di sepanjang hidup. Tengkiu

JJ mengatakan...

pas bgt ris ama yg td kita omongin di chatting... thanks krn udah rela di-curhatin dan terus menerus menyemangati gw...
iya... Tuhan emang ga pernah lupa ya... smoga ditengah keterpurukan dan kepasrahan kami... ada oase yang bisa menyejukkan... :)

Lala mengatakan...

Hmm..

We have no idea how many hearts we have touched, dan sebaliknya, ya, MBak...
Jadi emang lebih enak, "Being nice" aja deh... Karena kita nggak pernah tahu, apa yang kita lakukan bisa berpengaruh ke orang lain, tanpa pernah kita sadari..

Anyway
Salam kenal, Mbak Riris.. tulisannya bagus.. :)

Mami ODI mengatakan...

Tulisanmu selalu bagus itu yg membuat aku trs datang.GBU

Riris Ernaeni mengatakan...

@JJ ; Tuhan ga pernah salah ya?.
@Mami Odi : terima kasih support dan kunjungan rutinnya

Domba dan Embikannya mengatakan...

seperti judul artikel ini.. "Yang diingat..."

yang membuat saya teringat terus adalah kalimat: Anda suka memanjat pohon jambu... Padahal anda wanita.... he3x

Nampanya anda adalah wanita perkasa, wanita bijak......

Peace

Domba dan Embikannya mengatakan...

Memanjat pohon jambu...
He3x... anda wanita perkasa nampaknya